Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Ini Proses Kehamilan dengan Bayi Tabung

Ini Proses Kehamilan dengan Bayi Tabung
Program bayi tabung biasanya menjadi solusi yang dipercaya dan dilakukan bagi pasangan suami istri yang sulit mendapatkan momongan atau anak. Bayi tabung merupakan proses pembuahan sel telur dan sperma di luar rahim ibu, agar dapat mengetahui program yang satu ini alangkah baiknya mengetahui proses kehamilan bayi tabung.
 
Program ini biasanya dipilih oleh para pasangan suami istri yang memiliki masalah dengan kesuburan, setelah mencoba berbagai macam cara untuk mengatasi dengan cara mengonsumsi obat-obatan, operasi, bahkan inseminasi buatan yang tak kunjung memberikan hasil nyata yakni kehamilan bagi seorang istri.
 
Proses Kehamilan Bayi Tabung
 
• Langkah pertama yang dilakukan dalam proses bayi tabung adalah tubuh seorang wanita akan dirangsang melalui suntikan obat hormon. Tujuannya adalah utuk memproduksi beberapa sel telur sekaligus, hal ini dipilih karena program bayi tabung membutuhkan lebih dari satu sel telur guna memperoleh embrio.
• Selanjutnya, akan ada dua macam pengujian yang harus diakukan. Pertama adalah tes darah dan yang kedua adalah USG, hal ini diperlukan untuk mempersiapkan pengambilan sel telur. Penyuntikan yang bermanfaat akan diberikan selama proses ini demi mematangkan sel telur yang berkembang dan memulai proses ovulasi.
• Langkah selanjutnya adalah pengambilan sel telur, dalam hal ini dokter akan mencari foikel atau cairan yang berisi sel telur di indung telur yang berada dalam rahim melalui USG. Tujuannya, memastikan apakah sel telur sudah cukup matang untuk dilakukan pembuahan.
• Sel telur tersebut akan diambil menggunakan jarum khusus memiliki rongga, pada umumnya prosedur ini memakan waktu mulai 30 menit hingga satu jam. Si perempuan akan diberikan obat pereda nyeri, seperti obat penenang hingga obat bius total sebelum prosedur dilakukan untuk menghindari rasa sakit.
• Setelah itu, sel telur yang telah diambil kemudian akan dipertemukan dengan sperma pasangan yang diambil di hari yang sama. Lalu, keduanya disimpan dalam sebuah klinik untuk selanjutnya diamati perkembangannya hingga berjalan maksimal, proses ini menunggu embrio hasil pembuahan sel telur dan sperma dianggap cukup matang.
• Jika sudah, embrio tersebut akan dimasukkan ke dalam rahim berbentuk semacam tabung penyalur atau kateter ke dalam miss v hingga sampai ke dalam rahim. Tidak hanya satu, guna mengantisipasi kemungkinan hamil, tiga embrio sekaligus dimasukkan ke dalam rahim.
Risiko Bayi Tabung
Meski terbilang sebagai proses yang sangat menjanjikan, prosedur medis ini tetap memiliki risiko. Bisa saja timbul infeksi, pendarahan atau keadaan lain yang menyebabkan organ pada bayi rusak selama prosedur bayi tabung dilakukan. Perlu diketahui bahwa obat-obatan yang yang dipakai berisiko menyebabkan sindrom hiperstimulasi ovarium.
Yang dimaksud dengan hiperstimulasi ovarium adalah keadaan dimana ovarium memiliki reaksi yang berlebihan terhadap obat hingga menghasilkan terlalu banyak foikel. Berikut ini beberapa risiko lain yang bisa saja terjadi dalam proses dilakukannya bayi tabung.
• Bayi yang lahir prematur, dengan berat badan yang rendah.
• Kehamilan kembar, hal ini bisa saja terjadi karena embrio yang ditanam lebih dari satu.
• Kehamilan yang terjadi di luar rahim.
• Bayi yang lahir memiliki cacat fisik.
• Program bayi tabung tak memberi jaminan bahwa sang ibu tidak keguguran, risiko tersebut tetap ada.
Penjelasan singkat di atas merupakan pengertian mengenai proses kehamilan dengan menggunakan program bayi tabung. Terdapat risiko yang secara nyata harus dihadapi para pasangan yang memilih menjalankan program tersebut.
 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 31 Desember 19 - 12:09 WIB
Dalam Kategori : KEHAMILAN, BAYI
Dibaca sebanyak : 198 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback