Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Bahaya Gangguan Makan yang Wajib Diwaspadai

Bahaya Gangguan Makan yang Wajib Diwaspadai
 
Gangguan makan dapat menyebabkan banyak kerusakan pada kesehatan Anda. Secara langsung gangguan makan dapat menyebabkan berbagai efek fisik, baik ringan maupun berat. Beberapa di antaranya seperti kulit kering, massa otot hilang, rambut dan kuku rapuh, dan sangat kurus. Namun, gangguan makan juga dapat menyebabkan kondisi fisik lebih lanjut, seperti diabetes tipe II dan pankreatitis.
 
Gangguan-gangguan fisik tersebut terjadi lantaran penderita gangguan makan seringkali tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan tubuh mereka untuk tetap sehat dan bekerja dengan baik. Lebih dari itu, berikut ini beberapa kemungkinan resiko atau bahaya gangguan makan bagi seseorang:
  • Masalah Jantung
Gangguan makan sangat dapat mempengaruhi kesehatan kardiovaskular Anda dan yang paling merugikan adalah anoreksia nervosa. Ketika tubuh tidak mendapatkan cukup kalori, tubuh akan mulai merusak otot dan jaringannya sendiri untuk bahan bakar.
Otot terpenting dalam tubuh adalah jantung. Ketika jantung tidak mendapat bahan bakar yang cukup untuk memompa darah, atau ketika mulai rusak, risiko gagal jantung akan meningkat. Bulimia juga dapat menyebabkan gagal jantung, karena muntah akan menghabiskan mineral dan elektrolit penting dari tubuh, seperti kalium (yang dibutuhkan jantung untuk berfungsi).
  • Dehidrasi dan Malanutrisi
Membatasi diet Anda, atau membuang nutrisi penting, dapat menyebabkan defisiensi parah pada tubuh Anda. Dehidrasi biasanya berarti tubuh Anda tidak mendapatkan cukup cairan untuk bekerja dengan baik, hal ini dapat menyebabkan gagal ginjal, kejang, kelelahan, sembelit, dan kram otot. 
Sementara malanutrisi menandakan tubuh Anda tidak mendapatkan cukup nutrisi dan protein secara cukup, yang dapat menurunkan fungsi kekebalan dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti anemia.
  • Gastroparesis  atau Pencernaan yang Melambat
Gejala gastroparesis muncul akibat lambatnya lambung dalam mengosongkan makanan.Pembatasan makanan dan muntah dapat mengganggu pengosongan perut normal seseorang dan pencernaan nutrisi. Kondisi ini cukup berisiko lantaran dapat memicu kondisi kesehatan lain, seperti:
  • Mual dan muntah, terkadang memuntahkan makanan yang belum tercerna
  • Sakit perut dan kembung
  • Fluktuasi gula darah
  • Usus tersumbat
  • Infeksi bakteri
  • Merasa cepat kenyang, setelah makan hanya sedikit.
  • Nyeri ulu hati atau terasa panas di daerah dada.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Penurunan berat badan.
 
  • Penurunan Tingkat Hormon 
Saat kita makan lemak dan kolesterol, tubuh kita menggunakannya untuk membuat hormon. Ketika kita membatasi lemak dan kalori dalam makanan kita, kadar hormon seks (estrogen dan testosteron) bisa turun. Kadar hormon tiroid juga bisa menurun. Hal ini dapat menyebabkan wanita muda berhenti menstruasi, tetapi juga dapat menyebabkan konsekuensi yang parah seperti pengeroposan tulang.
  • Hipotermia
Menurut National Eating Disorders Association, gangguan makan dapat menyebabkan suhu tubuh seseorang turun. Tanpa energi yang cukup untuk menyulut api metaboliknya, tubuh bisa jatuh ke dalam keadaan hipotermia atau kehilangan panas tubuh.
  • Kerusakan Kerongkongan dan Gigi
Dengan gangguan makan seperti bulimia, muntah yang berlebihan dapat merusak enamel gigi dan esofagus seseorang karena keasamannya. Kerongkongan yang pecah adalah efek samping serius dari gangguan makan yang melibatkan pembersihan.
***
Jika Anda mengalami gangguan makan atau Anda memiliki teman atau anggota keluarga yang mungkin menderita gangguan makan, penting untuk mengambil tindakan secepat mungkin. Banyak gangguan makan yang dapat meningkat menjadi kondisi yang mengancam tubuh jika dibiarkan dan tidak diobati. Segera konsultasikan kepada dokter agar di tangani secara tepat dan jangan lupa untuk mengatur pola makan dengan baik.


Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Senin, 05 Oktober 20 - 11:58 WIB
Dalam Kategori : GANGGUAN MAKAN
Dibaca sebanyak : 46 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback