Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Hati-Hati, Gejala Neuroblastoma Berbeda di Setiap Lokasi Tumor

Hati-Hati, Gejala Neuroblastoma Berbeda di Setiap Lokasi Tumor
 
 
Kanker merupakan salah satu penyakit yang terkenal sangat berbahaya. Penyakit ini bisa menyerang semua orang dari berbagai golongan usia, termasuk anak-anak. Bahkan, salah satu jenis kanker yang cukup langka, yaitu neuroblastoma, menyerang anak-anak sejak masih dalam kandungan.
 
Neuroblastoma berkembang pada sel saraf khusus yang berfungsi untuk membawa pesan dari otak ke seluruh tubuh. Biasanya, kanker ini tumbuh pada area di sekitar kelenjar adrenal, sebuah kelenjar yang bertugas untuk menghasilkan hormon. Kelenjar ini terletak di bagian atas ginjal atau di jaringan saraf yang membentang di sepanjang sumsum tulang belakang di leher, dada, perut, dan pinggul.
 
Mengenal gejala neuroblastoma berdasarkan lokasi perkembangan tumor
Gejala awal dari kanker ini biasanya sulit untuk terdeteksi, karena hampir serupa dengan gejala penyakit lain yang umum menyerang anak. Ketika sel kanker sudah semakin berkembang, anak bisa merasakan gejala yang berbeda-beda, tergantung pada stadium kanker serta lokasi perkembangan tumor.
 
Pada area perut, anak mungkin mengalami gejala berupa:
  • Benjolak atau bengkak di area perut
  • Kesulitan buang air kecil dan buang air besar
  • Pembengkakan pada kaki yang disebabkan oleh tumor yang menekan pembuluh darah dan getah bening
  • Merasa kenyang terus-menerus, mengakibatkan penurunan berat badan
  • Sakit perut
Apabila sel kanker bertumbuh dan mencapai area pipi atau leher, anak bisa saja mengalami gejala yang meliputi:
  • Bengkak di wajah, leher, lengan, dan dada
  • Batuk atau kesulitan bernapas dan menelan
  • Perubahan pada mata, khususnya kelopak mata yang turun dan ukuran pupil yang tidak sama antara kedua mata
  • Sakit kepala dan pusing
Apabila sel kanker neuroblastoma telah menyebar ke area-area lain, anak akan mengalami gejala tambahan, seperti:
  • Pembesaran kelenjar getah bening, bisa karena infeksi, bisa juga karena serangan sel kanker
  • Nyeri tulang, kelemahan pada kaki dan lengan, memar di sekitar area mata
  • Anak mudah lelah, mudah tersinggung, mengalami banyak memar dan infeksi, khususnya bila penyebaran kanker mencapai sumsum tulang.
Kondisi neuroblastoma berdasarkan stadium kanker
Setelah melakukan diagnosa, dokter akan menentukan stadium kanker pada anak. Stadium ditentukan berdasarkan pada lokasi pertumbuhan sel kanker dan seberapa luas penyebarannya.
  • Stadium I
Pada stadium I, tumor baru berkembang di satu area tubuh anak. Sel tumor ini belum menyebar, sehingga bisa diangkat dengan mudah melalui operasi.
  • Stadium II
Pada stadium ini, tumor mungkin belum menyebar dan hanya berada pada satu area tubuh anak. Akan tetapi, dokter tidak bisa mengangkatnya melalui operasi. Selain itu, sel kanker bisa saja ditemukan juga pada kelenjar getah bening.
  • Stadium III
Memasuki stadium III, kondisi kanker sudah cukup parah yang ditandai dengan beberapa kondisi. Sel kanker mungkin berada pada bagian tengah tubuh anak dan menyebar ke kedua sisi tubuh.
Atau, sel kanker awalnya tumbuh di salah satu sisi tubuh, tetapi sudah menyebar ke sisi tubuh lainnya. Bila hal ini terjadi, tumor tidak bisa lagi diangkat melalui metode operasi.
  • Stadium IV
Pada stadium akhir ini, sel kanker sudah menyebar ke beberapa organ tubuh secara spesifik, seperti tulang, kulit, kelenjar getah bening, hati, dan organ-orang lainnya. Pada anak yang berusia di bawah satu tahun, sel kanker neuroblastoma belum menyebar ke area tulang di stadium IV.
Pengobatan untuk anak yang menderita neuroblastoma ditentukan oleh usia anak serta stadium kanker. Umumnya, anak dengan kondisi ini menjalani lebih dari satu metode pengobatan.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 25 Agustus 20 - 08:10 WIB
Dalam Kategori : NEUROBLASTOMA
Dibaca sebanyak : 67 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback