Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Inilah 4 Interaksi Penyakit dalam Pengobatan Lansoprazole

Inilah 4 Interaksi Penyakit dalam Pengobatan Lansoprazole
 
Obat ini termasuk dalam kelompok antasida, antirefluks, dan antitukak dan termasuk ke dalam obat golongan penghambat pompa proton. Lansoprazole digunakan untuk mengobati Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), tukak lambung dan duodenum, sindrom Zollienger-Ellison, membunuh bakteri H. pylori, serta gangguan lainnya yang berkaitan dengan kondisi asam lambung berlebih.
Lansoprazole tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan injeksi (bubuk). Akan tetapi, terdapat bahaya yang ditimbulkan akibat konsumsi atau penggunaan lansoprazole pada beberapa penderita penyakit tertentu.   
1.    Penderita infeksi clotridium difficile
Menurut Journal of Gastroenterology and Hepatology, obat penghambat pompa proton, termasuk lansoprazole, memiliki efek samping paling umum yaitu diare. Risiko tersebut meningkakan kemungkinan infeksi clostridium difficile-berkaitan dengan diare (CDAD) terutama pada pasien yang dirawat di rumah sakit. Pasien harus waspada jika diare tidak kunjung membaik.
Orang yang mengonsumsi antibiotik biasanya mengalami perubahan kondisi flora di usus besar. Hal tersebut mengakibatkan tumbuhnya mikroorganisme clostridium difficille yang merupakan  penyebab diare. Kondisi ini diperparah apabila pasien juga mengonsumsi lansoprazole.
Sebaiknya gunakan terapi obat dengan dosis paling rendah dan dalam jangka waktu pendek, meskipun tetap disesuaikan dengan kondisi pasien. Manajemen dan elektrolit yang tepat, serta suplemen protein yang cukup diperlukan sebagai bentuk pengobatan diare.
2.    Penderita gangguan hati
Lansoprazole dimetabolisme di hati. Meskipun secara umum dapat ditoleransi dengan baik, namun dosis harus dipertimbangkan dengan tepat terutama pada penderita gangguan hati berat. Menurut British Journal of Clinical Pharmacology, penggunaan obat penghambat pompa proton pada penderita sirosis hati berhubungan dengan perkembangan infeksi tertentu dan risiko ensefalopati hepatikum.
Beberapa kasus kerusakan hati yang signifikan akibat lansoprazole salah satunya disebabkan karena pasien mengalami sindrom hipersensitivitas. Akan tetapi, fungsi hati kembali membaik saat obat dihentikan.   
3.    Penderita patah tulang
Beberapa penelitian telah menyebutkan bahwa obat penghambat pompa proton berhubungan dengan risiko patah tulang pinggul, pergelangan tangan, atau tulang belakang pada penderita osteoporosis. Risiko akan semakin meningkat jika obat digunakan atau dikonsumsi dalam dosis tinggi dan jangka waktu lama.
Berdasarkan Journal of Bone and Mineral Research, terapi obat penghambat pompa proton, seperti lansoprazole, menyebabkan risiko patah tulang akan semakin meningkat pada pasien lansia. Terlebih lansia juga memiliki potensi jatuh sehingga mengakibatkan kerusakan struktur tulang.
Tak hanya lansia, anak-anak juga berisiko mengalami patah tulang. Anak-anak yang diberi terapi obat tersebut selama 6 bulan memiliki kemungkinan patah tulang 22% lebih tinggi 6 tahun setelah masa terapi selesai. Risiko ini akan semakin meningkat sebanyak 31% jika digabungkan dengan pemberian obat histamin 2 blocker yang juga menangani kondisi kelebihan asam lambung.   
4.    Penderita hipomagnesemia
Kondisi hipomagnesemia atau kekurangan magnesium dapat disertai gejala atau tanpa gejala. Efek samping ini jarang ditemukan pada orang dengan konsumsi obat penghambat pompa proton selama minimal 3 bulan. Akan tetapi, banyak kasus ditemukan pada pasien yang telah mengonsumsi obat tersebut lebih dari setahun.
Dampak hipomagnesemia serius berupa kejang, tetani, dan aritmia. Obat lain yang menyebabkan ketidakseimbangan magnesium salah satunya yaitu obat diuretik. Oleh karena itu sebaiknya terapi penghambat pompa proton tidak dilakukan bersamaan dengan obat diuretik.
Pada dasarnya, terdapat 162 interaksi lansaprazole dengan obat lainnya. Penderita penyakit tertentu sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai konsumsi atau penggunaan obat lain sehingga tidak menimbulkan dampak atau bahkan memperparah kondisi penderita. 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 02 Desember 20 - 11:00 WIB
Dalam Kategori : LANSOPRAZOLE
Dibaca sebanyak : 37 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback