Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Jauhi Penyebab Kram Perut Saat Lari agar Olahraga Lebih Nyaman

Jauhi Penyebab Kram Perut Saat Lari agar Olahraga Lebih Nyaman
Pernahkah Anda merasa kram perut saat lari? Kondisi ini sebenarnya cukup normal dan banyak dialami. Kram perut saat lari sering kali diikuti dengan gejala lainnya, seperti sensasi ingin buang air kecil, diare, atau mual. 
 
Waspada penyebab kram perut saat lari
Anda mungkin bertanya, apa saja faktor penyebab kram perut saat lari yang sering Anda alami ini. Berdasarkan penuturan dari Runners World, faktor pemicu kram perut ketika berlari dapat beragam, seperti:
  • Makan dalam porsi berlebih sebelum berlari
Mungkin Anda pernah berpikir, jika ingin kuat berlari jauh atau bertahan untuk berlari selama berjam-jam, Anda perlu memiliki tenaga yang cukup. Caranya, dengan mengonsumsi banyak makanan. Kenyataannya, kebiasaan ini justru menjadi salah satu faktor penyebab kram perut saat lari
 
Terlalu banyak makanan yang dikonsumsi dapat menghambat sistem pernapasan, sehingga Anda mungkin merasa sulit bernapas dan juga merasakan kram di sekitar area perut saat berlari.
 
Bijaklah dalam memilih asupan yang Anda konsumsi. Sebagai contoh, Anda dapat memilih snack energy bar yang tidak mengandung kalori terlalu tinggi, namun dapat memberikan energi yang cukup. Di samping itu, mengatur jam makan sebelum berlari juga penting untuk diperhatikan. Berilah jeda setidaknya satu hingga empat jam sebelum Anda berlari.
  • Faktor hormon
Sayangnya, faktor penyebab kram saat lari yang satu ini tidak Anda cegah. Ketika Anda berlari, tubuh akan secara alami memproduksi hormon kortisol. Dari hormon inilah Anda dapat merasakan sensasi euforia atau yang disebut sebagai runner’s high. Sayangnya, di sisi lain, hormon kortisol dapat berpengaruh terhadap saluran pencernaan, yang nantinya dapat memicu kram perut saat lari.
  •  Faktor alami tubuh
Di samping faktor hormonal, penyebab lain dari kram perut saat lari, yaitu cara kerja atau mekanisme alami tubuh ketika Anda berlari. Saat Anda melakukan kegiatan berlari untuk beberapa waktu, idealnya darah secara normal akan mengalir ke bagian sistem pencernaan, namun darah dialihkan menuju jantung.
 
Perubahan aliran darah ini dapat meningkatkan risiko terganggunya proses pencernaan. Maka dari itu, tidak heran jika Anda secara tiba-tiba ingin membuang air besar secara darurat. Dalam kasus tertentu, kondisi ini bahkan dapat menyebabkan diare. 
  • Cara bernapas yang salah
Kram perut saat lari dapat disebabkan oleh cara bernapas Anda yang salah. Jika pernapasan yang Anda lakukan saat berlari kurang ‘dalam’ dan terlampau cepat, kondisi ini dapat memicu risiko terjadinya kram di sekitar bagian perut hingga sisi samping perut.
  • Kurang atau kelebihan cairan
 
Kram perut saat lari dapat disebabkan oleh kekurangan maupun kelebihan cairan. Oleh karena itu, perhatikan jumlah air putih yang Anda minum, sehingga tidak memperparah kondisi.
 
Bagaimana cara mencegah kram perut saat lari?
Berikut cara-cara mencegah kram saat lari yang dapat Anda praktikkan:
  • Lakukan pemanasan secara benar sebelum berlari
  • Belajar mengelola pernapasan
  • Makan sekitar satu hingga empat jam sebelum berlari
  • Kurangi asupan lemak karena dapat menyebabkan efek penuh pada perut saat berlari
  • Kurangi minuman dengan kandungan kafein
  • Hindari mengonsumsi makanan dengan kandungan serat tinggi untuk beberapa waktu sebelum berlari
  • Hindari penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), contoh aspirin
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 13 Oktober 20 - 09:25 WIB
Dalam Kategori : KRAM PERUT, LARI
Dibaca sebanyak : 26 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback