Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Batuk Kronis

Batuk Kronis
 
Batuk merupakan sebuah aksi refleks untuk membersihkan tenggorokan dari lendir atau hal mengganggu asing di dalamnya.  Meskipun kebanyakan orang batuk untuk membersihkan tenggorokan dari waktu ke waktu, beberapa kondisi medis tertentu dapat menyebabkan batuk kronis. Anda perlu menghubungi dokter apabila saat batuk keluar darah dan tidak mereda setelah beberapa minggu, karena hal ini dapat menunjukkan adanya gangguan medis serius yang perlu mendapatkan diagnosa dan perawatan segera.
 
Apa saja yang menyebabkan seseorang batuk?
Batuk kronis dapat disebabkan oleh beberapa hal, baik penyebab tersebut bersifat sementara ataupun permanen. Adapun beberapa penyebab batuk di antaranya adalah:
  • Membersihkan tenggorokan
Batuk adalah cara standar dalam membersihkan tenggorokan. Saat saluran udara Anda tersumbat oleh lendir dan benda-benda asing seperti debu atau asap, batuk menjadi reaksi refleks guna mencoba membersihkan benda-benda asing tersebut serta membuat bernapas menjadi lebih mudah. Biasanya, batuk jenis ini tidak sering terjadi. Namun, batuk dapat semakin meningkat dengan adanya paparan terhadap benda atau zat yang mengiritasi, misalnya asap.
  • Virus dan bakteri
Penyebab utama batuk adalah infeksi saluran pernapasan, contohnya demam atau flu. Infeksi saluran pernapasan ini biasanya disebabkan oleh virus, dan seseorang dengan kondisi akan menunjukkan gejala batuk selama beberapa hari hingga satu minggu. Infeksi yang disebabkan oleh flu akan sembuh lebih lama dan terkadang membutuhkan bantuan antibiotik.
  • Merokok
Merokok adalah penyebab umum batuk. Batuk yang disebabkan oleh merokok akan selalu bersifat batuk kronis dengan suara yang berbeda. Kondisi ini disebut dengan batuk perokok.
  • Asma
Pada anak-anak, asma merupakan penyebab batuk yang paling sering dijumpai. Biasanya, batuk akibat asma melibatkan mengi sehingga mudah untuk diidentifikasi dan didiagnosa. Eksaserbasi asma harus mendapatkan perawatan menggunakan inhaler. Sangat mungkin bagi anak-anak untuk terbebas asma saat mereka beranjak dewasa.
  • Obat-obatan
Beberapa jenis obat-obatan tertentu dapat menyebabkan batuk, meskipun efek samping ini jarang sekali ditemui. Inhibitor ACE, yang biasa digunakan untuk merawat tekanan darah tinggi dan kondisi jantung, dapat menyebabkan batuk. Batuk jenis ini akan berhenti dan hilang apabila Anda berhenti mengonsumsi obat tersebut.
  • Kondisi-kondisi lain
Kondisi lain yang dapat menyebabkan batuk kronis di antaranya adalah rusaknya pita suara, lendir hidung yang menetes, infeksi bakteri (seperti pneumonia), dan kondisi-kondisi serius seperti kegagalan jantung. Penyakit refluks gastroesophageal (GERD) juga dapat menyebabkan batuk kronis. Dalam kondisi ini, isi perut naik ke kerongkan. Kenaikan ini menstimulasi refleks di trakea, sehingga menyebabkan seseorang batuk.
 
Pencegahan batuk
Meskipun batuk terkadang dibutuhkan untuk membersihkan saluran udara, ada beberapa cara untuk mencegah batuk kronis yang disebabkan oleh kondisi-kondisi medis tertentu.
  • Perubahan diet
Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2004 menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi banyak serat dan flavonoid memiliki risiko lebih rendah dalam menderita gejala batuk kronis.
  • Berhenti merokok
Merokok adalah kontributor utama batuk kronis, dan mengobati batuk perokok sangat sulit dilakukan. Banyak metode yang tersedia untuk membantu seseorang berhenti merokok, mulai dari alat khusus hingga bantuan grup-grup dukungan tertentu. Setelah Anda berhenti merokok, Anda akan jarang terkena demam atau mengalami batuk kronis.
Dalam kasus batuk kronis yang disebabkan oleh kondisi medis, sebaik mungkin hindari penyakit-penyakit menular (seperti bronkitis) dan melakukan kontak langsung dengan kuman. Cuci tangan dengan rutin dan jangan berbagi peralatan makan, handuk, atuapun bantal dengan orang lain.


Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 15 Juli 20 - 11:08 WIB
Dalam Kategori : BATUK KRONIS
Dibaca sebanyak : 66 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback