Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Jumlah Hormon Androgen

Jumlah Hormon Androgen
Androgen sering disebut sebagai hormon "pria", tetapi hormon ini pada dasarnya ada dan penting baik pada pria maupun wanita. Hormon ini sangat penting untuk fungsi reproduksi normal, kesejahteraan emosional, fungsi kognitif, fungsi dan pertumbuhan otot tanpa lemak, dan kekuatan tulang.
 
Terdapat beberapa efek hormon androgen termasuk stimulasi pertumbuhan rambut tubuh dan kemaluan, hasrat seksual (libido), pertumbuhan otot, dan aksi serta lokasi sel lemak. Pada pria dan wanita, androgen adalah prekursor estrogen. Aksi androgen-ke-estrogen adalah salah satu peran utama hormon androgen pada wanita.
 
Pada wanita, hormon androgen dibuat di kelenjar adrenal, ovarium, dan dalam sel lemak.
Hormon androgen meliputi:
 
●     Testosteron
●     Androstenedione (A4)
●     Dehydroepiandrosterone (DHEA)
●     DHEA sulfate (DHEA-S)
●     Androstenediol (A5)
●     Androsterone
●     Dihydrotestosterone (DHT)
 
Hiperandrogenisme adalah ketika androgen Anda lebih tinggi dari yang seharusnya. Meskipun pria secara alami memiliki tingkat hormon androgen yang lebih tinggi, hiperandrogenisme dapat terjadi baik pada pria dan wanita.
 
Terdapat 2 "jenis" hiperandrogenisme, yaitu klinis dan biokimia. Hiperandrogenisme biokimia adalah ketika hasil laboratorium menunjukkan kadar hormon androgen yang abnormal tinggi dalam aliran darah Anda.
 
Berikut tanda-tanda klinis hiperandrogenisme yang mungkin terjadi pada Anda:
 
●     Pertumbuhan rambut yang tidak normal pada wajah, dada, atau punggung
Pertumbuhan rambut biasanya dikaitkan dengan pria, seperti rambut wajah atau rambut dada, hal ini dapat menjadi tanda klinis hiperandrogenisme. Istilah medis untuk ini adalah hirsutisme. Antara 75 hingga 80 persen wanita dengan pertumbuhan rambut seperti pria memiliki PCOS, tetapi tidak semua wanita dengan PCOS mengalami gejala tersebut.
Polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah suatu kondisi yang mempengaruhi kadar hormon wanita. Wanita dengan PCOS menghasilkan hormon pria dalam jumlah lebih tinggi dari normal. Ketidakseimbangan hormon ini menyebabkan mereka melewatkan periode menstruasi dan membuatnya lebih sulit bagi mereka untuk hamil.
 
●     Jerawat
Jerawat selama masa remaja adalah umum pada remaja laki-laki dan perempuan. Bahkan di masa dewasa, jerawat ringan tidak dianggap sebagai sesuatu yang abnormal. Namun, jerawat sedang hingga parah, terutama ketika disertai dengan gejala merepotkan lainnya, bisa menjadi indikator androgen berlebih.
 
●     Kebotakan pada pria
Baik pria maupun wanita dapat mengalami kerontokan rambut seiring bertambahnya usia. Namun, ketika wanita mengalami "kebotakan pola pria," terutama pada usia yang lebih muda, hal ini bisa menjadi tanda yang mungkin dari hiperandrogenisme klinis.
 
●     Virilisasi
Hal ini terjadi ketika seorang wanita mengembangkan sifat-sifat yang terkait dengan pria, seperti suara yang dalam atau lebih banyak pertumbuhan otot seperti pria.
 
Androgen berfungsi memberikan pria karakteristik khasnya, seperti suara berat, jenggot, dan kumis. Sedangkan pada wanita, hormon ini berperan untuk membantu organ-organ berfungsi dengan baik, dan juga berkaitan dengan gairah dan kepuasan seksual. Jika Anda merasa memiliki gangguan keseimbangan hormon androgen, Anda harus segera mengatasinya dengan berkonsultasi dengan dokter Anda.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Senin, 13 April 20 - 16:25 WIB
Dalam Kategori : HORMON, ANDROGEN
Dibaca sebanyak : 267 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback