Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Diagnosa dan Perawatan Hirsutisme

Diagnosa dan Perawatan Hirsutisme
 
Hirsutisme merupakan sebuah kondisi pada wanita yang menyebabkan adanya pertumbuhan rambut kasar dan hitam berlebih pada wajah, dada, dan punggung. Dalam kasus hirsutisme, pertumbuhan rambut berlebih tersebut muncul akibat level hormon pria (androgen) yang tinggi, khususnya testosterone. Selain tumbuhnya rambut berlebih, gejala lain seperti suara yang semakin dalam, kebotakan, jerawat, menurunnya ukuran payudara, meningkatnya masa otot, dan pembesaran klitoris dapat terjadi. Apabila Anda memiliki terlalu banyak rambut kasar di tubuh dan wajah, konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pilihan perawatan. Kelebihan rambut pada tubuh dan wajah sering menjadi gejala adanya gangguan kesehatan.
Diagnosa
Dokter akan memeriksa riwayat medis dan berfokus pada siklus menstruasi Anda. Apabila Anda memiliki pola periode menstruasi yang teratur, hirsutisme dapat disebabkan karena faktor turunan atau genetik. Apabila menstruasi tidak teratur, hirsutisme dapat disebabkan karena sindrom ovarium polikistik (PCOS). Apabila hirsutisme dan ketidakteraturan menstruasi terjadi baru-baru ini, penyedia layanan kesehatan dapat melakukan tes untuk kondisi yang lebih serius, seperti tumor pada ovarium, kelenjar adrenal, dan kelenjar pituitary.
Dengan mengukur level testosterone dan DHEA di darah, dokter dapat memeriksa tanda-tanda PCOS, tumor ovarium, tumor kelenjar adrenal, atau tumor yang dapat menstimulasi kelenjar adrenal. Dalam kasus hirsutisme ringan, dalam arti tidak ada gejala lain yang menunjukkan adanya produksi hormon androgen berlebih, tes lanjutan tidak dibutuhkan. Apabila dibutuhkan, beberapa tes darah tersedia guna memeriksa defisiensi hormon kelenjar adrenal. Dokter juga dapat memeriksa hormon prolactin guna mencari tanda-tanda adanya tumor di kelenjar pituitary. Selain itu, pemeriksaan gula darah dan level kolesterol juga dapat dilakukan. Tes pencitraan seperti MRI pada otak, CT pada kelenjar adrenal, dan ultrasound pada ovarium dapat membantu mengidentifikasi tumor dan ketidakteraturan fisik lain yang dapat menyebabkan hirsutisme.
Perawatan
Perawatan hirsutisme dengan tidak adanya tanda gangguan endocine tidak dibutuhkan. Bagi wanita yang membutuhkan perawatan, pengobatan hirsutisme berfokus untuk mengatasi penyebabnya, melakukan rutinitas perawatan diri, mencoba beberapa jenis terapi dan obat-obatan.
Apabila kosmetik dan metode penghilang rambut tidak efektif untuk kasus Anda, konsultasi dengan dokter perihal obat perawatan hirsutisme. Dengan obat jenis ini biasanya membutuhkan waktu 6 bulan, siklus rata-rata folikel rambut, sebelum Anda melihat adanya perubahan signifikan pada pertumbuhan rambut. Pilihan obat-obatan tersebut di antaranya adalah:
  • Kontraseptif oral. Pil KB atau kontraseptif hormonal lain, yang mengandung estrogen dan progestin, dapat merawat hirsutisme yang disebabkan karena produksi androgen. Kontraseptif oral merupakan perawatan hirsutisme yang umum digunakan pada wanita yang tidak ingin hamil. Kemungkinan efek samping di antaranya adalah mual dan sakit kepala.
  • Anti androgen. Jenis obat ini dapat menghambat androgen agar tidak menempel pada reseptor di tubuh. Obat ini biasanya diresepkan setelah 6 bulan apabila kontraseptif oral tidak cukup efektif mengatasi hirsutisme.
  • Krim oles. Eflornithine merupakan krim resep yang dikhususkan untuk rambut berlebih pada wanita. Krim dioleskan secara langsung pada daearah yang berambut dua kali sehari. Krim ini membantu memperlambat pertumbuhan rambut (namun tidak menghilangkan rambut).
Hirsutisme juga dapat diatasi dengan melakukan perawatan diri alami, seperti mencabut dan mencukur rambut. Penting diingat bahwa metode ini tidak bersifat permanen, dan Anda harus rutin melakukannya apabila rambut tumbuh kembali. Ada pula metode bleaching, yang digunakan untuk mencerahkan warna rambut, membuatnya tidak terlihat pada orang-orang dengan kulit putih.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 14 Oktober 20 - 17:29 WIB
Dibaca sebanyak : 28 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback