Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Cara Mengempeskan Jerawat Batu dengan Bantuan Dokter

Cara Mengempeskan Jerawat Batu dengan Bantuan Dokter
 
Sebagain besar jerawat terbentuk ketika sel-sel kulit mati, minyak dan bakteri yang menutupi pori-pori. Hal ini menyebabkan terjadinya infeksi bakteri sehingga timbul peradangan di bawah kulit, yang kemudian memunculkan benjolan radang seperti nodul dan kista. Salah satu jenis jerawat yang paling sulit diatasi adalah jerawat batu.
Jerawat batu dapat disebabkan karena infeksi yang terjadi pada lapisan lebih dalam dan kondisi peradangan lebih parah dari jerawat biasa. Hal ini dapat menyebabkan jerawat batu lebih besar, lebih keras, dan lebih susah dihilangkan. Sering kali jerawat batu muncul tanpa memiliki mata jerawat. Hal ini dapat menyebabkan jerawat semakin lama matang dan semakin sulit untuk mengempeskan jerawat batu tersebut.
Jika jerawat batu tidak kunjung sembuh, jangan berusaha untuk mengempeskannya dengan paksa. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya dampak yang lebih parah seperti:
  • Membuat jerawat semakin besar
  • Meningkatkan peradangan
  • Nanah dan kotoran malah terdorong lebih dalam ke pori-pori
  • Meningkatkan risiko infeksi
  • Mengakibatkan jaringan parut.
Anda perlu mengunjungi dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang terbaik. Dokter akan dapat menghilangkan jerawat batu dengan aman dan efektif, seperti dengan cara-cara berikut ini.
 
  1. Pemberian antibiotik
Pemberian antibiotik bukan untuk digunakan jangka panjang dalam mengatasi jerawat. Antibiotik hanya digunakan untuk mengurangi peradangan dan harus dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.
 
  1. Pemberian Isotretinoin
Isotretinoin adalah obat yang diklasifikasikan sebagai retinoid dan dibuat dari vitamin A sintetis. Obat ini sangat efektif digunakan untuk mengatasi jerawat dengan peradangan parah. Isotretinoin merupakan obat oral berbentuk pil dan diminum sekali atau dua kali sehari.
 
  1. Pil kontrasepsi dan spironolactone
Jika Anda mengalami jerawat batu karena breaktout saat pramenstruasi dokter mungkin akan meresepkan pil kontrasepsi dan/atau hormon pengatur spironolactone. Spironolactone berfungsi untuk mengatasi fluktuasi hormon yang dapat menjadi salah satu penyebab tumbuhnya jerawat batu.
 
  1. Suntik kortison
Istilah teknis untuk prosedur ini adalah suntikan atau injeksi kortikosteroid intralesi. Akan tetapi, kebanyakan orang menyebutnya dengan suntikan steroid, suntikan kortison, atau suntikan kista. Suntik kortison adalah proses injeksi hormon sintetis yang terkait erat dengan hormon stres kortisol.
Suntikan ini digunakan untuk penanganan peradangan jangka pendek dan kadang-kadang digunakan untuk membantu mengecilkan kista jerawat batu.
 
Suntikan kortison dapat membantu mengurangi kemerahan, pembengkakan, dan nyeri akibat berjerawat yang parah dalam beberapa hari. Perlu diingat bahwa suntik kortison hanya boleh dilakukan oleh dokter.
 
Selain itu tindakan medis berupa drainase dan ekstraksi jerawat, laser, chemical peels, serta blue light therapy, dapat membantu mengurangi bakteri dan peradangan di kulit akibat jerawat batu. Jika kondisi jerawat batu tidak terlalu parah, maka Anda bisa mengatasinya sendiri dengan treatment di rumah seperti dengan pemberian salep jerawat, kompres dengan air hangat, dengan menggunakan tea tree oil.
 
Itulah beberapa cara mengempeskan jerawat batu yang bisa dilakukan sendiri di rumah atau melalui tindakan medis. Satu hal yang perlu diingat, jangan memencet jerawat sendiri karena tindakan tersebut hanya akan memperparah kondisi jerawat Anda.
 
 
 
 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Kamis, 06 Agustus 20 - 15:50 WIB
Dibaca sebanyak : 96 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback