Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Graft Versus Host Disease, Berbahayakah Bagi Tubuh?

Graft Versus Host Disease, Berbahayakah Bagi Tubuh?
 
Transpantasi organ merupakan upaya medis yang memiliki berbagai risiko salah satunya adalah graft versus host disease (GvHD). Kondisi GvHD dapat terjadi pada seseorang pascatranplantasi. Penyebab GvHD secara pasti belum diketahui, namun beberapa faktor dapat memperbesar risiko. Beberapa faktor tersebut meliputi jenis transplantasi yang dilakukan adalah sel punca dan pendonor pernah hamil sebelumnya. Selain itu, faktor lain berupa pendonor dan penerima tidak memiliki hubungan darah dekat, usia tua, jenis kelamin berbeda juga bisa meningkatkan risiko GvHD pascatransplantasi. GvHD sendiri terbagi menjadi jenis akut dan kronis. Berikut penjelasan lengkapnya.
 
Graft versus host disease akut dan gejalanya
Graft versus host disease akut terjadi dalam 100 hari setelah pasien melakukan operasi tranplantasi. Berikut ini merupakan gejala GvHD akut yang dialami yaitu:
  • Demam
  • Kulit dan bagian putih mata menjadi kuning
  • Turunnya nafsu makan
  • Nyeri perut
  • Kadar se darah merah rendah
 
Graft versus host disease kronis dan gejalanya
Graft versus host disease akut terjadi pada lebih dari 100 hari setelah pasien melakukan operasi tranplantasi. Berikut ini merupakan gejala GvHD kronis yang dialami yaitu:
  • Rambut rontok
  • Mulut dan kerongkongan kering
  • Sering mengalami mengi
  • Vagina kering dan sering iritasi
  • Warna kulit lebih gelap
  • Penebalan kulit
  • Nyeri sendi
  • Mata lebih sensitif terhadap cahaya
  • Mata kering dan sering iritasi
  • Batuk terus menerus
  • Kuku menjadi rapuh
 
Diagnosis graft versus host disease
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter perlu melakukan serangkaian proses pemeriksaan. Berikut ini pemeriksaan yang dilakukan untuk mendiagnosis GvHD.
  • Tanya jawab untuk mengecek riwayat operasi pasien
  • Pemeriksaan fisik pada sistem organ yang mengalami masalah karena GvHD
  • Pemeriksaan penunjang untuk memastikan GvHD meliputi tes darah dan biopsi
 
Pengobatan graft versus host disease
GvHD dapat sembuh apabila ditangani dengan segera dan pengobatan sesuai. Berikut ini beberapa pengobatan yang dapat dilakukan.
  • Obat penekan imun
Pemberian obat penekan imun bisa dijadikan pengobatan GvHD. Akan tetapi, dengan mengonsumsi obat imunosupresan maka Anda akan berisiko terkena penyakit lain seperti infeksi bakteri dan jamur. Beberapa jenis obat yang mungkin diresepkan oleh dokter adalah antithymocyte globulin, thalidomide, infliximab, dan kortikosteroid (prednisolone ataau methylprednisolone).
  • Extracorporealphotophoresis (ECP)
Selain pemberian obat, terapi ECP dapat dilakukan sebagai upaya pengobatan GvHD. Terapi ini mengombinasikan leukoferensis dengan terapi fotodinamik. Pada terapi ini, paparan sensitizing agent diikuti oleh radiasi ultravioler akan diberikan pada darah pasien yang telah diambil. Setelah selesai, darah tersebut kemudian dikembalikan ke dalam tubuh melalui infus.
  • Penanganan tambahan
Selain pemberian obat penekan imun dan ECP, maka hal lain bisa dilakukan sebagai pengobatan. Gejala spesifik yang muncul karena GvHD juga perlu ditangani dengan beberapa langkah seperti:
  • Pemberian obat kumur khusus
  • Penggunaan krim steroid
  • Menjaga kulit selalu lembab
  • Penggunaan tetes mata berisi air mata buatan atau obat steroid
  • Pemberian cairan infus pada kasus dehidrasi
 
Risiko terjadinya graft versus host disease cukup tinggi pada tranplantasi sel punca. Hal itu disebabkan transplantasi sel punca biasanya dilakukan pada kondisi medis tertentu yang berkaitan dengan darah serta sistem kekebalan tubuh seperti kanker kelenjar getah bening dan kanker darah. Jika Anda mengalami berbagai gejala GvHD pascatransplantasi terutama transplantasi sel punca maka segera konsultasikan pada dokter. Konsultasi juga dapat dilakukan secara online melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.  
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Kamis, 17 Desember 20 - 10:44 WIB
Dibaca sebanyak : 70 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback