Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Bagaimana Hipotalamus Mengatur Nafsu Makan Seseorang?

Bagaimana Hipotalamus Mengatur Nafsu Makan Seseorang?
 
Hipotalamus bertanggung jawab menstimulasi berbagai hormon penting bagi tubuh. Bagian otak yang berukuran kecil ini juga memengaruhi nafsu makan seseorang. Otak memiliki sistem keseimbangan yang baik, jika tubuh dirasa mengalami kekurangan energi, maka hipotalamus melakukan mekanisme yang akan meningkatkan rasa lapar. Begitu pun sebaliknya.
Hipotalamus dan fungsinya
Hipotalamus terletak di bagian tengah otak berdekatan dengan kelenjar pituitari. Keduanya berkesinambungan dalam memberikan respon dan stimulasi. Hipotalamus memberikan stimulasi ke kelenjar pituitari untuk menghasilkan hormon tertentu. Meskipun berukuran sangat kecil, namun hipotalamus memiliki peran krusial, diantaranya:
·      Pengontrol nafsu makan
·      Stimulasi hormon
·      Pengaturan suhu tubuh
·      Pengendalian siklus psikologis
·      Pengaturan perilaku dan gairah seksual
·      Pengaturan respon emosional
Hipotalamus memiliki 3 bagian yakni bagian depan (anterior), tengah, dan belakang (posterior). Setiap bagian memiliki fungsi yang berbeda-beda.
Bagian hipotalamus yang memengaruhi nafsu makan
Tak hanya 3 bagian di atas, hipotalamus memiliki bagian yang lebih spesifik yang berfungsi mengatur nafsu makan, berikut ini bagian-bagiannya:
1.    Nukleus arcuate (ARC)
ARC berada di hipotalamus bagian bawah dengan kepadatan neuron yang tinggi. Beberapa zat kimia dihasilkan di bagian ARC. Bagian ini juga terbukti berperan sebagai pusat pernapasan dan pengendalian laju napas.
2.    Nukleus ventromedial dan hipotalamus lateral
Apabila bagian ini mengalai luka, maka kemungkinan seseorang akan mangalami nafsu makan berlebih yang menyebabkan kenaikan berat badan serta berlangsung dalam waktu lama. Bagian ini mempunyai peran penting sebagai “pusat kenyang” sehingga mampu menahan seseorang mengonsumsi makanan berlebihan.  
3.    Nukleus dorsomedial
Bagian ini mempengaruhi mekanisme makan dan minum, pengaturan berat badan, serta berperan dalam aktivitas jangtung. Selain itu, nuklues dorsomedial berfungsi dalam pengaturan siklus tidur, rasa lelah, suhu tubuh, dan sekresi kortikosteroid.
4.    Nukleus paraventricular dan hipotalamus perifornical
Hipotalamus bagian ini berfungsi mengontrol perilaku menelan. Ketika sinyal neuron memberikan rangsangan, bagian ini menjadi aktif sehingga memicu peningkatan konsumsi makan. Di sisi lain, juga bisa memicu penurunan nafsu makan, tergantung pada sinyal neuron yang diberikan.
5.    Nukleus suprachiasmatic
Manusia memiliki ritme sirkadian atau jam biologis tubuh dimana ritme ini akan mempengaruhi siklus tidur, suhu tubuh, pencernaan, pelepasan hormon, kebiasaan makan, dan fungsi penting lainnya. Bagian ini biasanya dimiliki oleh otak seluruh jenis mamalia.
Hormon pengatur nafsu makan
Nafsu makan telah terbukti distimulasi oleh hipotalamus sehingga nantinya bagian atau organ yang mendapatkan stimulasi tersebut secara langsung maupun tidak langsung akan menghasilkan hormon berkaitan dengan nafsu makan. Berikut hormon-hormon yang berkaitan dengan nafsu makan dan konsumsi makanan:
·      Insulin- saat Anda makan, sebagian kalori digunakan untuk beraktivitas, sisanya disimpan untuk digunakan saat tubuh memerlukan di lain waktu. Hormon insulin menyimpan glukosa yang masuk ke dalam tubuh
·      Leptin- berfungsi menghambat nafsu makan sehingga berperan dalam mengatur berat badan
·      Grelin- berfungsi meningkatkan nafsu makan terutama saat lapar dan saat mulai makan
·      Peptida YY- berfungsi menghambat konsumsi makanan dan nafsu makan
·      Glukagon-like-peptide-1- berfungsi memicu sekresi insulin dan menekan skresi glukagon (hormon yang berfungsi mengubah glikogen menjadi glukosa) setelah makan
Koleositokinin- berfingsi menghambat konsumsi makanan yang terdapat di saluran pencernaan
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Sabtu, 10 Oktober 20 - 10:00 WIB
Dalam Kategori : HIPOTALAMUS
Dibaca sebanyak : 46 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback