Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Beberapa Jenis Penanganan Clubfoot selain Metode Ponseti

Beberapa Jenis Penanganan Clubfoot selain Metode Ponseti
Salah satu kelainan umum pada bayi yang baru lahir adalah clubfoot atau kaki bengkok. Bentuk kaki ini tidak terlalu sempurna yang terlihat seperti pengkor atau terkilir. Salah satu penanganannya bisa dengan melakukan metode Ponseti.
 
Clubfoot ini terjadi karena penyambung antara otot dan tulang lebih pendek dari yang seharusnya. Sehingga kaki tertarik ke arah dalam. Ada pula yang terlihat seperti terbalik. Bisa hanya terjadi pada satu kaki saja, bisa pula pada keduanya.

Jenis-jenis Clubfoot 
Gejala umum club foot adalah punggung kaki bengkok ke bawah, kaki terlihat terbalik, ukuran kaki lebih pendek, serta otot betis lemah.

Kelainan clubfoot ini bisa dibedakan dalam dua jenis yaitu terisolasi atau idiopatik dan tidak terisolasi. Jenis clubfoot yang umum dialami oleh kebanyakan bayi adalah jenis terisolasi. Kondisi ini biasanya tidak disertai dengan kelainan lainnya.

Sedangkan jenis clubfoot tidak terisolasi biasanya diikuti dengan kelainan neuromuskular atau kelainan lainnya. Biasanya jenis ini akan membutuhkan terapi yang lebih lama dan lebih resisten. 
Kondisi kelainan clubfoot tidak akan bisa membaik dengan sendirinya. Meskipun di masa bayi tidak menimbulkan nyeri dan tidak mengganggu, namun saat anak bertambah usia, akan mengalami kesulitan dan aktivitas anak tidak akan berjalan dengan baik. 

Bila clubfoot dipaksa untuk berjalan, bisa menyebabkan kekakuan di kaki samping dan pasien akan kesulitan menggunakan sepatu dan terbentuk juga kapalan yang bisa mengganggu aktivitas fisiknya. 

Penanganan Clubfoot yang Bisa Dilakukan
Kelainan kaki pengkor sebenarnya bisa diketahui sejak lahir. Dari dalam kandungan juga bisa dilakukan pemeriksaan ultrasonografi untuk menentukan apakah janin dalam kandungan mengalami club foot atau tidak. 

Kaki pengkor ini sebaiknya diberikan penanganan sedini mungkin, setidaknya di usia 7-10 hari setelah lahir atau di minggu-minggu pertama usianya. 

Dengan diberikan penanganan pada kaki pengkor tersebut, kaki bayi akan kembali fungsional, terbebas dari nyeri, dan bisa berjalan seperti kondisi normal dengan telapak kaki menapak. 
Ada beberapa pilihan penanganan untuk kaki pengkor ini, salah satunya adalah metode Ponseti.

1. Metode Non-Operasi
Perawatan nonoperasi termasuk penanganan awal untuk penderita club foot. Terlepas dari seberapa parah kondisi bayi. 

Penanganan tanpa operasi ini juga masih mungkin dilakukan karena tendon dan sendi bayi yang baru lahir masih sangat fleksibel sehingga masih memungkinkan untuk ditangani. Ada 2 jenis metode penanganan untuk nonbedah ini, yaitu:
  • Metode Ponseti
Metode ponseti ini akan membuat kaki rileks dengan peregangan kaki. Kemudian akan dipasang gips untuk mempertahankan posisi kaki seperti yang seharusnya.

Secara umum metode ini memanipulasi kaki bayi sehingga posisinya jadi lebih baik. Saat di akhir tahap pertama metode Ponseti ini, mungkin akan dilakukan operasi kecil untuk melonggarkan tendon achilles yang membuat kaki bayi kembali pada posisi normal yang seharusnya. 

Setelah kaki sudah ada di posisi yang tepat dan sesuai, maka pasien akan menggunakan sepatu khusus hingga dia berusia 5 tahun. Dengan menggunakan sepatu ini, kaki bayi tidak balik lagi ke posisi bengkok seperti sebelum diberikan penanganan. 

Metode ponseti ini sebenarnya menjadi metode yang efektif untuk mengatasi kaki pengkor. Namun, dibutuhkan juga komitmen dan ketelatenan orang tua untuk memasangkan penopang setiap harinya agar kaki bayi tidak kembali ke club foot lagi.
  • Metode Prancis
Terapi fisik ini bertujuan meregangkan kaki bayi ke posisi yang normal dengan menggunakan plester dan membuatnya. Tujuannya agar bisa menjaga tulang dan jaringan. 

Sama seperti metode ponseti, metode prancis juga sebaiknya dilakukan setelah lahiran. Selama dua bulan akan dilakukan perawatan setiap hari. Intensitas perawatan juga akan semakin berkurang ketika bayi memasuki usia 3 bulan. 

Setelah itu, bayi akan dirawat oleh terapis selama tiga kali dalam seminggu. Anda juga akan diajari oleh terapis untuk melakukan perawatan yang sama di rumah sendiri.

2. Operasi
Club foot yang sudah sangat parah dan tidak bisa ditangani dengan metode nonbedah, biasanya akan dilakukan operasi. Melalui bedah, Dokter nantinya akan memanjangkan atau memposisikan tulang tendon dan juga ligamen Anda agar kaki kembali ke posisi yang lebih baik. 

Bayi akan menggunakan gips selama dua bulan, setelah itu dilanjutkan dengan penyangga atau brace selama satu tahun agar club foot tidak kembali lagi.

Penanganan club foot dengan operasi adalah pilihan terakhir karena bisa menghasilkan kaki yang lebih kaku. Jika masih bisa dilakukan dengan metode ponseti atau metode nonbedah, sebaiknya dilakukan itu saja untuk menangani club foot.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 28 Oktober 20 - 09:26 WIB
Dalam Kategori : METODE PONSETI, PENYAKIT KAKI
Dibaca sebanyak : 96 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback