Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Jenazah Bisa Bergerak, Faktor Mistis atau Bukan?

Jenazah Bisa Bergerak, Faktor Mistis atau Bukan?
 
Setelah meninggal dunia, tubuh manusia yang tidak bernyawa akan menjadi kaku dan tidak bisa digerakkan seperti dalam kondisi hidup. Akan tetapi, dalam beberapa situasi, Anda mungkin pernah melihat jenazah bisa bergerak. Lalu, wajarkah hal tersebut terjadi?
Sebenarnya, pergerakan pada jenazah bukanlah hal yang tidak normal. Setelah meninggal dunia, tubuh manusia akan melalui proses dekomposisi. Proses inilah yang menyebabkan jenazah tampaknya bisa bergerak meski sudah meninggal dunia dalam waktu yang cukup lama.
Apa itu proses dekomposisi?
Dekomposisi adalah proses yang dilalui oleh tubuh manusia setelah kematian. Proses ini merupakan rangkaian panjang yang terjadi secara bertahap, dimana satu per satu fungsi organ dimatikan sepenuhnya sampai tubuh manusia benar-benar tidak berfungsi lagi atau mati sama sekali.
Proses dekomposisi biasanya dimulai beberapa menit atau beberapa jam setelah kematian. Pada organ, dekomposisi umumnya dimulai dari organ hati yang mengandung kadar enzim dalam jumlah tinggi, serta otak dengan kadar cairan yang tinggi.
Terdapat beberapa tahap pada proses dekomposisi, yaitu:
·         Tahap pertama
Tahap pertama adalah tahap yang terjadi segera setelah kematian. Kondisi ini ditandai dengan beberapa hal, seperti kulit yang memucat, tubuh yang menjadi sangat kaku, serta suhu tubuh jenazah yang menjadi sangat dingin, mengikuti suhu ruangan.
Proses ini biasanya dimulai sekitar satu jam setelah kematian dan dapat berlangsung dalam waktu yang berbeda-beda pada setiap jenazah. Setelah tahap pertama terlewati, tampak tubuh jenazah bisa bergerak karena kekakuan otot jenazah sudah kembali melemah dan menjadi fleksibel.
·         Tahap kedua
Tahap kedua terjadi setelah dekomposisi tahap pertama terlewati. Tahap ini adalah tahap pembengkakan, ketika gas yang terakumulasi di area perut jenazah menyebabkan pembengkakan serta tubuh tampak menggembung.
Pada tahap ini juga, serangga dan beberapa jenis hewan lainnya akan mulai mengerubuni tubuh jenazah. Karena itu, banyak rumah duka yang biasanya menggunakan suntikan formalin untuk menghindari hal ini.
·         Tahap ketiga
Tahap ketiga adalah tahap pembusukan yang mulai menjalar sampai ke tulang. Pada tahap ini, kulit jenazah akan pecah akibat pembusukan dan serangan belatung. Hal ini memungkinkan gas yang menumpuk pada tubuh jenazah perlahan-lahan keluar. Inilah yang menyebabkan adanya aroma kuat dan khas dari jenazah.
Saat pembusukan pertama kali terjadi, Anda akan mencium aroma yang serupa dengan aroma jeruk yang sangat kuat. Secara perlahan, aroma jeruk tersebut akan berubah menjadi aroma jeruk yang sangat busuk dan seolah-olah tercampur dengan bahan-bahan lain yang tidak sedap.
·         Tahap keempat
Tahap keempat merupakan tahap yang terjadi setelah pembusukan. Di tahap ini, tubuh direduksi sedikit demi sedikit dari bentuk tubuh manusia utuh menjadi kerangka.
Nantinya, daging dan organ pada tubuh jenazah akan kehilangan fungsi sama sekali, hingga yang tertinggal pada tubuh jenazah hanyalah tulang. Hal ini juga didukung oleh serangan dari berbagai jenis serangga yang masuk ke dalam tubuh jenazah dan menyerang jaringan lunak.
·         Tahap kelima
Tahap kelima adalah tahap terakhir, yaitu tahap kerangka. Pada tahap ini, satu-satunya hal yang tersisa pada tubuh jenazah hanyalah kerangka dan rambut.
Berdasarkan wilayah geografis dan kondisi lingkungan, setiap jenazah memerlukan waktu yang berbeda-beda untuk melewati proses dekomposisi. Proses ini bukanlah proses yang singkat, sehingga selama beberapa waktu Anda mungkin melihat jenazah bisa bergerak.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Kamis, 01 Oktober 20 - 07:23 WIB
Dalam Kategori : JENAZAH BISA BERGERAK
Dibaca sebanyak : 64 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback