Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Gula Rafinasi Bagi Kesehatan

Gula Rafinasi Bagi Kesehatan
Orang-orang menjadi lebih waspada dengan konsumsi gula karena efek kesehatan yang dapat mereka timbulkan. Sayangnya, banyak juga orang yang menghindari gula yang muncul secara alami pada buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan dengan berpikir bahwa 'gula' berbahaya secara umum. Padahal gula alami tidak mengancam tubuh, namun sebaliknya dengan gula rafinasi.

 
Gula rafinasi adalah gula mentah atau sukrosa yang diekstraksi dari tebu atau tanaman lain dengan gula alami, yang kemudian menjalani pemrosesan. Jenis gula rafinasi yang paling umum adalah gula pasir atau gula putih dan sirup jagung fruktosa tinggi.
 
Dengan mengkonsumsi gula rafinasi dalam jumlah besar, terutama dalam bentuk minuman manis, secara konsisten dikaitkan dengan obesitas dan kelebihan lemak perut, faktor risiko untuk kondisi seperti diabetes dan penyakit jantung. Namun, sayangnya gula rafinasi sering ditemukan dalam berbagai makanan, sehingga sangat sulit untuk dihindari.
 
Secara khusus, makanan yang diperkaya dengan sirup jagung fruktosa tinggi dapat menyebabkan Anda menjadi kebal terhadap leptin, hormon yang memberi sinyal tubuh Anda kapan harus makan dan kapan harus berhenti. Hal inilah yang dapat menjelaskan hubungan antara gula rafinasi dan obesitas.
 
Berikut mengapa gula rafinasi pada umumnya lebih buruk untuk kesehatan Anda daripada gula alami:
 
●    Kelelahan 
Gula rafinasi adalah karbohidrat yang dapat dicerna tubuh Anda dengan cepat untuk mendapatkan energi. Ketika Anda mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula rafinasi, tubuh Anda mengubah gula menjadi glukosa, suatu bentuk gula sederhana yang dibawa melalui darah. Hal ini memberi tubuh Anda dorongan energi instan, namun begitu gula dimetabolisme, tingkat energi Anda akan turun lagi.
Jika pasokan glukosa dalam tubuh Anda naik dan turun, katakanlah dari konsumsi makanan atau minuman yang tinggi akan gula rafinasi, akan membuat Anda cepat merasa lelah.
 
●    Liver
Gula yang berlebihan disimpan dalam hati sebagai glikogen, versi glukosa yang ramah-penyimpanan. Jika Anda mengonsumsi makanan gula rafinasi setiap hari dan berlebihan, hal ini memungkinkan Anda memberi terlalu banyak tekanan pada hati Anda. Pada dasarnya, hati Anda memiliki ruang penyimpanan terbatas, sehingga terlalu banyak glikogen dapat menyebabkan hati atau liver mengembang.
 
●    Jantung 
Mengkonsumsi gula rafinasi dalam jumlah besar menyebabkan Anda memiliki trigliserida yang lebih tinggi dan kadar kolesterol HDL ('baik') yang rendah. Karena kolesterol HDL membantu mengangkut kolesterol dari sel-sel tubuh kembali ke hati, kadar yang rendah dapat mengakibatkan peningkatan risiko penyakit jantung.
 
●    Gigi
Ketika Anda sering mengkonsumsi makanan yang mengandung gula rafinasi, seperti cokelat, permen atau kue, gula rafinasi tersebut dapat tersangkut di gigi dan di antara gigi Anda. Bakteri alami di mulut Anda tumbuh dengan baik pada gula-gula tersebut dan menyebabkannya menghasilkan asam yang dapat mulai mengikis enamel gigi Anda, menyebabkan gigi enamel gigi melemah seiring berjalannya waktu.
 
Gula secara alami ditemukan dalam banyak makanan. Dua contoh populer termasuk laktosa dalam susu dan fruktosa dalam buah. Dari perspektif kimia, tubuh Anda memecah gula alami dan rafinasi menjadi molekul identik, memproses keduanya dengan cara yang sama. Namun, gula alami biasanya muncul pada makanan yang menyediakan nutrisi bermanfaat lainnya. Gula alami cenderung terdapat pada makanan yang kaya serat, protein, dan nutrisi serta senyawa penunjang kesehatan lainnya, menjadikannya lebih bermanfaat daripada gula rafinasi.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 27 Maret 20 - 12:25 WIB
Dibaca sebanyak : 32 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback