Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Inilah 3 Fase Demam Berdarah yang Perlu Diketahui

Inilah 3 Fase Demam Berdarah yang Perlu Diketahui
Tahun demi tahun kasus demam berdarah dengue semakin menjangkit dan meluas ke berbagai provinis besar di Indonesia. Terlebih ketika memasuki musim penghujan, berbagai upaya pun perlu dilakukan untuk mencegah maraknya kasus kematian karena penyakit ini.
 
Berbagai upaya seperti fogging, istirahat cukup yang diperlukan hingga mengaplikasikan 3M dan lain sebagainya harus lebih gencar dilakukan. Namun, terdapat hal yang perlu diketahui sebelum melakukan pencegahan yakni fase munculnya penyakit DBD.
 
 
Pencegahan memang cara terbaik untuk mengatasi timbulnya penyakit ini, namun ada kalanya masyarakat juga harus tahu bagaimana fase timbulnya penyakit yang ditimbulkan oleh salah satu nyamuk terganas di Indonesia ini.
Sebelum kecolongan dan menimbulkan banyak korban jiwa, beberapa fase timbulnya penyakit DB ini diharapkan membuat masyarakat sadar akan disiplin dalam menjaga kebersihan. Berikut ini beberapa fase timbulnya penyakit tersebut.
• Fase Demam
Fase pertama dalam penyakit ini adalah demam, orang tidak akan langsung mengalami gejala DBD pasca gigitan nyamuk yang menimbulkan penyakit ini. Hal ini diutarakan langsung oleh Ketua Devisi Infeksi dan Pediatri Tropik, Dokter Mulya Rahma Karyanti.
Menurut Dokter Mulya Rahma Karyanti, masa inkubasi akan berjalan dalam kurun waktu tujuh hari hingga munculnya gejala penyakit DBD. Fase ini akan ditandai dengan beberapa gejala yang akan dialami oleh para penderitanya.
Dokter Mulya Rahma Karyanti menyebut gejala yang akan dialami oleh para penderita diantaranya adalah penurunan nafsu makan, mual hingga muntah, sakit kepala, sakit perut dan nyeri yang dirasakan tepat pada ulu hati yang berlangsung mulai dari dua hingga tujuh hari.
• Fase Kritis
Suhu tubuh akan berangsur menurun dan kondisi tubuh mulai membaik setelah melalui pasien melalui fase demam, hal ini bukan menandakan pasien sembuh melainkan sebaliknya. Pasien justru memasuki masa kritis dalam periode ini.
Dalam hal ini perawat tidak boleh abai dengan membiarkan pasien beraktivitas seperti biasa. Justru pasien perlu dipantau secara penuh atau kembali dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan intensif.
Bila kondisi ini dibiarkan, kemungkinan dapat terjadi manifestasu pendarahan seperti pada hidung dan gusi, berak berdarah hingga muntah darah. Namun, kondisi ini akan sedikit berbeda jika dialami oleh para anak, biasanya akan disertai dengan dehidrasi.
Konsumsi jus jambu biji mampu mencukupi kebutuhan asupan cairan pada anak yang menderita penyakit DBD, hal ini diperkuat dengan hasil sebuah penelitian yang menyebut manfaat jus jambu terhadap penyakit DBD, meski hingga kini belum terbukti.
• Fase Penyembuhan
Ketika sudah melewati masa kritis pasien akan merasakan demam, tetapi kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan. Hal ini dikarenakan pasien telah memasuki masa penyembuhan, meski demikian pasien tetap harus diberi asupan carian untuk memulihkan kondisi.
Pada fase ini fokus peningkatan trombosit diutamakan, hal ini dibarengi dengan peningkatan nafsu makan atau nafsu makan yang kembali normal disertai menurunnya rasa nyeri serta fungsi diuretik pada pasien semakin berangsur membaik.
Tetap lakukan cek kesehatan di rumah sakit guna memastikan pasien telah sembuh dari penyakit DBD, cek darah dapat menjadi salah satu indikasi yang memastikan kondisi pasien telah sembuh dari penyakit DBD. Setelah itu, jaga pola makanan dan kebersihan di rumah.
Beberapa penjelasan mengenai fase penyakit demam berdarah di atas merupakan beberapa hal penting yang harus dipahami bagi para penderita penyakit atau pasien DBD, selain cara mencegah munculnya penyakit tersebut.
 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 31 Desember 19 - 10:00 WIB
Dalam Kategori : DBD, DEMAM BERDARAH, PENYAKIT
Dibaca sebanyak : 84 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback