Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Diagnosis Hidrosefalus pada Anak

Diagnosis Hidrosefalus pada Anak

Salah satu proses pemeriksaan yang kerap diandalkan para dokter ahli saraf guna melakukan diagnosa hidrosefalus pada anak adalah ventrikulografi. Selain dari beberapa pemeriksaan umum yang dilakukan, seperti pemeriksaan tanda fisik, koordinasi dan keseimbangan, pemeriksaan sensorik hingga kondisi otot.

Definisi singkat dari pemeriksaan tersebut adalah sebuah metode dari pencitraan otak yang memakai pewarna yang kemudian disuntikan. Selain itu, penggunaan sinar x yang tujuannya untuk memvisualisasikan ventrikel pada otak. Ventrikel merupakan ruang jantung yang fungsinya memompa darah ke seluruh tubuh.

Diagnosis Hidrosefalus

Ventrikulografi

Pada umumnya prosedur yang biasa dilakukan untuk melakukan diagnosis pada penyakit hidrosefalus adalah dengan melakukan pemindaian otak seperti CT scan dan MRI. Observasi langsung juga bisa digunakan untuk melakukan diagnosa terhadap penyakit ini, khususnya untuk hidrosefalus dengan tekanan intrakranial.

Observasi biasanya dilakukan dengan cara mengamati bagaimana cara berjalan, kemampuan mental hingga beberapa gejala yang mempengaruhi kontrol kandung kemih. Namun selain itu, terdapat diagnosa lain yang bisa digunakan untuk mendeteksi penyakit hidrosefalus pada anak, yakni menggunakan teknik ventrikulografi.

Penyakit hidrosefalus muncul dikarenakan tidak seimbangnya produksi dan penyerapan cairan yang terjadi di dalam otak. Akibat hal itu, cairan yang terdapat di dalam otak terlalu banyak dan membuat tekanan dalam kepala meningkat. Kondisi ini bisa disebabkan beberapa faktor, seperti aliran cairan otak tersumbat, produksi cairan otak lebih cepat dari penyerapan dan penyakit atau cedera parah.

Merupakan pemeriksaan yang dilakukan dengan memasukkan kontras berupa oksigen murni atau kontras lain, prosesnya memakai alat tertentu menembus melalui fontanela anterior yang kemudian masuk ke dalam ventrikel. Setelah kontras masuk, nantinya akan terlihat dengan jelas kontras akan mengisi ruang ventrikel yang melebar.

Untuk anak yang besar karena fontanela biasanya telah menutup, untuk bisa memasukkan kontras nantinya akan dibuatkan lubang menggunakan bor pada kranium di bagian frontal atau oksipitalis. Pemeriksaan ini sangat sulit dilakukan dan memiliki risiko yang tinggi, bahkan pada rumah sakit yang telah memiliki fasilitas CT scan, prosedur ini sudah tidak lagi dipakai.

Diagnosis CT Scan Kepala

CT scan pada hidrosefalus obstruktif menunjukkan adanya pelebaran dari ventrikel lateralis dan ventrikel III. Selain itu, ventrikel IV mempunyai ukuran normal dan muncul penurunan densitas karena adanya reabsorpsi transependymal dari CSS. Selain itu, CS scan pada hidrosefalus komunikan menunjukkan dilatasi ringan dari semua sistem ventrikel termasuk ruang subarakhnoid.

MRI Kepala

Diagnosis menggunakan MRI kepala dapat memperlihatkan gambaran anatomi kepala secara detail, selain itu diagnosis dengan cara ini sangat bermanfaat untuk mengidentifikasi tempat obstruktif. MRI menjadi pemeriksaan radiologis yang paling penting selain CT scan, karena bisa dengan jelas menunjukkan ventrikel yang membesar ketimbang diagnosis yang pertama.

Cara Mencegah Hidrosefalus

Secara khusus tidak ada pencegahan yang direkomendasikan para dokter terhadap penyakit ini, namun terdapat beberapa hal yang bisa dipakai untuk menurunkan risiko penyakit ini, salah satunya adalah melakukan pemeriksaan selama masa kehamilan yang rutin dilakukan para ibu hamil. Sementara, vaksinasi atau imunisasi yang dilakukan sesuai rekomendasi juga bisa dilakukan.

Pencegahan infeksi terutama terhadap mumps dan rubella dapat untuk menurunkan risiko bayi terkena hidrosefalus. Selain itu, pencegahan juga bisa dilakukan dengan menggunakan alamat pengaman seperti helm sebagai cara menghindari trauma kepala. Perlu diketahui, pada bayi terdapat beberapa tanda dan gejala yang bisa dilihat.

Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 09 Juni 20 - 09:42 WIB
Dalam Kategori : VENTRIKULOGRAFI
Dibaca sebanyak : 157 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback