Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Bisa Mengancam Jiwa, Ini Cara Mengatasi Bulimia Nervosa

Bisa Mengancam Jiwa, Ini Cara Mengatasi Bulimia Nervosa
 
Bulimia nervosa, atau lebih sering disebut bulimia, merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan gangguan makan. Bila tidak disembuhkan, bulimia bisa membawa dampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental, bahkan mengancam jiwa.
Seseorang dengan kondisi ini bisa saja makan dalam jumlah yang sangat banyak di waktu singkat, namun kemudian memaksakan diri untuk mencegah kenaikan berat badan dengan membuat diri sakit, berolahraga ekstrem, atau mengonsumsi obat pencahar.
Saat penderita memaksakan makanan yang dikonsumsi untuk keluar kembali dari tubuh, nutrisi penting yang diperlukan oleh tubuh akan ikut keluar. Hal ini menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi yang dibutuhkan, sehingga rentan menderita kondisi medis tertentu yang berbahaya.
Apa yang dilakukan oleh penderita bulimia nervosa?
Ada beberapa gejala yang menjadi tanda dari kondisi bulimia nervosa. Gejala fisik kondisi ini berupa mudah merasa lelah, sakit tenggorokan, wajah bengkak, perut kembung dan sakit perut, serta merugikan diri sendiri.
Penderita kondisi bulimia akan memiliki rasa takut yang sangat tinggi untuk mengalami kenaikan berat badan. Namun, mereka juga tidak ingin berhenti mengonsumsi makanan yang menurut mereka enak dan menyenangkan.
Anda bisa mengenali penderita bulimia apabila mereka:
  • Banyak memikirkan makanan, tapi takut menambah berat badan
  • Menghindari aktivitas sosial yang melibatkan makanan
  • Menjadi sangat kritis tentang berat badan perubahan bentuk tubuh
  • Mengalami perubahan suasana hati yang drastis, misalnya mudah tegang dan cemas
  • Merasa bersalah, malu, dan selalu bersikap diam-diam
Cara mengatasi bulimia nervosa
Karena merupakan kondisi psikologis, pengobatan untuk pasien bulimia akan berfokus pada pengobatan secara mental. Salah satunya adalah melalui terapi.
Biasanya, perawatan terhadap pasien bulimia mengombinasikan pengobatan dengan psikoterapi, penggunaan obat antidepresan, serta konseling mengenai nutrisi. Prosedur ini akan dipandu oleh psikolog atau terapis yang telah berpengalaman dalam menangani gangguan makan.
Berikut ini penjelasan mengenai upaya pengobatan untuk penderita bulimia:
  • Cognitive Behavioral Therapy(CBT)
CBT adalah bentuk terapi untuk pengobatan masalah psikologis yang paling umum. Terapi ini berfokus pada mengubah pola pikir dan kebiasaan penderita agar bisa mengatasi masalah yang mereka miliki.
Biasanya CBT memakan waktu sebanyak 20 kali sesi selama 20 minggu. Selama sesi, Anda akan diajak untuk berbicara dengan terapis yang akan membantu Anda untuk mengeksplorasi emosi dan pikiran.
Para terapis akan membantu Anda untuk mengadopsi kebiasaan makan yang teratur dan menunjukkan cara mematuhinya. Jadi, setelah melewati sesi, Anda diharapkan bisa mengelola pikiran agar gejala dari bulimia nervosa tidak kambuh lagi.
  • Obat antidepresan
Tidak seperti terapi, obat tidak akan bisa menyembuhkan kondisi Anda secara total. Akan tetapi, obat antidepresan dapat berkontribusi dalam meringankan gejala-gejala yang dirasakan.
Menurut Food and Drug Administration (FDA), ada obat antidepresan tertentu yang telah ditetapkan sebagai pengobatan bulimia. Obat tersebut adalah fluoetine.
Salah satu antidepresan populer untuk pengobatan bulimia adalah Wellbutrin. Obat ini dipercaya memiliki resiko penambahan berat badan yang rendah.
Akan tetapi, dipercaya memiliki efek samping yang bisa menyebabkan kejang-kejang pada penderita yang mengalami ketidakseimbangan elektrolit akibat muntah.
Ketika melakukan konsultasi dengan dokter, Anda akan dipandu untuk menjalani pengobatan yang paling tepat. Biasanya, terapi CBT dan penggunaan obat antidepresan akan dikombinasikan.
Selain itu, ada juga jenis-jenis terapi lain yang bisa membantu mengatasi bulimia nervosa, misalnya terapi dalam grup atau terapi menghilangkan stres fisik akibat bulimia.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 11 Desember 20 - 08:39 WIB
Dibaca sebanyak : 159 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback