Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Begini Cara Kerja Otot Lurik di Tubuh Manusia

Begini Cara Kerja Otot Lurik di Tubuh Manusia
Tubuh manusia bisa bergerak aktif karena adanya otot. Otot menjadi mesin pergerakan tulang dan organ tubuh manusia. Dalam tubuh manusia, terbagi dalam tiga jenis otot yakni otot lurik, otot polos, dan otot jantung. Kali ini, penulis akan menjelaskan mengenai otot lurik.
 
Otot lurik atau otot kerangka adalah otot-otot yang menempel pada sistem kerangka tubuh dan dapat digerakkan dengan mudah atas kehendak atau semau kita dengan kondisi sadar, sehingga disebut juga sebagai otot motorik. Otot lurik di seluruh tubuh manusia mampu bekerja keras dan kuat untuk menggerakkan tulang karena di dalamnya banyak terdapat inti sel.
 
Namun otot lurik juga cenderung mudah lelah. Maka dari itu otot lurik membutuhkan waktu untuk istirahat setelah bekerja. Jika dilihat dengan menggunakan mikroskop, otot lurik akan menunjukkan bagian gelap (aktin) dan terang (terang) secara bergantian sesuai dengan aktifitas yang dilakukannya atau kondisinya.
 
Berikut ini dijelaskan mengenai ciri-ciri dari otot lurik:
  • Memiliki serabut yang jumlahnya ribuan dan membentuk jaringan otot yang tersusun rapi.
  • Berbentuk silindris, tubuh panjang, dan mempunyai banyak inti sel (multinuklei).
  • Sistem gerakan yang ditumbulkan dibawah kesadaran (Volunter).
  • Memiliki diameter sekitar 50 mikron dan panjang 2,5 cm.
  • Mampu bekerja dengan keras dan cepat namun juga mudah lelah dan membutuhkan waktu istirahat secara berkala setiap selesai beraktifitas.
  • Melekat pada rangka tubuh dan semua bagiannya memilki kecepatan yang baik dalam berkontraksi (berkerut).
  • Letak Inti sel atau pusatnya berada di tepi (perifer) serta di dalam tubuh manusia berada di otot paha, otot dada, otot betis dan seluruh rangka tubuh manusia yang lain.
Setelah mengetahui penjelasan mengenai ciri-ciri otot lurik, di bawah ini akan dijelaskan mengenai bagaimana cara kerjanya.
Otot lurik yang terdapat pada hampir keseluruhan tubuh manusia memiliki cara kerja dengan cara kontraksi dan relaksasi, yakni kontraksi ketika melakukan gerakan yang membutuhkan kekuatan dan kerja lebih keras, seperti ketika menaiki tangga dengan kaki atau berlari. Relaksasi akan dilakukan oleh otot lurik setelah selesai melakukan tugas berat dengan cara melenturkan bagian tubuhnya seperti merenggangkan tubuh yang dilakukan oleh manusia.
Hal itu dilakukan untuk mencegah kram atau tekanan sekaligus memberi waktu untuk istirahat, sebab itu setelah manusia melakukan aktifitas seperti berlari dan aktfitas berat lainnya selalu membutuhkan waktu untuk beristirahat sejenak untuk mengembalikan kekuatan sehingga terhindar dari kram otot atau kelelahan yang dapat berpengaruh pada fungsi tubuh lainnnya.
Semua fungsi gerak tersebut dikendalikan oleh bagian otak manusia yang mengatur syaraf pusat dengan cara mengolah perintah manusia misalnya berjalan atau berlari kemudian meresponnya dengan cepat dan meminta otot bagian tubuh yang dibutuhkan untuk bergerak mengikuti kehendak manusia. cara kerja yang dilakukan tersebut semuanya terjadi dalam kesadaran atau dikendalikan secara langsung oleh individu tersebut.
Adapun dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi dari otot lurik adalah menggerakkan rangka tubuh manusia sehingga membuat kita mampu bergerak sesuai dengan kehendak dan sesuai dengan atifitas yang kita lakukan dan membantu kita untuk dapat melakukan kerja keras dan cepat.
Itulah penjelasan singkat mengenai otot lurik yang bisa kamu ketahui. Dengan begitu, kamu bisa menambah wawasan mengenai tubuhmu sekaligus bisa menjaganya dengan baik. Mudah-mudahan artikel ini membantu.  Terima kasih sudah berkunjung dan meluangkan waktu untuk membaca artikel kali ini. Jangan lupa untuk update terus perkembangan artikel – artikel terbaru berikutnya.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 22 Januari 20 - 17:57 WIB
Dalam Kategori : OTOT, LURIK, MANUSIA
Dibaca sebanyak : 112 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback