Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Dua Jenis Vertigo yang Tidak Boleh Diabaikan Begitu Saja

Dua Jenis Vertigo yang Tidak Boleh Diabaikan Begitu Saja
Vertigo adalah salah satu gangguan kesehatan yang paling sering dikeluhkan. Diambil dari bahasa Latin verto yang berarti berputar, salah satu gejala umum vertigo adalah sakit kepala yang disertai dengan sensasi berputar atau melayang.
 
Secara umum, terdapat dua jenis vertigo yang perlu Anda waspadai, yaitu vertigo perifer dan vertigo sentral. Mengapa penting bagi Anda untuk mengetahui jenis vertigo? Singkatnya, dengan mengetahui perbedaan kedua jenis vertigo, Anda akan lebih mudah dalam mencari pengobatan yang sesuai dengan gejala yang Anda alami.
 
Diagnosis jenis vertigo: vertigo perifer dan vertigo sentral
Lalu, bagaimana cara untuk mengetahui apakah vertigo yang Anda alami tergolong dalam vertigo perifer atau vertigo sentral?
 
Dalam tahap awal, dokter akan melakukan pengecekan kondisi kesehatan pasien, seperti menanyakan gejala yang dialami dan riwayat kesehatan pribadi maupun keluarga. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lanjut, seperti:
 
  • Tes romberg: dilakukan dengan berdiri tegaksambil menutup mata. Kemungkinan yang akan terjadi, yaitu jika selama Anda berdiri, keseimbangan tubuh menjadi tidak stabil ketika memejamkan mata secara bersamaan.
  • Tes Fukuda-Unterberger: dilakukandengan berjalan di tempat selama 30 detik sambil menutup mata. Jika selama kegiatan tersebut posisi tubuh Anda miring ke salah satu sisi, kemungkinan yang terjadi adalah Anda menderita vertigo perifer.
 
Jika diperlukan, dokter akan merekomendasikan pasien untuk melakukan pindai gambar pada area kepala dengan CT Scan maupun MRI.
 
Apa penyebab vertigo perifer dan vertigo sentral?
Walau pada dasarnya vertigo disebabkan oleh adanya gangguan pada organ yang berfungsi untuk mengontrol keseimbangan tubuh, namun terdapat perbedaan penyebab secara spesifik yang memicu timbulnya jenis vertigo tertentu.
 
Vertigo perifer terjadi karena adanya gangguan di telinga bagian dalam yang berfungsi mengatur keseimbangan. Di sisi lain, vertigo sentral dipicu oleh gangguan pada otak, khususnya di bagian serebelum atau area otak yang mengontrol keseimbangan dan koordinasi tubuh.
 
Penyebab vertigo sentral
 
  • Multiple sclerosis
  • Kejang
  • Stroke
  • Tumor pada area serebelum
  • TIA (transient ischemic attacks) atau stroke sementara
  • Gangguan pada pembuluh darah
  • Efek samping obat, seperti aspirin dan antikejang dan akibat konsumsi alkohol
  • Migrain
 
Penyebab vertigo perifer
 
  • Adanya cedera pada telinga atau area kepala
  • Penggunaan obat, seperti antibiotik, amiglikosida, diuretik, atau salisilat yang berakhir mengganggu struktur telinga bagian dalam
  • BPPV(benign paroxysmal positional vertigo): vertigo akibat kristal kalsium yang mengambang di area telinga bagian dalam
  • Penyakit Meniere: vertigo karena penumpukan cairan pada bagian dalam
  • Neuronitis: peradangan saraf vestibular yang menghubungkan telinga bagian dalam dengan otak
  • Tumor di sekitar area saraf vestibular
 
Apa saja gejala vertigo perifer dan vertigo sentral yang perlu diwaspadai?
Gejala umum dari kedua jenis vertigo ini serupa, yaitu rasa pusing atau sakit kepala disertai sensasi berputar atau melayang. Tidak jarang, kondisi ini juga memicu rasa mual dan muntah. Namun, secara spesifik, terdapat perbedaan gejala di antara dua jenis vertigo ini.
 
  • Gejala vertigo perifer: rasa pusing, telinga berdenging, mual, muntah, dehidrasi, dan kehilangan pendengaran. Tidak jarang, pasien akan merasakan gangguan pada fokus penglihatannya akibat gerakan mata yang tidak terkontrol.
  • gejala vertigo sentral: rasa lemas pada tungkai, kesulitan berbicara dan menelan, pandangan yang berbayang, sakit kepala, hingga mengalami kelumpuhan pada area tertentu di wajah.
 
 



Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Kamis, 13 Agustus 20 - 12:00 WIB
Dibaca sebanyak : 78 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback