Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Atasi Syok Kardiogenik dengan Terapi Obat

Atasi Syok Kardiogenik dengan Terapi Obat

Salah satu gangguan yang bisa terjadi pada jantung adalah syok kardiogenik. Kondisi itu menyebabkan jantung secara mendadak tak lagi mampu memompa dan mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Syok kardiogenik sering terjadi sebagai kelanjutan dari gagal jantung berat atau kelanjutan infark miokard yang luas.

Kondisi ini, jika tidak ditangani bisa amat membahayakan. Oleh karenanya, penanganan dan pengobatan lebih dini amat disarankan untuk memberikan peluang hidup lebih besar pada penderita. Masalahnya, syok kardiogenik biasanya baru terdeteksi dalam keadaan darurat. 

Pengobatan syok kardiogenik berfokus untuk meminimalkan kerusakan akibat kurangnya kadar oksigen pada otot jantung dan organ tubuh lainnya. Dokter harus mencari dan mengobati penyebab terlebih dahulu.

Namun, sebelum melakukan tindakan medis, dokter yang menangani syok kardiogenik biasanya akan obat-obatan vasopressor, dengan catatan kondisi penderita tidak sedang kritis. Hal ini umum dilakukan untuk memperbaiki keadaan pasien. 

Kondisi hemodinamik pasien dengan syok kardiogenik perlu dimonitor untuk dapat mentitrasi obat-obatan vasopressor yang digunakan, salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan kateter vena sentral (CVP), dan pemeriksaan laktat plasma. Selain itu, dalam keadaan ini diperlukan obat-obat inotropik antara lain dopamin, dobutamin dan norepinefrin.

Dopamin

  • Indikasi: Syok Kardiogenik, kondisi hipotensi berat atau kecenderungan syok setelah mendapat terapi cairan
  • Mekanisme: Bekerja sebagai agonis reseptor Beta 1. Meningkatkan kontraktilitas miokard dan meningkatkan frekuensi denyut jantung. Efek klinis yang diharapkan setelah pemberian dopamin adalah meningkatkan cardiac output dan tekanan darah. Memiliki efek renal, pemberian dopamin dalam dosis rendah memiliki efek proteksi terhadap renal.
  • Dosis: Diberikan secara drip 2-20 mikrogram/kgBB/menit.
  • Kontraindikasi: Hipertiroidisme, feokromositoma, takiaritmia, fibrilasi ventrikel, glaukoma sudut sempit, adenoma prostat
  • Efek Samping: Hipertensi, aritmia, pelebaran kompleks QRS, azotemia dan iskemia miokard
  • Interaksi Obat: Potensiasi efek dengan penghambat MAO, fenotiazin, butirofenon, antagonistik dengan penghambat reseptor B adrenergik.

Dobutamin

  • Indikasi: Syok Kardiogenik, kondisi hipotensi berat atau kecenderungan syok setelah mendapat terapi cairan
  • Mekanisme: Bekerja sebagai agonis reseptor Beta 2 adrenergik. Meningkatkan kontraktilitas miokard dan meningkatkan frekuensi denyut jantung. Efek klinis yang diharapkan setelah pemberian dopamin adalah peningkatan cardiac output dan tekanan darah.
  • Efek renal tidak ada. Efek takikardi lebih ringan dari dopamin. Dobutamin sering digunakan bersama dopamin, dengan mempertahankan dosis dopamin tetap rendah dan meningkatkan dosis dobutamin secara bertahap untuk menstabilkan hemodinamik pada syok kardiogenik.
  • Dosis: 2-20 mikrogram/kgBB/menit.
  • Kontraindikasi: Idiopathic hypertropik subaortic stenosis, riwayat hipersensitivitas terhadap dobutamin
  • Efek Samping: takikardi, palpitasi, hipertensi, aritmia ventrikel ektopik, mual, sakit kepala, angina pektoris dan napas pendek.
  • Interaksi Obat: Beta-Blockers dan nitroprusside

Norepinefrin

  • Indikasi: Hipotensi dan syok, sebagai obat tambahan pada henti jantung
  • Mekanisme: Norepinefrin disintesis dari dopamin dan dilepaskan oleh medula adrenal ke sirkulasi. Agonis reseptor alfa 1. Aktivasi reseptor alfa adrenergik menyebabkan vasokonstriksi dan meningkatkan tekanan darah. Frekuensi denyut jantung akan turun sebagai refleks kompensasi peningkatan tekanan darah.
  • Dosis: 0,5-30 mikrogram/kgBB/menit
  • Kontraindikasi: Hipertensi, kehamilan, laktasi. Hipotensi akibat defisit volume sirkulasi.
  • Efek Samping: Bradikardia, iskemia serebral dan kardia, aritmia, ansietas, sakit kepala, nekrosis bila terjadi ekstravasasi infus.
  • Interaksi Obat: Potensiasi efek dengan penghambat MAO, Trisiklik Antidepresan

***

Itulah tiga obat yang biasa disarankan oleh dokter untuk mengatasi gejala-gejala yang dirasakan pasien syok kardiogenik. Akan tetapi, mungkin fungsi dari obat-obatan ini hanya mampu membantu meringankan, bukan menyembuhkan sama sekali.

Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 24 Juni 20 - 13:21 WIB
Dalam Kategori : SYOK KARDIOGENIK
Dibaca sebanyak : 169 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback