Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Gejala-Gejala yang Menandai Sleep Apnea pada Anak

Gejala-Gejala yang Menandai Sleep Apnea pada Anak
Sleep apnea atau gangguan pernapasan saat tidur lekat sebagai kondisi kesehatan pada orang dewasa. Namun, tak sedikit anak-anak juga menderita sleep apnea. Biasanya hal ini tidak disadari lantaran kurangnya informasi akan kondisi ini.
Sleep apnea adalah gangguan tidur yang terjadi ketika otak dan bagian tubuh lain tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Gara-garanya tak lain adalah penyumbatan di jalur pernapasan sehingga udara yang masuk ke paru-paru terhambat.
Pada anak-anak, sleep apnea digadang-gadang terjadi lantaran kondisi anatomi di rongga mulutnya, seperti ukuran trakea yang sempit, lidah besar, ukuran rahang yang terbilang kecil, dan memiliki amandel. Sementara sleep apnea yang terjadi pada orang dewasa cenderung lebih kompleks untuk dijelaskan.
Nah, sebagai orangtua, ada beberapa hal yang dapat Anda curigai sebagai gejala sleep apnea pada anak, di antaranya:
  • Mendengkur dengan Keras
Ngorok kencang atau mendengkur merupakan tanda utama sleep apnea pada anak yang harus Anda waspadai. Pada saat tidur, saluran napas anak seharusnya dalam keadaan lemas dan melebar, tetapi sleep apnea malah menyebabkan penyempitan sehingga setiap tarikan napas anak membuat jaringan di sekitar jalur pernapasannya bergetar, dan menghasilkan suara ngorok.
  • Sleep Walking atau Berjalan Sambil Tidur
Meski penyebab anak tidur sambil berjalan sulit diketahui, tapi sleep apnea dicurigai kuat sebagai salah satu faktor utamanya. Pasalnya, orang yang memiliki sleep apnea sering terbangun beberapa kali saat tidur. Nah, hal tersebutlah yang menyebabkan anak jadi lebih mungkin melakukan kebiasaan tidur sambil jalan.
  • Gigi Meggemeretak
Menggemeretakkan gigi (bruxism) juga bisa menjadi tanda sleep apnea pada anak. Kebiasaan buruk ini terjadi di luar kendali, sehingga orang yang mengalaminya tidak menyadari. Sleep apnea sering terjadi ketika jaringan lunak seperti amandel, kelenjar gondok, dan lidah di bagian belakang tenggorokan menghalangi jalan napas. Nah, menggeremetakkan gigi ini mungkin merupakan salah satu refleks tubuh untuk menjaga jalan napas supaya tetap terbuka.
Kebiasaan menggemeretakkan gigi yang masih dalam tahap ringan memang tidak memerlukan perawatan atau pengobatan lebih lanjut. Akan tetapi untuk beberapa kasus, kebiasaan buruk ini bisa sampai menyebabkan kelainan bentuk dagu, sakit kepala, merusak gigi, dan masalah-masalah lainnya.
  • Mengompol
Anak-anak memang sering memiliki kebiasaan ngompol atau berkemih ketika tidur. Anda harus waspada jika anak di atas lima tahun masih sering mengompol. Pasalnya, ini bisa jadi salah satu tanda sleep apnea pada anak.
Ngompol saat tidur muncul akibat terhambatnya produksi hormon anti-deuretik (ADH) yang berfungsi untuk mencegah si kecil buang air kecil di malam hari. Nah, apabila hormon tersebut tidak dihasilkan, maka akan membuat anak lebih sering ngompol. Selain itu, sleep apnea juga akan membuat anak lebih peka terhadap kandung kemih yang cepat penuh pada malam hari, sehingga ia rentan ngompol.
  • Keringat Berlebih
Jika Anda melihat piyama, seprai, atau selimut si kecil basah kuyup oleh keringat pada pagi hari meski AC atau kipas angin menyala sepanjang malam, ini mungkin pertanda bahwa anak Anda berjuang untuk bisa bernapas saat tidur malam. Sleep apnea menyebabkan penurunan kadar oksigen ke seluruh tubuh akibat terhambatnya jalur napas. Kesulitan bernapas ini dapat menyebabkan tekanan darah anak melonjak tanpa disadari dan meningkatkan produksi hormon stres yang dapat menyebabkannya berkeringat banyak.
  • Gelisah
Tidur yang gelisah juga merupakan tanda sleep apnea pada anak. Pasalnya, kesulitan bernapas membuatnya refleks untuk terus mencari posisi tidur yang paling nyaman untuknya bisa bernapas lebih baik. Selain itu, Anda mungkin bisa menemukan si kecil tidur dengan posisi yang aneh dari kebanyakan orang.
***
Sebenarnya pada tahap yang wajar, sleep apnea tidak membahayakan atau tidak perlu untuk dikhawatirkan. Namun, ketika frekuensi dari gejala-gejala itu semakin tinggi, anak harus mendapat pertolongan medis. Membawanya ke dokter adalah langkah yang bijak. Anda akan mengetahui secara pasti apa yang tengah dialami anak Anda sehingga pengobatan atau perawatan dapat segera diberikan kepadanya.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 27 Maret 20 - 14:03 WIB
Dalam Kategori : SLEEP APNEA
Dibaca sebanyak : 36 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback