Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Depresi Berat dan Jenis Depresi Lainnya yang Harus Diketahui

Depresi Berat dan Jenis Depresi Lainnya yang Harus Diketahui
Anda mungkin sudah tak asing dengan kata depresi. Depresi merupakan gangguan mental yang diderita oleh banyak orang. Banyak kasus bunuh diri yang disebabkan depresi, padahal kehidupannya tampak berjalan lancar tanpa masalah.
 
Sayangnya belum banyak orang yang menyadari bahwa depresi klinis terbagi menjadi beberapa jenis, salah satunya depresi berat. Setiap jenis depresi juga memiliki penanganan yang berbeda-beda.
Lalu, apakah definisi depresi yang sering digunakan mengacu pada jenis depresi tertentu? Apakah terdapat perbedaan besar antara kesemua jenis depresi?
  • Depresi berat
Depresi berat atau gangguan depresi mayor (MDD) merupakan gangguan klinis yang ditandai dengan perasaan sedih dan tertekan hampir sepanjang waktu dalam seminggu.
 
Kondisi depresi berat hanya ditetapkan bila seseorang memiliki lima gejala atau lebih berikut yang berlangsung selama 2 minggu atau lebih:
  • Suasana hati tertekan
  • Kehilangan minat dan kesenangan melakukan aktivitas yang biasanya disukai
  • Penurunan atau kenaikan berat badan
  • Mengalami gangguan tidur dan mengantuk di siang hari
  • Perasaan gelisah dan fungsi mental atau fisik melambat
  • Merasa tidak berharga
  • Sulit berkonsentrasi atau membuat keputusan
  • Memiliki pikiran bunuh diri
Untuk menanganinya, profesional kesehatan akan memberikan perawatan berupa terapi dan obat-obatan.
Jika tidak berhasil, Anda mungkin disarankan menjalani perawatan medis yang khusus dirancang untuk merangsang bagian otak yang berkaitan dengan pengendalian suasana hati. 
  • Gangguan depresi persisten
Istilah ini menggambarkan kondisi depresi yang telah berlangsung selama dua tahun atau lebih. Mulanya istilah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi distimia (gangguan depresi persisten) dan depresi berat kronis.
 
Gejala ini berupa:
  • Perubahan nafsu makan
  • Gangguan tidur seperti kurang tidur atau tidur terlalu banyak (hipersomnia)
  • Merasa tidak berenergi
  • Tingkat percaya diri yang rendah
  • Sulit berkonsentrasi dan membuat keputusan
  • Merasa putus asa
Kondisi ini umumnya ditangani dengan psikoterapi, obat-obatan, atau kombinasi keduanya.
  • Gangguan afektif musiman (SAD)
Gangguan afektif musiman adalah periode depresi yang berlangsung selama musim dingin, dan akan hilang di musim semi dan panas. Penderita SAD akan mendapatkan perawatan berupa antidepresan serta terapi cahaya.
 
  • Gangguan disforik pramenstruasi (PMDD)
Beberapa wanita mengalami depresi disertai dengan gejala lain di awal waktu menstruasi. Selain merasa tertekan, wanita dengan kondisi ini juga dapat mengalami:
  • Perubahan suasana hati
  • Mudah marah
  • Gelisah
  • Sulit berkonsentrasi
  • Kelelahan
  • Perubahan waktu tidur dan nafsu makan
Biasanya PMDD ditangani dengan antidepresan atau terkadang menggunakan obat kontrasepsi oral.
  • Depresi atipikal
Depresi atipikal dianggap sebagai penentu yang menggambarkan pola gejala depresi. Jenis depresi ini tidak mengalami kesedihan secara berlarut-larut, karena peristiwa positif dapat meningkatkan suasana hati penderitanya untuk sementara.
 
Adapun gejala depresi atipikal meliputi:
  • Peningkatan nafsu makan
  • Hipersomnia
  • Terlalu peka terhadap kritik
  • Merasa berat di kaki dan lengan
Sebagai pengobatan pertama, psikiater akan menyarankan obat antidepresan jenis SSRI atau terkadang jenis MAOI (monoamine oxidase inhibitor).
  • Depresi situasional
Depresi situasional bukanlah istilah teknis dalam dunia psikiatri. Kondisi ini terjadi karena tubuh kesulitan mengelola peristiwa pemicu stres, sehingga seringkali depresi situasional disebut dengan sindrom respon stres.
 
Dengan psikoterapi, Anda bisa melewati masa depresi yang berkaitan dengan situasi stres.
Jenis depresi lainnya berupa depresi pasca melahirkan dan juga termasuk ke dalam episode gangguan bipolar. Penderita gangguan psikosis juga cenderung mengalami depresi dan dapat ditangani dengan obat antidepresan dan antipsikotik.
Depresi bisa menular dan diturunkan secara genetik
Sebuah makalah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Genetics menemukan bahwa gangguan depresi berat dapat diwariskan dari orang tua.
Ditambah lagi, depresi dapat ditularkan dalam keluarga melalui anggota yang mengalami depresi. Depresi dalam keluarga seperti lubang hitam yang menyedot semua energi dan hanya menyisakan energi negatif.
Apabila Anda atau salah satu anggota keluarga Anda dikhawatirkan terkena depresi berat, jangan ragu untuk membawanya ke psikolog atau psikiater. Anda bisa berkonsultasi langsung melalui aplikasi layanan kesehatan keluarga SehatQ.
Download sekarang juga di App Store atau Google Play Store!



Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 13 November 20 - 10:24 WIB
Dibaca sebanyak : 25 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback