Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Gerakan Senam Osteoporosis yang Perlu Dihindari

Gerakan Senam Osteoporosis yang Perlu Dihindari
Penderita osteoporosis dianjurkan untuk tetap menerapkan gaya hidup sehat yang baik untuk tulang, salah satunya dengan rutin  berolahraga. Namun, jenis olahraga yang dilakukan tentu saja tidak bisa sembarangan. Jenis olahraga yang paling dianjurkan untuk pasien osteoporosis adalah senam dan beberapa olahraga sejenis. Lalu, gerakan senam osteoporosis seperti apa yang dianjurkan untuk penderita yang mengalami pengeroposan tulang?
 
Untuk mencegah dampak buruk yang dapat ditimbulkan, beberapa gerakan harus Anda hindari ketika melakukan senam osteoporosis. Beberapa gerakan yang memperburuk kondisi penderita osteoporosis antara lain:
  • Olahraga kardio
Gerakan kardio seperti melompat, berlari, atau jogging dapat membuat penderita osteoporosis mengalami patah tulang.  Hindari gerakan yang memicu hentakan cepat pada tubuh Anda. Untuk menghindari dampak buruk yang bisa ditimbulkan, Anda disarankan untuk memilih olahraga dengan gerakan lambat dan terkontrol.
  • Membungkuk dan memutar badan
Bagi penderita osteoporosis, gerakan membungkuk dan memutar pinggang meningkatkan risiko patah tulang kompresi pada susunan tulang belakang.  Beberapa olahraga yang mengharuskan Anda untuk membungkuk atau memutar pinggang seperti sit up, golf, tenis, bowling, hingga yoga harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
 
Senam osteoporosis dapat memperkuat otot-otot tubuh seperti perut, bokong, maupun pinggul, memperbaiki postur, mengurangi rasa sakit, serta meningkatkan keseimbangan tubuh penderitanya. Berikut beberapa gerakan-gerakan senam yang disarankan bagi Anda penderita osteoporosis:
  • Bicep curls
Gerakan satu ini bisa Anda lakukan sambil duduk maupun berdiri. Untuk melakukan gerakan ini, Anda perlu menyiapkan resistance band atau bisa juga dengan barbel seberat ½ hingga 2 kg.Untuk pengguna barbel, taruh beban pada masing-masing tangan, lalu angkat beban ke arah dada hingga otot bisep lengan Anda berkontraksi. Setelah itu, turunkan lengan ke posisi awal. Ulangi gerakan tersebut sebanyak 8 hingga 12 kali dalam dua set. Hal serupa juga berlaku bagi pengguna resistance band. Hanya saja, Anda harus menginjak salah satu sisi alat ini menggunakan kaki, sebelum kemudian melakukan tarikan seperti saat mengangkat dumbel pada sisi satunya.
  • Squat
Squat merupakan gerakan dalam senam osteoporosis yang berguna untuk memperkuat bokong dan bagian depan kaki. Untuk melakukan gerakan ini, buka kaki hingga selebar pinggul terlebih dahulu. Supaya keseimbangan tetap terjaga, Anda diperbolehkan untuk meletakkan tangan di atas perabotan yang kokoh. Setelah itu, tekuk lutut dan mulai berjongkok secara perlahan. Pastikan tubuh Anda tetap dalam kondisi tegak saat melakukan gerakan ini. Kencangkan bokong Anda sebelum kemudian berdiri ke posisi semula. Ulangi gerakan ini sebanyak 8 hingga 12 kali, sesuai kemampuan Anda.
  • Hip leg lifts
Untuk melakukan hip leg lifts, buka kaki Anda hingga selebar pinggung. Setelah itu, pusatkan berat badan Anda ke kaki kiri. Lalu, angkat kaki kanan ke samping. Pastikan kaki kanan tetap dalam kondisi lurus ketika diangkat dan tingginya kurang dari 15 cm di atas lantai. Ulangi sebanyak 8 hingga 12 kali sebelum kemudian tumpuan berpindah ke kaki kanan. Gerakan dalam senam osteoporosis ini berguna untuk meningkatkan keseimbangan tubuh dan memperkuat otot-otot sekitar pinggul. Jika merasa kesulitan ketika melakukan gerakan ini, Anda diperbolehkan untuk berpegangan pada perabotan kokoh untuk menjaga keseimbangan.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Senin, 12 Oktober 20 - 09:44 WIB
Dalam Kategori : GERAKAN SENAM, OSTEOPOROSIS, KESEHATAN TULANG
Dibaca sebanyak : 37 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback