Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Berbagai Bahaya Talc Bagi Bayi yang Perlu Diwaspadai

Berbagai Bahaya Talc Bagi Bayi yang Perlu Diwaspadai
Mungkin sering kali orang tua menggunakan bedak untuk mengatasi ruam popok atau biang keringat pada bayi. Ternyata, ada bahaya talc yang hingga kini memang menjadi kontroversi. Seperti diketahui, talc adalah salah satu kandungan dalam bedak bayi.
 
Bahaya talc disebut bisa meningkatkan risiko kanker ovarium dan paru-paru. Benarkah demikian? Simak pembahasannya berikut ini.
 
Talc dalam Bedak Bayi Diduga Berisiko
Berbagai produk kosmetik termasuk bedak bayi mengandung talcum powder atau talc. Talc dalam bentuk alaminya mengandung asbestos yang diduga menjadi penyebab kanker jika terhirup atau tertelan. 
 
Talc adalah mineral yang terbuat dari silikon, magnesium, dan juga oksigen. Bedak talek dalam bentuk bubuk bisa menyerap dan juga meminimalisir gesekan di kulit. Itulah kenapa bedak bayi digunakan untuk menjaga agar kulit bayi tetap kering dan juga mencegah munculnya ruam. 
 
Akan tetapi, menurut American Cancer Society, disebut bahwa bedak talek sudah bebas dari asbes sejak waktu yang lama.
 
Namun, persoalan talc dan kanker ini memang terus dilakukan dan diteliti lebih lanjut.
 
Berbagai Bahaya Talc atau Bedak Tabur Bayi bagi Kesehatan
Ada berbagai risiko yang dialami oleh bayi akibat penggunaan bedak tabur ini. Salah satunya berisiko menimbulkan gangguan pernapasan. Lalu, apa lagi bahaya talc bagi kesehatan bayi? Simak selengkapnya berikut ini.
 
  • Mengalami Gangguan Pernapasan
Bedak tabur memang memiliki partikel-partikel kecil yang memang rentan terhirup oleh bayi. Hal ini tentu saja berisiko mengalami gangguan pernapasan atau membuat sistem pernapasan bayi tersumbat. 
 
Selain itu, menghirup partikel bedak tabur terlalu sering dan berulang bisa menyebabkan paru-paru luka yang bisa menyebabkan batuk kronis dan sesak napas. 
 
Solusinya, bisa dengan menggunakan bedak bayi dalam bentuk losion agar aman bagi pernapasan bayi dan bisa merawat kulit bayi tetap terjaga dan sehat.
 
  • Iritasi dan Ruam Kulit
Bedak tabur bisa membuat bayi menjadi lebih halus. Akan tetapi bisa menimbulkan iritasi kulit dan biang keringat. Hal ini terjadi karena adanya kandungan zea mays starch atau amilum jagung yang seringkali terdapat dalam bedak tabur. Amilum jagung ini juga bisa memicu munculnya bakteri yang menjadi penyebab ruam kulit.
 
  • Kanker Paru-paru
Bedak tabur yang mengandung talc berisiko bagi pernapasan dan paru-paru bayi. Talc mengandung magnesium, oksigen, dan silikon. Namun, jika terlalu sering menghirup talc, maka bayi rentan mengalami radang paru-paru alias pneumonia. Apalagi jika terjadi penumpukan butiran halus talc dalam paru-paru yang dapat menyebabkan kanker. 
 
Tips Meminimalisir Bahaya Talc saat Mengaplikasikan Bedak pada Bayi
Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk meminimalisir berbagai bahaya talc saat akan menaburkan bedak pada kulit bayi, seperti:
  • Hindari bedak bayi diaplikasikan di sekitar mata si kecil
  • Hindari penggunaan bedak ke area genital bayi, Anda bisa menepuk tipis ke bagian kulit yang ada di area genital dan juga di kaki
  • Jauhkan wajah si kecil dari bedak bayi agar tidak terhirup
  • Letakkan bedak bayi jauh dari jangkauan anak-anak
  • Jangan langsung mengaplikasikan bedak secara langsung ke kulit bayi. Anda bisa menuang bedak ke kain lembut sebelum ditepuk lembut ke kulit bayi
  • Saat menuangkan bedak ke tangan, beri jarak agar tidak mengenai wajah atau tidak terhirup
 
Hingga kini memang belum ada konfirmasi apakah bedak bayi aman dari risiko penyakit kanker atau tidak. Sebaiknya, untuk menghindari bahaya talc ini, sebagai orang tua Anda perlu tetap berhati-hati saat penggunaan bedak tabur ini. Karena tidak hanya berisiko kanker, tapi bedak tabur yang terhirup juga bisa menyebabkan masalah pernapasan pada anak.
 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Kamis, 11 Februari 21 - 10:39 WIB
Dalam Kategori : IBU DAN BAYI, PARENTING
Dibaca sebanyak : 160 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback