Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Inilah Alasan Seseorang Mengalami Coulrophobia

Inilah Alasan Seseorang Mengalami Coulrophobia
Umumnya badut digambarkan jenaka dan menghibur, tapi tidak untuk orang yang mengalami coulrophobia. Orang yang mengalami coulrophobia menganggap badut sangat mengerikan, walaupun ia melihatnya dari kejauhan. Orang yang menderita ini bisa mengalami kecemasan dan merasa terganggu dengan kehadiran badut.
 
Di balik coulrophobia, seseorang pasti memiliki alasan tersendiri. Ada banyak faktor yang membuat mereka mengalami ketakutan yang amat sangat pada badut. Namun, semua faktor itu dihubungkan dengan kondisi traumatik.

Nah, kiranya ada beberapa alasan juga yang bisa menyebabkan seseorang mengalami coulrophobia, berikut ulasan tentang alasan seseorang mengalami coulrophobia. 
  • Riasan Badut
Seperti yang kita ketahui, badut biasanya tampil dengan riasan wajah putih dan gambar senyum lebar di bagian mulutnya. Dengan riasan ini ada yang menganggapnya lucu, meski banyak pula yang menganggap mengerikan. 
 
Senyuman yang lebar pada badut memberikan kesan yang aneh, apalagi ditambah dengan riasan putih yang menutupi seluruh wajah badut, belum lagi tambahan riasan “nyeleneh” lain, seperti hidung yang dibuat merah, misalnya. Orang yang mengalami coulrophobia menganggap itu tidak masuk akal. 

Karena pada dasarnya orang tidak akan senyum dan tertawa selebar itu dan tidak mungkin mahluk hidup bahagia setiap harinya. Hal ini bisa memunculkan rasa takut pada badut, karena kita sudah menyimpan rasa tak nyaman untuk dihibur, sehingga kita takut.
  • Badut Tidak Bisa Diprediksi
Riasan badut dengan senyum lebar tidak menentukan bahwa badut tersebut bahagia selalu, bisa saja badut tersebut tidak bahagia tapi riasan tersebut menutupi ketidakbahagiaan itu. Orang yang mengalami coulrophobia mungkin melihat topeng atau riasan badut sebagai sesuatu yag menghalangi penilaiannya terhadap si badur, apakah ia bahagia atau justru tengah mengancam.
  • Imajinasi Penderita
Badut biasanya hadir di pesta ulang tahun anak-anak atau di tempat sirkus. Untuk sebagian orang yang mengalami coulrophobia akan berpikir bahwa badut adalah makhluk asing yang mengerikan. Apalagi jika penderita pernah mengalami hal yang kurang menyenangkan dengan badut, seperti pernah menonton film badut yang mengerikan atau ditakut-takuti jika badut itu penculik.
 
Jika penderita mempunyai pengalaman yang tidak menyenangkan dengan badut maka imajinasi tentang badut akan selalu sama dengan pengalamannya tersebut. Selain itu, fakta mengenai banyak terjadi penculikan anak-anak yang dilakukan oleh badut, atau pembunuhan yang dilakukan badut membuat citra badut semakin kabur. 
  • Efek Uncanny Valley 
Dalam publikasinya tahun 1919, bapak psikologi dunia Sigmund Freud menjelaskan bahwa kita bisa ketakutan dengan sesuatu yang umum sekaligus tak umum dalam waktu bersamaan. The Uncanny adalah sesuatu yang kita tau itu apa, tapi maknanya kurang sesuai dengan yang kita biasa pahami. Kita akan takut atau setidaknya heran dan tidak nyaman saat menghadapi the uncanny.
 
Teori ini dielaborasi oleh profesor dari Harvard bernama Steven C. Schlozman dalam konteks badut. Ia menjelaskan bahwa badut mempunyai bentuk yang hampir sama dengan manusia. Namun, badut memiliki bagian tubuh yang dilebih-lebihkan dengan sengaja. Mulai dari hidung besar berwarna merah, dan sepatu yang sangat besar. Bagi sebagian orang, hal ini bisa membuat tak nyaman ataupun takut. 

***

Badut akhirnya menjadi sebuah paradoks. Di awal mereka hadir dan dikenal sebagai penghibur anak-anak, tetapi kenyataannya sebagian besar anak-anak malah merasa takut dengan kehadiran badut karena dianggap suatu hal yang aneh dan asing atau bahkan menyeramkan. Oleh karena itu, bahasan mengenai phobia pada sosok badut atau coulrophobia menjadi menarik untuk selalu diangkat ke permukaan. 
 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 10 November 20 - 09:39 WIB
Dalam Kategori : GANGGUAN MENTAL, KESEHATAN MENTAL, PHOBIA
Dibaca sebanyak : 33 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback