Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Jangan Remehkan Roseola, Penyakit Ini Bisa Sebabkan Komplikasi

Jangan Remehkan Roseola, Penyakit Ini Bisa Sebabkan Komplikasi
Roseola umumnya merupakan sebuah infeksi ringan yang menyerang anak-anak sebelum berusia 2 tahun. Meskipun jarang terjadi, orang dewasa masih dapat menderita penyakit ini apabila mereka belum pernah menderita roseola sebelumnya. Beberapa anak akan memiliki roseola ringan dan tidak pernah menunjukkan adanya indikasi penyakit atau gejala apapun, sementara anak lain menderita berbagai tanda dan gejala yang patut diwaspadai. Roseola biasanya bukan merupakan penyakit yang serius. Perawatan untuk penyakit ini hanyalah cukup istirahat, terus terhidrasi, dan minum obat guna menurunkan demam. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, roseola dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang cukup mengkhawatirkan. Artikel ini akan membahas gejala dan komplikasi apa saja yang dapat ditimbulkan oleh roseola.
Demam dan ruam merupakan gejala roseola
Apabila anak Anda terpapar virus roseola, biasanya akan membutuhkan waktu satu atau dua minggu untuk gejala infeksi mulai muncul. Namun, ada kemungkinan anak memiliki roseola namun tidak menunjukkan gejala infeksi apapun karena kondisinya terlalu ringan. Gejala roseolla yang umum ditemukan adalah:
  • Demam
Roseola biasanya bermula demam tinggi (lebih dari 39 derajat Celsius) yang tiba-tiba. Beberapa anak juga dapat menderita radang tenggorokan, hidung meler, dan atau batuk yang mengirigi sakit demam. Anak Anda juga akan menderita kelenjar limfa pada leher yang membengkak. Demam ini akan bertahan selam tiga hingga lima hari.
  • Ruam
Setelah demam menurun, ruam biasanya akan muncul. Ruam ini terdiri dari banyajk bintik-bintik kecil berwarna merah muda. Umumnya, bintik tersebut datar, namun dalam beberapa kasus dapat berjenis timbul. Ruam akan muncul di dada, punggung, perut, dan menyebar ke leher serta lengan. Ruam tidak gatal dan tidak akan membuat rasa tidak nyaman. Ruam akan muncul selama beberapa jam hingga beberapa hari sebelum akhirnya memudar.
Selain demam dan ruam, gejala roseola yang lain adalah diare ringan, turunnya nafsu makan, dan kelopak mata yang bengkak.
Komplikasi roseola
Kadang-kadang, seorang anak yang menderita roseola akan mengalami kejang akibat naiknya suhu tubuh yang cepat dan tiba-tiba. Apabila hal ini terjadi, anak akan kehilangan keadaran selama beberapa waktu dan mengalami kejang selama beberapa detik atau menit. Apabila anak kejang, cari bantuan medis secepatnya. Namun, meskipun terbilang menakutkan, kejang akibat demam pada anak yang sehat biasanya tidak berbahaya. Komplikasi akibat roseola sangat jarang ditemukan. Dalam kasus-kasus langka, roseola dapat menyebabkan encephalitis, pneumonia, dan meningitis (terutama bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah). Apabila sistem kekebalan tubuh terganggu dan melemah (misalnya akibat operasi atau transplantasi organ tubuh), orang dapat terjangkit kasus baru roseola yang lebih parah karena kurangnya resistensi terhadap virus. Namun, apabila anak dan orang dewasa sehat menderita roseola, mereka akan sembuh dengan cepat tanpa ada gangguan kesehatan apapun.
Pencegahan roseola
Karena tidak ada vaksin untuk penyakit ini, hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyebaran roseola adalah dengan menghindari paparan penyakit pada anak-anak. Apabila anak Anda memiliki roseola, pastikan ia tetap berada di rumah jauh dari anak-anak lain hingga demam berangsur-angsur menurun. Kebanyakan orang akan memiliki antibodi terhadap penyakit ini saat mereka menginjak usia sekolah, sehingga membuat mereka kebal terhadap penyakit ini. Apabila salah satu anggota keluarga memiliki virus ini, pastikan Anda dan keluarga rajin mencuci tangan secara teratur guna mencegah penyebaran virus ini pada mereka yang masih belum kebal.



Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 26 Juni 20 - 14:07 WIB
Dibaca sebanyak : 146 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback