Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Jenis Radang Selaput Otak dan Penyebabnya

Jenis Radang Selaput Otak dan Penyebabnya
Meningitis, atau sering dikenal di Indonesia dengan sebutan radang selaput otak, adalah kondisi terjadinya peradangan di daerah meninges, 3 selaput/membran yang mengelilingi otak dan saraf tulang belakang. Meningitis dapat terjadi apabila cairang yang mengelilingi meninges terinfeksi. Penyebab utama meningitis yang paling umum dijumpai adalah infeksi bakteri. Penyebab lain termasuk penyakit kanker, iritasi kimia, jamur, dan juga alergi obat. Beberapa jenis meningitis yang disebabkan karena virus dan bakteri sangat menular. Penularan dapat terjadi melalui batuk, bersin, atau kontak langsung dengan penderita.
Jenis-jenis meningitis
Infeksi virus dan bakteri adalah penyebab utama radang selaput otak yang paling sering terjadi. Namun, ada pula meningitis bentuk lain, seperti cryptococcal, yang disebabkan oleh infeksi jamur, dan carcinomatous, yang berhubungan dengan penyakit kanker.
  • Meningitis virus
Kasus radang selaput otak paling sering terjadi disebabkan karena virus. Virus dalam kategori enterovirus menyebabkan 85 persen kasus yang timbul. Penyakit ini biasa terjadi saat musim panas dan musim gugur, dengan penyebab utamanya termasuk coxsackievirus A dan B serta echovirus. Virus yang masuk ke dalam kategori enterovirus menyebabkan 10 juta hingga 15 juta infeksi per tahunnya, namun orang-orang yang akan menderita meningitis hanya dalam persentasi kecil saja. Virus lain yang dapat menyebabkan meningitis adalah virus Nile barat, influenza, HIV, herpes dan coltivirus. Meningitis virus biasanya akan sembuh dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan. Namun beberapa kasus membutuhkan perawatan serius.
  • Meningitis bakteri
Meningitis bakteri sangat menular dan disebabkan oleh infeksi dari bakteri tertentu. Radang selaput otak jenis ini dapat menyebabkan kematian apabila tidak diobati, dengan tingkat kematian pada anak-anak sebesar 5 hingga 40 persen, dan pada dewasa sebesar 20 hingga 50 persen. Jenis bakteri penyebab meningitis ini adalah S. pneumoniae, yang biasa ditemukan di saluran pernafasan dan sinus; N. meningtidis, yang menyebar melalui air liur dan cairan saluran pernafasan lain; H. influenza, yang tidak hanya dapat menyebabkan meningitis tetapi juga dapat mengakibatkan infeksi darah, peradangan batang tenggorokan, selulit, dan infeksi arthritis; L. monocytogenes, bakteri yang sering ditemukan di makanan; dan S. aereus, biasanya ditemukan di kulit dan saluran pernafasan.
  • Meningitis jamur
Radang selaput otak yang disebabkan oleh jamur merupakan jenis penyakit yang langka. Meningitis ini disebabkan oleh jamur yang menginfeksi tubuh untuk kemudian menyebar di aliran darah, otak, dan juga saraf tulang belakang. Orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah rentan terkena meningitis jenis ini, misalnya orang-orang yang sakit kanker ataupun HIV. Jamur yang sering menjadi dalang di balik meningitis ini adalah Cryptococcus, yang dapat menular saat Anda menghirup bakteri ini dari tanah yang terkontaminasi kotoran burung; Blastomyces, jenis jamur yang ditemukan di tanah; Histoplasma, yang banyak ditemukan di lingkungan yang terkontaminasi kotoran kelelawar dan burung; serta coccidioides, yang ditemukan di tanah, khususnya di daerah Barat Daya Amerika dan Amerika Selatan serta Tengah.
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Untungnya, saat ini telah tersedia vaksin untuk beberapa jenis radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri. Meskipun meningitis virus sering atau umum terjadi, meningitis bakteri merupakan jenis radang selaput otak yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan kematian ataupun cacat permanen apabila tidak didiagnosa dan diobati dengan segera. Oleh karena itu, vaksin yang paling umum dan penting tersedia adalah vaksin untuk radang selaput otak jenis bakteri.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 13 Maret 20 - 10:40 WIB
Dalam Kategori : RADANG SELAPUT OTAK
Dibaca sebanyak : 56 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback