Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Jarimatika Terbukti Meningkatkan Kecerdasan Anak

Jarimatika Terbukti Meningkatkan Kecerdasan Anak
Sejak kapan Anda berhenti menggunakan jarimatika untuk menghitung? Apakah Anda berhenti karena merasa malu menghitung dengan menggunakan jari. Tahukah anda ternyata berlatih menghitung menggunakan jari justru dapat meningkatkan kecerdasan aritmatika Anda?
 
Manfaat jarimatika sudah teruji dalam sejumlah penelitian diberbagai negara. Anak-anak yang memecahkan masalah matematika dengan mengandalkan jari-jari mereka melakukannya karena mereka memiliki persepsi yang lebih baik tentang tangan mereka.
 
Persepsi yang lebih baik tentang tangan ini memungkinkan anak-anak ini menjadi lebih baik dalam matematika daripada anak yang tidak menyelesaikan masalah dengan menghitung dengan jari mereka. Ayo cek fakta perkembangan penelitian soal manfaat Jarimatika pada kemampuan menghitung manusia.
 
Pengaruh pada otak
 
Bukan hal yang aneh bagi orang, terutama orang tua, untuk mengerutkan dahi setelah menghitung dengan jari Anda. Ini karena ada kekhawatiran hal itu akan menghambat kemampuan anak untuk belajar. Sejujurnya, penelitian menunjukkan menghitung dengan jari-jari Anda sebenarnya memudahkan Anda untuk belajar.
 
Menghitung dengan jari membuat Anda terhubung langsung dengan keterampilan matematika di otak. Penelitian telah menemukan bahwa bahkan ketika seseorang tidak menghitung dengan jari-jarinya, area otak yang terkait dengan jari-jari orang tersebut masih diaktifkan.
 
Penelitian ini dilakukan di Frontiers oleh Ilaria Berteletti, seorang ilmuwan saraf pendidikan di Universitas Gallaudet. Dengan mitra penelitiannya, ia memindai otak dari 39 anak yang berbeda antara usia 8 dan 13 untuk belajar lebih banyak tentang bagaimana pikiran bekerja. Ini adalah studi pertama yang mengungkapkan bukti yang menunjukkan area sensorik otak memainkan peran penting dalam memecahkan masalah matematika.
 
Perbandingan dengan tes standar
 
Studi lainnya mengungkapkan keterampilan matematika anak pada tingkat pendidikan selanjutnya lebih mudah ditentukan dengan melihat persepsi jari anak daripada dari skor tes standar. Penelitian khusus ini menggunakan anak usia 6 tahun untuk menentukan hasil ini. Studi ini juga menentukan bahwa meningkatkan persepsi anak tentang jari-jarinya akan meningkatkan keterampilan aritmatika mereka.
 
Jadi Anda harus berhenti merasa buruk atau malu jika mengandalkan mengandalkan jari Anda untuk mengerjakan soal matematika. Sebab cara itu adalah sesuatu yang dilakukan otak sendiri, bahkan jika Anda tidak melakukannya secara fisik. Ini juga berarti Anda harus mendorong anak-anak untuk menggunakan tangan mereka dan menjadi sadar akan jari-jari mereka. Anak perlu diajarkan cara mengerjakan soal matematika dengan menggunakan jari mereka.
 
Visualisasi Matematika
 
Para peneliti di Stanford menekankan bahwa beberapa siswa hanya belajar lebih baik menggunakan alat visual daripada dengan menghafal tabel perkalian dan melafalkannya secepat mungkin. Jo Boaler, PhD, seorang profesor pendidikan matematika di Universitas Stanford mengatakan orang tua dan guru tidak seharusnya mencegah anak-anak untuk menghitung dengan jari mereka.
 
Menurutnya memberitahu siswa untuk tidak menggunakan jari mereka untuk menghitung atau mewakili jumlah sama dengan menghentikan perkembangan matematika mereka. Boaler percaya bahwa siapa pun pada usia berapa pun yang ingin meningkatkan kemampuan matematika akan berhasil meningkatkan ketangkasan jari dasar. Itu berarti tidak hanya mengandalkan digit Anda tetapi juga mengasah "persepsi" jari umum.
Bukti menunjukkan bahwa representasi jari dan strategi berbasis jari (jarimatika) memainkan peran penting dalam belajar dan memahami aritmatika. Penelitian yang berkembang mendorong praktik pendidikan untuk fokus pada diskriminasi jari sebagai perintis keterampilan numerik dan aritmatika.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 29 April 20 - 21:54 WIB
Dalam Kategori : JARIMATIKA, KECERDASAN
Dibaca sebanyak : 248 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback