Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Bolehkah Anak Belajar Puasa? Umur Tepat Mulai Berpuasa

Bolehkah Anak Belajar Puasa? Umur Tepat Mulai Berpuasa

Bulan Ramadhan merupakan momen yang tepat untuk para orang tua mulai mengajak anak belajar puasa. Dalam hal ini, anak tidak diharuskan untuk berpuasa seharian penuh, namun hanya beberapa jam saja agar nanti saat mereka sudah cukup umur dan aman berpuasa seharian, mereka sudah terbiasa melakukannya. Menurut dokter spesialis anak, hanya mengajarkan puasa saat anak berusia 7 tahun, agar dampak kesehatan yang membayangi anak akibat berpuasa dapat dihindari. Hal ini penting bagi kesehatan anak. Karena, puasa dapat mengubah kondisi tubuh anak. Setelah anak berpuasa sekitar 6 jam, tubuh akan menggunakan cadangan gula (glikogen) yang ada di dalam tubuh guna memastikan kadar gula darah dalam tubuh tetap terjaga. Apabila anak dipaksa berpuasa penuh 16 jam, cadangan glikogen dapat habis.

Tubuh anak kemudian akan menggunakan lemak sebagai sumber energi utamanya. Sumber cadangan energi yang lain adalah protein, yang mana akan dijaga untuk tidak digunakan karena merupakan sebuah komponen pembangun tubuh. Semakin muda umur anak, semakin sedikit pula cadangan glikogen yang dimilikinya. Apabila anak dipaksakan untuk berpuasa seharian, mereka sangat berisiko terkena hipoglikemia, atau berkurangnya kadar gula darah yang ada di dalam tubuh. Dan mereka yang berusia kurang dari 7 tahun merupakan kelompok berisiko tinggi untuk menderita hipoglikemia akibat puasa dalam waktu lama. 

Anak-anak juga sangat rentan untuk kekurangan cairan tubuh. Dehidrasi sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal. Anak-anak juga dipaksa untuk mengubah pola tidur, bangun sahur dini hari sehingga akan berdampak pada kemampuan mereka dalam menjalani aktivitas di siang hari, seperti belajar atau bermain. Apabila anak sudah cukup usia dan siap berpuasa, dampak dari hipoglikemia tersebut dapat dihindari dan dikurangi. Terutama saat mereka sudah menginjak usia remaja, usia di mana mereka baru boleh melakukan puasa seharian. Di usia tersebut, anak sudah akan mampu menahan haus dan lapar tanpa ada efek samping buruk terhadap kondisi kesehatan tubuh mereka. 

Apabila Anda ingin mengajarkan anak belajar puasa, ajarkan ia untuk menghindari makanan padat terlebih dahulu. Anak diperbolehkan minum air agar terhindar dari kekurangan cairan dan dehidrasi, terutama apabila Anda tinggal di lingkungan yang panas dan anak masih harus bersekolah dan melakukan aktivitas belajar seperti biasanya. Puasa makanan padat ini pun hanya dilakukan selama 6 jam saja, yaitu belajar puasa dimulai saat ia bangun di pagi hari, dan berbuka puasa pada jam 12 untuk makan siang, kemudian dilanjutkan puasa lagi selama 6 jam berikutnya hingga waktu maghrib tiba. Dengan belajar puasa melalui cara ini, anak dapat belajar menahan lapar tanpa harus kekurangan asupan nutrisi setiap hari yang penting dibutuhkan untuk fungsi tubuh dan perkembangan kognitif dan fisiknya. 

Setelah belajar puasa menahan tidak makan, saat sudah terbiasa, ajari anak untuk belajar menahan haus. Lakukan cara yang sama, tidak minum selama beberapa jam (maksimal 4 jam) agar anak tidak kekurangan cairan. Biasanya, anak masih bisa menahan minum selama waktu tersebut. Makanan yang diberikan waktu sahur dan berbuka pun harus lengkap dan bergizi. Ingat, masa anak-anak adalah masa tumbuh dan berkembang. Nutrisi mereka harus tetap dipenuhi. Saat sahur, berikan anak makanan yang kaya protein dan lemak, serta karbohidrat komplek sebagai sumber energi di siang hari. Hindari memberi makan sahur makanan yang mengandung gula tambahan seperti camilan dan kue. 

 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Senin, 04 Mei 20 - 13:18 WIB
Dalam Kategori : TIPS PARENTING BELAJAR PUASA UNTUK ANAK
Dibaca sebanyak : 180 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback