Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Awas, Risiko yang Mengintai pada Aplikasi Beli Obat

Awas, Risiko yang Mengintai pada Aplikasi Beli Obat
 
Membeli obat secara online di aplikasi beli obat merupakan cara baru mendapatkan pengobatan tanpa perlu antri di apotek. Banyak dari aplikasi tersebut melayanan pesan antar sehingga Anda hanya perlu duduk di rumah dengan santai.
Aplikasi beli obat menawarkan ketersediaan obat yang lebih banyak dan harga sehingga menghasilkan kemudahan membandingkan harga dari produk terbaik. Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan tentunya membuat orang semakin tertarik. Sayangnya ada pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan momen ini untuk meraup keuntungan.
Cara kerja penjualan obat online
Secara umum, apotek online beroperasi dengan cara berikut:
  • Pengguna membuat akun di aplikasi beli obat, dan mengirimkan informasi kredit dan asuransi.
  • Pengguna harus menyerahkan resep yang valid.
  • Apotek daring mengirimkan produk dari titik pusat atau mengizinkan pengguna mengambil resep di toko obat lokal yang telah bekerja sama. Resep biasanya dikirim dalam tiga hari atau bisa lebih cepat dan seringkali tanpa biaya pengiriman. Dengan biaya tambahan, Anda bisa mendapatkan obat dalam waktu lebih cepat.
  • Situs atau aplikasi biasanya memiliki mekanisme bagi pengguna untuk mengajukan pertanyaaan kepada apoteker atau dokter, baik melalui email atau nomor bebas pulsa.
Risiko yang mengintai pada aplikasi beli obat
Situs dan aplikasi beli obat yang Anda gunakan belum tentu aman. Berikut risiko yang mengintai saat hendak membeli obat secara online:
  • Obat yang dijual bisa saja tidak disetujui, obat palsu, kadaluarsa, obat dengan terlalu banyak atau sedikit bahan aktif, atau tidak mengandung bahan aktif yang tepat.
  • Menyediakan informasi produk yang salah, sehingga berpotensi tidak bekerja secara aktif atau justru membahayakan, misalnya menyebabkan reaksi alergi yang serius.
  • Produk mungkin tidak disimpan dengan benar, misalnya di gudang tanpa kontrol suhu ruangan yang diperlukan. Hal ini menyebabkan obat menjadi tidak efektif dalam mengobati kondisi yang Anda alami.
  • Meningkatkan risiko self-diagnosis, terlebih jika situs atau aplikasi beli obat tidak menawarkan layanan konsultasi gratis dengan apoteker atau tenaga kesehatan lainnya.
  • Meningkatkan risiko penyalahgunaan obat dengan mengisi form atau kuesioner yang disediakan.
  • Risiko kebocoran data pribadi, terutama terkait informasi kredit dan asuransi.
Untuk menghindari risiko tersebut, sangat diperlukan memilih aplikasi layanan kesehatan yang aman. Berikut cara yang bisa Anda lakukan untuk mengidentifikasi keamanan dan kredibilitasnya:
  • Memastikan legalitas apotek online
  • Membaca syarat dan ketentuan penggunaan dengan seksama
  • Periksa status pendafaran apoteker yang terhubung dengan pengoperasian situs web atau aplikasi beli obat online
  • Periksa izin edar obat yang dijual. Anda bisa memeriksanya di laman Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
  • Situs atau aplikasi menyediakan layanan tanya jawab dengan dokter atau tenaga kesehatan profesional, baik secara terbuka atau privasi
Regulasi jual beli obat secara online di Indonesia
Di Indonesia, pelayanan kesehatan berbasis teknologi informasi telah diatur oleh pemerintah, salah satunya dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 63 tahun 2014 tentang Pengadaan Obat Berdasarkan Katalog Elektronik (e-catalogue).
Peraturan tersebut menjelaskan bahwa untuk terlibat dalam pengadaan dan pendistribusian obat dan/atau bahan obat dalam jumlah besar, perusahaan harus terdaftar sehingga nantinya disebut dengan Pedagang Besar Farmasi (PBF).
Perusahaan juga dituntut untuk menjamin transparansi, efektifitas, dan efisiensi dalam proses pengadaan obat dan bertanggung jawab atasnya.
Untuk bisa mendirikan apotek, ada beberapa syarat dan izin yang harus dipenuhi diantaranya:
  • Surat permohonan izin usaha apotek
  • Surat perjanjian akta notaris antara apoeker dan pemilik sarana apoteker (PSA)
  • Surat penugasan
  • Ijazah apoteker (farmasi) dan surat sumpah
  • Surat izin tempat usaha, dan lainnya
Apabila telah terpenuhi, Anda sudah dapat mengurus surat izin mendirikan apotek (SIMA) dengan memenuhi syarat yang ditetapkan. Nantinya, permohonan akan diproses oleh Bagian Dinas Kesehatan setempat dan BPOM untuk melihat kesiapan teknis dalam mendirikan apotek.
Sayangnya, hingga kini belum ada regulasi khusus tentang apotek online sehingga ada kemungkinan situs atau aplikasi beli obat tidak memiliki apoteker berlisensi (SIPA/STRA).
Maka dari itu berhati-hatilah dalam membeli obat online di aplikasi beli obat. Anda harus memastikan situs website atau aplikasi tersebut aman dan terpercaya.
SehatQ termasuk salah satu aplikasi beli obat online yang bisa Anda andalkan. Selain memenuhi standar pelayanan kesehatan, SehatQ memiliki ribuan dokter berpengalaman yang dapat membantu Anda menjawab segala permasalahan kesehatan.
Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 01 Desember 20 - 10:50 WIB
Dibaca sebanyak : 58 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback