Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Gejala Hemofilia Yang Perlu Anda Ketahui

Gejala Hemofilia Yang Perlu Anda Ketahui
Pernahkah Anda mendengar istilah hemofilia? Hemofilia adalah kondisi langka di mana darah tidak dapat membeku dengan baik. Kondisi ini biasanya ditemukan pada pria.
 
Hemofilia merupakan gangguan pendarahan bawaan akibat rendahnya kadar protein yang disebut “faktor pembekuan”. Hal ini membuat darah menjadi susah membeku dan dapat mengakibatkan pendarahan hebat. Ada 13 jenis faktor pembeku yang bekerja bersama trombosit, sel darah kecil yang terbentuk di sumsum tulang, untuk membantu membekukan darah. Menurut Federasi Hemofilia Dunia (WFH), 1 dari 10 ribu orang di dunia lahir dengan kondisi kesehatan ini. 
 
Orang-orang dengan hemofilia akan mudah mengeluarkan darah. Darah tersebut juga akan membutuhkan waktu yang lama untuk benar-benar membeku. Orang-orang dengan hemofilia bisa mengalami pendarahan dengan tiba-tiba dan pendarahan di dalam dan juga persendian bengkak akibat pendarahan yang sakit. Kondisi kesehatan yang langka dan serius ini dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa. Ada 3 jenis hemofilia, yaitu hemofilia A, B, dan C. 
 
• Hemofilia A merupakan tipe hemofilia yang paling umum dan sering dijumpai. Hemofilia ini disebabkan karena kekurangan faktor VIII. Menurut Institut Jantung, Paru-paru dan Darah Nasional, 8 dari 10 orang yang menderita hemofilia memiliki hemofilia A.
• Hemofilia B juga disebut dengan penyakit Natal. Hemofilia jenis ini disebabkan karena kekurangan faktor IX.
• Hemofilia C merupakan bentuk jinak dari penyakit ini. Disebabkan karena kekurangan faktor XI. Orang-orang yang memiliki tipe langka dari hemofilia ini sering tidak mengalami pendarahan tiba-tiba. Pendarahan biasanya terjadi akibat trauma ataupun setelah operasi.
Hemofilia merupakan kondisi turunan dan tidak dapat diobati. Akan tetapi, perawatan untuk meminimalisir geala serta mencegah komplikasi kesehatan di kemudian hari tersedia. 
 
Gejala hemofilia
 
Gejala hemofilia yang muncul tergantung pada tingkat keparahan defisiensi faktor Anda. Orang-orang yang memiliki defisiensi ringan dapat berdarah akibat trauma. Sementara orang-orang dengan defisiensi parah dapat berdarah tanpa alasan apapun, yang dapat disebut dengan pendarahan spontan. Pada kasus anak, gejala hemofilia dapat terlihat saat anak berusia 2 tahun. Pendarahan spontan dapat menyebabkan hal-hal berbahaya seperti darah pada urin dan kotoran, lebam yang dalam, besar, dan tidak dapat dijelaskan, pendarahan hebat, gusi berdarah, sering mimisan, dan rasa sakit pada persendian. Hemofilia dapat menyebabkan komplikasi kesehatan seperti kerusakan persendian akibat pendarahan berulang kali, pendarahan di dalam tubuh, dan gejala saraf akibat pendarahan di dalam otak. Anda juga memiliki risiko terkena infeksi, misalnya hepatitis, ketika Anad menerima donor darah. 
Hidup dengan hemofilia
 
Penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Namun ada beberapa cara untuk mengurangi risiko pendarahan berlebih dan melindungi persendian. Cara tersebut misalnya olahraga dengan teratur, menghindari obat-obatan tertentu seperti aspirin, obat antiinflamasi nonsteroid, dan heparin atau pengencer darah. Anda juga harus menjaga kesehatan gigi dan mulut. 
 
Sebagai tindak pencegahan, seseorang bisa mendapatkan suntikan faktor pembeku VIII versi buatan secara teratur untuk hemofilia A dan IX untuk hemofilia B. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit juga merekomendasikan pengecekan infeksi yang ditularkan lewat darah seperti HIV dan hepatitis secara teratur. Vaksinasi untuk melawatan hepatitis A dan B juga dianjurkan. Hal ini disebabkan orang-orang dengan hemofilia memiliki risiko tinggi terkena penyakit ini apabila menerima donor darah. Untuk melindungi luka dan mencegah pendarahan, seseorang dengan hemofilia dapat menggunakan bantalan. Perhatian lebih dibutuhkan khususnya apabila Anda ingin berpartisipasi dalam kegiatan olahraga atau aktivitas berdampak tinggi. 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 01 Januari 20 - 21:30 WIB
Dalam Kategori : HEMOFILIA, PENYAKIT
Dibaca sebanyak : 116 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback