Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Diagnosa, Perawatan, dan Pencegahan Keracunan Merkuri

Diagnosa, Perawatan, dan Pencegahan Keracunan Merkuri
Merkuri adalah sebuah unsur logam alkali yang lazim ditemukan dalam jumlah kecil di produk-produk yang Anda pakai sehari-hari. Dalam jumlah yang kecil dan terbatas, paparan terhadap zat merkuri ini biasanya dianggap aman serta tidak membahayakan kesehatan. Akan tetapi, penumpukan merkuri dalam jumlah yang tinggi sangat berbahaya, dan dapat menyebabkan keracunan merkuri. Dalam suhu ruangan, merkuri berbentuk cairan. Merkuri juga mudah menguap, menjadi bercampur dengan air hujan, air dan tanah, dan menempel pada tanaman, hewan, serta manusia. Merkuri sering menjadi produk sampingan proses-proses industri, seperti membakar batubara sebagai sumber energi. 
 
Gejala dan diagnosa
Gejala keracunan merkuri dapat dilihat dari efeknya terhadap saraf manusia. Menurut Lembaga Obat dan Makanan (FDA) dari Amerika Serikat, keracunan merkuri dapat menyebabkan depresi, kecemasan, gangguan ingatan, mati rasa, tremor, sifat mudah marah, dan rasa malu patologis. Hubungi dan konsultasi dengan dokter apabila Anda mencurigai adanya tanda-tanda keracunan merkuri.
 
Untuk mendiagnosa keracunan merkuri, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes darah serta air seni. Tes darah dan air seni ini digunakan untuk mengukur kadar merkuri yang ada di dalam tubuh. Dokter juga akan menanyakan gejala apa saja yang dirasakan, serta kapan gejala tersebut bermula, dan makanan apa saja yang dikonsumsi serta kebiasaan gaya hidup tertentu. Dokter juga akan menanyakan seputar lingkungan tempat tinggal dan bekerja pasien, apakah pasien tinggal di dekat pabrik atau bekerja di tempat tersebut. Apabila dideteksi dengan dini, keracunan merkuri dapat dihentikan. Efek menyerang saraf akibat keracunan merkuri bersifat permanen. Apabila Anda mencurigai anak dan anggota keluarga lain menderita keracunan merkuri, segera hubungi dokter dan mendapatkan layanan kegawatdaruratan. 
 
Perawatan keracunan merkuri
Sayangnya, hingga saat ini, tidak ada obat untuk keracunan merkuri. Satu-satunya cara untuk mengatasinya hanyalah dengan menghentikan paparan merkuri dengan menjauhi sumber-sumber logam ini. Contohnya, apabila Anda gemar mengonsumsi makanan laut yang banyak mengandung merkuri (seperti ikan tuna, ikan salmon, udang, ikan lele, dan ikan teri), kurangi atau berhentilah mengonsumsinya. Selain itu, apabila keracunan merkuri disebabkan karena faktor lingkungan tempat tinggal dan bekerja, dokter akan menyarankan pasien untuk pindah atau menambah keamanan di tempat kerja guna mengurangi paparan terhadap zat berbahaya tersebut. Keracunan merkuri juga dapat menyebabkan komplikasi kesehatan jangka panjang. Dokter akan merawat dan mengobati komplikasi tersebut secara terpisah. 
 
Mencegah keracunan merkuri
Cara terbaik dalam mencegah keracunan merkuri dari makanan adalah dengan mengurangi serta memerhatikan makanan laut apa saja yang Anda makan. Contohnya, hanya sesekali makan ikan berukuran besar dan menghindari mengonsumsi ikan yang mengandung merkuri dalam jumlah tinggi ketika Anda hamil. Apabila Anda gemar makan sushi, berhati-hatilah dalam mengonsumsi “sushi roll”, karena sushi jenis ini biasanya terbuat dari ikan yang mengandung merkuri dalam jumlah besar. Selain kewaspadaan pilihan makanan, gaya hidup yang sehat juga memiliki peran besar dalam mencegah keracunan merkuri. Cucilah tangan apabila Anda merasa telah terpapar merkuri akibat menyentuh benda seperti termometer dan baterai. 
 
Merkuri merupakan unsur logam yang sangat beracun bagi manusia. Mengingat tidak ada obat untuk keracunan merkuri, cara yang terbaik adalah dengan menghindari atau mengurangi paparan terhadap zat beracun ini. Konsultasi dengan dokter apabila Anda melihat adanya tanda-tanda keracunan merkuri, karena dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang dan bahkan kematian apabila dibiarkan dan tidak dirawat.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 11 Agustus 20 - 13:36 WIB
Dalam Kategori : KERACUNAN MERKURI
Dibaca sebanyak : 149 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback