Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Ini Alasan Pentingnya Mendorong Kebiasaan Belajar Membaca Anak

Ini Alasan Pentingnya Mendorong Kebiasaan Belajar Membaca Anak
Pernahkah Anda mengalami kesulitan mengajarkan anak untuk membaca? Kalau iya, Anda tidak sendirian. Membangun kebiasaan belajar membaca anak memang bukan hal yang mudah. Oleh karena itu, Anda perlu mengenali pendekatan yang tepat untuk anak Anda.
 
Beberapa orang tua memilih untuk menyerahkan seluruh tanggung jawab mengajar kepada pihak sekolah. Padahal, anak tetap perlu diajarkan membaca di rumah agar bisa mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik. 

Sebagai orang tua, sebaiknya Anda tetap membimbing anak untuk belajar membaca walaupun hal tersebut akan diajarkan juga di sekolah. 

Mengapa membangun kebiasaan belajar membaca anak itu penting?
Umumnya, anak pertama kali diajarkan untuk belajar membaca ketika memasuki usia balita, atau dalam rentang usia 4-5 tahun. Pada usia ini, ada banyak keuntungan bagi anak untuk belajar membaca di rumah bersama orang tua, seperti: 
  • Mengasah kreativitas
Salah satu upaya mendorong belajar membaca anak adalah dengan mengajak anak untuk membaca buku. Umumnya, buku bacaan anak-anak berisi tulisan yang disertai juga dengan gambar ilustrasi.
Membaca buku dengan teks dan gambar berkontribusi dalam mengasah kreativitas anak. Cerita di dalam buku akan membangun dunia baru dalam imajinasi anak-anak, membuat anak mampu berpikir out of the box.
  • Mengembangkan kemampuan berkonsentrasi
Jika anak dibiasakan untuk membaca sejak kecil, mereka akan memiliki kemampuan untuk berkonsentrasi yang lebih tinggi. Berbagai penelitian telah membuktikan hal ini. Tidak hanya konsentrasi, kebiasaan membaca juga membuat anak memiliki kesadaran disiplin yang tinggi.
Pada awalnya, anak Anda mungkin sulit untuk duduk diam dan mendengarkan ketika diajak untuk membaca. Hal ini sebenarnya sangat wajar terjadi, karena anak-anak cenderung lebih cepat bosan dan mudah terganggu.
 
Tapi, seiring berjalannya waktu, anak akan terbiasa dengan membaca dan lama-lama menjadi lebih mudah menaruh perhatian tinggi dan berkonsentrasi pada apa yang mereka baca. 
  • Membangun hubungan dengan orang tua
Ketika orang tua mencoba untuk mendorong belajar membaca anak, sebenarnya Anda juga sedang menghabiskan waktu bersama dengan anak. Kegiatan belajar membaca bisa juga menjadi sarana membangun hubungan yang lebih erat antara orang tua dengan anak.
 
Anak-anak yang terbiasa belajar membaca bersama orang tua akan merasa lebih aman ketika membaca. Tidak hanya itu, mereka juga akan memandang literasi dengan cara yang positif, karena kegiatan membaca selalu membangun emosi positif dalam diri mereka ketika dilakukan bersama dengan orang tua. 

Aktivitas untuk mendukung proses belajar membaca anak
Setelah memahami pentingnya belajar membaca anak, kini saatnya Anda menerapkan aktivitas untuk mendukung proses belajar anak di rumah. Berikut ini rekomendasi aktivitas yang bisa Anda coba: 
  • Membuat label kata
Tempelkanlah label berisi nama benda ke benda-benda yang ada di sekeliling rumah. Anak akan terbiasa untuk melihat huruf pada kata benda tersebut dan jadi lebih mudah mengenali huruf-huruf yang ada. 
  • Membuat permainan kata
Ajaklah anak untuk bermain menggunakan kata-kata dan huruf. Misalnya, tunjuk benda yang ada di rumah dan minta anak untuk menyebutkan huruf pertamanya. Dengan begitu, anak bisa menikmati belajar membaca dengan cara yang menyenangkan. 
  • Menyanyikan lagu
Ada banyak lagu yang liriknya berisi cara mengeja kata-kata dan deretan huruf. Putarlah atau menyanyikan lagu tersebut di rumah supaya anak terbiasa dengan huruf dan tahu cara mengeja suatu kata.
 
Anda bisa berkreasi untuk melakukan berbagai aktivitas pendukung belajar membaca anak di rumah. Proses belajar yang menyenangkan akan membuat anak lebih mudah belajar dengan cepat. 
 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 23 Oktober 20 - 08:42 WIB
Dalam Kategori : PARENTING, PERKEMBANGAN ANAK
Dibaca sebanyak : 93 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback