Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Diagnosa dan Perawatan Penyakit Kawasaki

Diagnosa dan Perawatan Penyakit Kawasaki
Penyakit Kawasaki, atau dikenal pula dengan sebutan sindrom kelenjar getah bening mukokutan, merupakan sebuah penyakit yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah arteri, vena, dan kapiler. Penyakit ini juga menyerang kelenjar getah bening dan menyebabkan gejala-gejala tertentu pada hidung, mulut, dan tenggorokan. Meskipun salah satu penyakti yang jarang atau langka ditemui, penyakit Kawasaki merupakan salah satu penyebab utama penyakit jantung bagi anak-anak.
Lembaga Penyakit Kawasaki (LDF) memperkirakan ada sekitar 4200 anak-anak menderita penyakit ini di Amerika Serikat setiap tahunnya. Penyakit Kawasaki juga lebih umum dijumpai terjadi pada anak laki-laki (jika dibandingkan dengan anak perempuan) dan pada anak-anak keturunan Asia dan kepulauan Pasifik. Meskipun demikian, penyakit Kawasaki dapat menyerang anak dan remaja dengan latar belakang berbagai ras dan etnisitas.
Diagnosa dan  Perawatan
Tidak ada tes yang spesifik untuk penyakit Kawasaki. Dokter anak akan memperhatikan gejala yang timbul dan mengesampingkan penyakit-penyakit dengan gejala serupa, seperti demam scarlet (infeksi bakteri yang menyebabkan demam dan radang tenggorokan), rheumatoid arthritis anak (penyakit kronis yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit pada persendian), cacar air, sindrom syok toksik, keracunan merkuri, reaksi medis, dan demam beruam Gunung Rocky.
Dokter anak juga akan meminta tes tambahan untuk memeriksa bagaimana penyakit tersebut memengaruhi jantung. Beberapa tes tambahan tersebut seperti:
  • Echocardiograph. Prosedur medis ini menggunkaan gelombang suara untuk menciptakan gambar jantung dan arteri. Tes ini tidak sakit dan perlu diulang beberapa kali guna memastikan bagaimana penyakit Kawasaki sudah memengaruhi jantung.
  • Tes darah. Tes ini dapat dilakukan untuk mengesampingkan penyakit lain. Dalam kasus penyakit Kawasaki, ada kemungkinan jumlah sel darah putih akan meningkat, darah merah menurun, dan peradangan.
  • Pemindaian sinar-X. Pemindaian sinar-X menciptakan gambar hitam dan putih jantung dan paru-paru. Dokter akan melakukan tes ini untuk mencari tanda-tanda kegagalan jantung dan peradangan.
  • Electrocardiogram. Dikenal dengan sebutan ECG, prosedur medis ini merekam aktivitas listrik jantung. Ketidakteraturan pada hasil ECG dapat mengindikasikan bahwa jantung telah terpengaruh penyakit Kawasaki.
Penyakit Kawasaki perlu dianggap sebagai sebuah kemungkinan pada anak-anak atau bayi yang memiliki demma lebih dari 5 hari. Kemungkinan tersebut akan semaking meningkat terutama apabila anak menunjukkan gejala lain seperti mengelupasnya kulit.
Perawatan penyakit Kawasaki
Anak-anak yang didiagnosa menderita penyakit Kawasaki perlu mendapatkan perawatan dengan segera guna mencegah kerusakan jantung. Perawatan tahap pertama penyakit ini melibatkan infusi antibodi (intravenous immunoglobulin) selama 12 jam dalam 10 hari demam dan dosis harian aspirin 4 hari kemudian. Anak juga perlu mengonsumsi aspiri dalam jumlah yang rendah selama enam hingga delapan minggu setelah demam hilang untuk mencegah adanya pembentukan gumpalan-gumpalan darah.
Sebuah studi juga menunjukkan bahwa penambahan prednisolone dengan signifikan dapat mengurangi potensi kerusakan jantung. Waktu merupakan kunci penting dalam mencegah masalah jantung serius. Banyak penelitian menunjukkan ada kemungkinan resistensi perawatan yang meingkat ketika perawatan dilakukan sebelum hari ke 5 demam. Sekitar 11 hingga 23 persen anak-anak yang menderita penyakit Kawasaki akan memiliki resistensi.
Selain itu, beberapa kasus tertentu akan menyebabkan anak untuk membutuhkan perawatan yang lebih lama guna mencegah penyumbatan arteria tau serangan jantung. Dalam kasus penyakit Kawasaki ini, dosis harian aspirin antiplatelet diberikan hingga pasien memiliki echocardiograph yang normal. Butuh waktu mulai dari 6 hingga 8 minggu untuk ketidaknormalan arteri koroner kembali seperti semula.



Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 09 Juni 20 - 14:11 WIB
Dibaca sebanyak : 57 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback