Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Bakteri Pneumonia

Bakteri Pneumonia
Bakteri Pneumonia
 
Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang berbahaya dimana penyakit tersebut dapat menyerang alveoli atau kantung berisi udara yang terletak di bagian paru-paru. Pada umumnya, pneumonia terjadi akibat virus, bakteri, dan jamur. Jika pneumonia terjadi akibat bakteri, maka kondisi yang dialami penderita juga disebut sebagai bakteri pneumonia.
 
Pneumonia menyebabkan kantung udara di bagian paru-paru terisi oleh nanah dimana hal tersebut dapat memicu gangguan pernafasan. Pada umumnya, penyakit ini menyerang anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun, lansia, dan orang yang memiliki sistem imun yang lemah.
 
Data Dari WHO
Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang paling berbahaya bagi anak, karena memicu angka kematian yang tinggi. Berdasarkan data yang dirilis oleh WHO (World Health Organization) pada tahun 2017, lebih dari 800 ribu atau 15% balita meninggal dunia karena mengalami pneumonia.
 
Gejala
Pada umumnya, seseorang yang menderita pneumonia bisa mengalami demam tinggi (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius), batuk berdahak, dan sesak nafas. Tidak hanya itu, mereka juga bisa mengalami gejala sebagai berikut:
  • Dada terasa sakit, terutama ketika bernafas atau batuk.
  • Tingkat kesadaran menurun (bagi penderita yang berusia lebih dari 65 tahun).
  • Batuk dengan dahak kuning dan hijau, dapat disertai dengan darah.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Jantung bergerak secara tidak teratur.
 
Penyebab
Pada umumnya, bakteri pneumonia disebabkan oleh Streptococcus pneumonia dimana bakteri tersebut terjadi di bagian saluran pernafasan atas (di bagian hidung dan tenggorokan) dan tidak memicu kondisi yang parah. Namun, jika bakteri tersebut berada di paru-paru, maka bisa menimbulkan pneumonia.
Selain Streptococcus pneumonia, pneumonia juga bisa disebabkan oleh bakteri-bakteri di bawah:
  • Mycoplasma Pneumonia.
  • Chlamydophila Pneumoniae.
  • Legionella Pneumonia.
  • Pseudomonas Aeuroginosa.
  • Klebsiella Pneumonia.
 
Diagnosis
Jika Anda atau anak Anda mengalami bakteri pneumonia, Anda perlu periksa kondisi yang dialami ke dokter. Sebelum memeriksa kondisi, dokter akan menanyakan keluhan yang dirasakan. Setelah mengetahui kondisi yang dialami, dokter akan memeriksa suara nafas dengan menggunakan stetoskop untuk mengetahui jika ada bunyi asing di bagian paru-paru ketika bernafas atau tidak. Jika dokter mengetahui bahwa Anda atau anak Anda mengalami pneumonia, maka dokter akan melakukan pemeriksaan fisik berupa:
  • Pemeriksaan darah
Pemeriksaan darah bertujuan untuk mengetahui apakah pasien terkena infeksi di dalam tubuh atau tidak.
  • Foto sinar X dada
Foto sinar X dada diperlukan karena dapat menunjukkan adanya bercak putih pada foto sinar X paru-paru pasien.
  • CT scan
CT scan juga diperlukan untuk mengetahui jika ada penyebab lain sehingga pneumonia tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan tertentu.
  • Tes sputum
Tes sputum dilakukan untuk memeriksa dahak pasien dan menentukan jenis bakteri apa yang memicu pneumonia.
  • Pulse oximetry
Pulse oximetry dilakukan untuk mengetahui seberapa parah kondisi yang diderita pasien akibat pneumonia.
 
Pengobatan
Jika pasien terkena gejala ringan akibat pneumonia, mereka tidak perlu dirawat di rumah sakit. Namun, jika gejala yang diderita cukup parah, mereka mungkin perlu dirawat di rumah sakit. Untuk mengobati pneumonia, pasien bisa menggunakan obat antibiotik, obat batuk, dan obat demam.
 
Pencegahan
Selain pengobatan, Anda dapat melakukan pencegahan terhadap penyakit tersebut dengan mengkonsumsi makanan sehat, berolahraga secara teratur, menjaga kebersihan, beristirahat yang cukup, serta hindari kebiasaan buruk seperti merokok.

 
Kesimpulan
Bakteri pneumonia merupakan salah satu penyakit yang serius yang perlu diwaspadai. Penyakit tersebut bisa menimbulkan berbagai gejala, baik ringan maupun berat. Oleh karena itu, untuk mengatasi gangguan seperti ini, Anda sebaiknya terapkan cara-cara yang dianjurkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut tentang bakteri pneumonia, Anda bisa konsultasikan masalah tersebut ke dokter.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Senin, 28 September 20 - 09:50 WIB
Dalam Kategori : BAKTERI PNEUMONIA
Dibaca sebanyak : 37 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback