Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Cara Merawat Buff Masker yang Benar

Cara Merawat Buff Masker yang Benar

Hingga saat ini wabah penyakit yang pneumonia yang diakibatkan virus corona masih belum bisa diatasi, bahkan jumlah pasien yang positif terinfeksi semakin bertambah. Untuk mencegah tertular, salah satu yang disarankan adalah menggunakan masker. Dalam beberapa waktu terakhir, masker kain atau buff masker sangat direkomendasikan untuk digunakan.

Namun bukan berarti hanya masker kain saja yang bisa dipakai untuk mencegah virus corona, terdapat beberapa jenis masker lain yang bisa diandalkan. Penggunaan masker sebagai langkah antisipasi mengingat hingga saat ini belum ditemukan vaksin yang bisa digunakan untuk mengatasi virus corona, merawat masker tentu menjadi salah satu cara pencegahan yang harus dilakukan.

Merawat Buff Masker

Masker kain menjadi salah satu jenis yang banyak dijual di pinggir jalan, harga satuannya pun relatif murah dan sangat bisa dibeli semua kalangan masyarakat. Masker kain ini biasanya kerap digunakan oleh para pengendara sepeda motor. Jenis masker yang satu ini sangat mudah untuk dicuci karena terbuat dari kain.

Masker ini masih bisa dipakai berulang kali, namun jenis masker yang satu ini hanya bisa mencegah debu dengan ukuran besar. Sehingga tidak efektif jika dipakai untuk menghalau dan mencegah partikel serta zat polutan dengan ukuran yang sangat kecil. Selain itu, jika cara mencucinya tidak benar, maka masker jenis ini justru akan berisiko menjadi sarang bakteri.

Masker kain pertama kali diciptakan oleh Joan Rojas, seorang pria berkebangsaan Spanyol yang awalnya penggunaan masker jenis ini hanya diperuntukkan melindungi leher dan sekitarnya dari cuaca dingin serta paparan angin. Seiring jaman yang berganti, masker kain dikembangkan lebih lanjut tak hanya sekadar menjadi masker wajah dan aksesoris.

Akan tetapi juga sebagai fesyen formal dan kasual, mulai dari masker kain yang anti sinar ultraviolet, masker kain anti serangga hingga anti api. Akan tetapi, agar mendapatkan fungsi maksimal dari penggunaan masker sebagai alat pelindung diri dari virus, para pengguna harus melakukan beberapa cara berikut ini untuk merawat buff masker.

  • Cuci menggunakan mesin curi dengan temperatur 40 derajat celcius atau dalam kondisi yang hangat.

  • Jangan dicuci dengan menggunakan cairan pemutih dan jangan mencucinya dengan cara dry cleaning.

  • Setelah dicuci, masker kain ini tidak boleh digosok ataupun disetrika, cukup manfaatkan angin.

  • Selain itu, jangan dikeringkan menggunakan tangan seperti dilipat-lipat atau digesek-gesek.

Masker kain memiliki karakteristik yang lentur dan halus, tanpa adanya jahitan atau sambungan dan mampu menyerap kelembaban kulit dengan baik. Namun, masker ini tidak mampu untuk menangkal virus karena ukurannya yang kecil. Sementara masker kain hanya bisa menangkal partikel dengan ukuran tertentu, untuk itu beberapa masker ini disarankan untuk dipakai guna mencegah virus corona.

  • Masker P95, P99, P100

Huruf P yang menjadi istilah pada masker ini berarti Oil Proof, merupakan jenis masker yang yahan terhadap zat polutan yang memiliki kandungan minyak. Selain itu, jenis masker ini juga efektif digunakan untuk menghalau partikel kecil di udara termasuk virus. Meski demikian, penggunaan jenis masker ini tidak boleh lebih dari 40 jam atau selama 30 hari.

  • Masker N95, N99, N100

Masker jenis ini banyak dicari belakang ini karena disebut efektif dalam mencegah penyebaran dan infeksi virus corona. Jurnal National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine menyebutkan masker bedah dan masker N95 memang bisa dipakai untuk mencegah penularan virus karena mampu mencegah 95 partikel besar dan kecil hingga 0,3 mikron.

Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 27 Mei 20 - 09:14 WIB
Dalam Kategori : BUFF MASKER
Dibaca sebanyak : 222 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback