Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Diagnosa, Perawatan, dan Pencegahan Ensefalopati

Diagnosa, Perawatan, dan Pencegahan Ensefalopati

Ensefalopati memiliki arti kerusakan atau penyakit yang mempengaruhi otak. Kondisi ini terjadi ketika ada perubahan terhadap bagaimana otak bekerja atau perubahan pada tubuh yang mempengaruhi otak. Perubahan-perubahan tersebut menyebabkan kondisi mental yang berubah, membuat penderita menjadi bingung atau bertindak tidak sebagaimana biasanya. Ensefalopati bukanlah nama dari satu penyakit, melainkan sekumpulan gangguan dengan beberapa penyebab. Kondisi ini merupakan sebuah masalah kesehatan yang serius, dan apabila tidak mendapatkan perawatan yang tepat dapat menyebabkan kerusakan otak sementara maupun permanen. Ensefalopati berbeda dengan ensefalitis. Keduanya memiliki nama yang hampir sama. Dalam kasus ensefalitis, otak menjadi bengkak dan meradang. Sementara dalam kasus ensefalopati, kondisi mental yang terpengaruh oleh beberapa jenis masalah kesehatan. Ensefalitis dapat menyebabkan ensefalopati. 

Gejala dan diagnosa

Gejala yang ditimbulkan oleh ensefalopati berbeda-beda, tergantung penyebab dan jenisnya. Namun, umumnya, gejala ensefalopati meliputi bingung, hilang ingatan, perubahan kepribadian, kesulitan berpikir dan fokus. Beberapa orang juga akan mengalami kesulitan berbicara, otot lemah, pergerakan mata yang tidak terkontrol, tremor, kesulitan dalam menelan, ngantuk, serta kejang. Apabila Anda memiliki gejala tersebut atau melihat orang lain memiliki gejala serupa, segera hubungi dokter agar mendapatkan perawatan kegawatdaruratan secepatnya. 

Untuk mendiagnosa ensefalopati, dokter akan bertanya seputar riwayat medis dan gejala yang Anda alami. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan medis untuk memeriksa gejala mental dan neurologis. Apabila dokter Anda mencurigai adanya penyakit otak, mereka akan melakukan serangkaian tes untuk menentukan penyebab dan seberapa parah penyakit yang Anda derita. Beberapa tes yang dapat dilakukan di antaranya adalah:

- Tes darah guna mendeteksi adanya penyakit, bakteri, virus, racun, ketidakseimbangan hormon atau kima, dan prion

- Dokter akan mengambil sampel cairan sumsum tulang belakang untuk mencari penyakit, bakteri, virus, racun, atau prion

- Pemindaian CT atau MRI pada otak guna mendeteksi adanya ketidaknormalan atau kerusakan

- EEG atau electroencephalogram, yaitu sebuah tes guna mengukur aktivitas listrik di otak 

Perawatan ensefalopati

Perawatan untuk penyakit ensefalopati berbeda-beda tergantung pada apa yang menyebabkannya. Perawatan dapat melibatkan penggunaan obat-obatan untuk merawat gejala yang timbul dan obat-obatan atau operasi guna mengatasi penyebab ensefalopati. Dokter juga dapat merekomendasikan suplemen bernutrisi untuk memperlambat kerusakan pada otak, atau diet khusus untuk mengatasi penyebab utama. Dalam kasus-kasus tertentu, misalnya saat otak tidak mendapatkan oksigen dalam jumlah yang cukup, penderita ensefalopati dapat menderita koma. Dalam kasus parah tersebut, dokter akan menempatkan Anda pada mesin “life support” agar Anda tetap dapat hidup.

Apakah ensefalopati dapat dicegah?

Beberapa jenis ensefalopati, misalnya yang disebabkan karena faktor keturunan, tidak dapat dicegah. Namun, beberapa jenis lain masih dapat dihindari. Melakukan beberapa perubahan berikut ini dapat mengurangi risiko Anda untuk memiliki beberapa kondisi yang dapat menyebabkan ensefalopati, seperti menghindari konsumsi alkohol dalam jumlah berlebih, mengurangi paparan terhadap zat-zat beracun (misalnya obat-obatan terlarang), mengonsumsi diet yang sehat, bernutrisi, dan seimbang, serta mengunjungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan fisik secara rutin dan teratur. Dengan melakukan hidup yang sehat dapat mengurangi risiko Anda menderita penyakit otak. 

Ensefalopati yang disebabkan oleh cedera kepala, racun, serangan jantung, atau kurang oksigen ke otak dapat menyebabkan kerusakan otak yang biasanya permanen. Artinya, kondisi mental Anda tidak akan kembali seperti semula. Dalam kasus ensefalopati yang dapat diobati, misalnya karena kegagalan organ tubuh, kondisi metabolisme, dan infeksi, gejala-gejala ensefalopati biasanya akan hilang setelah Anda mengobati penyebab utamanya sehingga Anda bisa mendapatkan kembali kemampuan mental seperti sebelumnya.

Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 30 Juni 20 - 09:46 WIB
Dalam Kategori : ENSEFALOPATI
Dibaca sebanyak : 62 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback