Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Apa yang Terjadi Selama Proses Pembentukan Sel Telur?

Apa yang Terjadi Selama Proses Pembentukan Sel Telur?
Banyak pasangan yang kesulitan menjawab pertanyaan buah hati kesayangan tentang dari mana mereka berasal. Kebanyakan orang tua memberikan jawaban diplomatis. Sebetulnya tidak terlalu sulit untuk memberikan jawaban yang benar dan ilmiah kepada buah hati Anda.
Untuk dapat memberikan jawaban yang tepat, tentu Anda sendiri perlu memahami bagaimana janin atau zigot dapat terbentuk. Anda perlu memahami pembuahan, yaitu proses bertemunya sel telur dan sel sperma. Sebelum itu, ada baiknya Anda memahami proses pembentukan sel telur serta sel sperma.
Jadi, sebetulnya apa yang terjadi selama proses pembentukan sel telur?
 
Tahapan pembentukan sel telur
Proses pembentukan sel telur dalam istilah biologi disebut sebagai peristiwa oogenesis.  Proses ini dimulai dengan pembelahan sel membentuk dua sel anak yang identik, disebut mitosis. Juga proses pembelahan sel menjadi empat sel anak atau gamet yang masing-masing memiliki jumlah kromosom setengah dari sel induk, disebut meiosis.
Sel induk telur atau oogonium akan bermitosis menjadi oosit primer. Nantinya, oosit primer akan mengalami meiosis, menghasilkan oosit sekunder. Tahap ini adalah meiosis yang pertama, di mana terjadi perkembangan bagian sel atau sitoplasma yang tidak seimbang.
Sehingga ada satu oosit yang memiliki sitoplasma lebih banyak dan bagian lainnya tidak memiliki sitoplasma. Perkembangan yang tidak seimbang ini, menyebabkan oosit dengan sitoplasma lebih banyak akan memiliki ukuran lebih besar dan oosit lainnya berukuran lebih kecil. Oosit dengan ukuran lebih kecil ini disebut dengan badan polar pertama.
Ingat, selain oosit primer, terdapat pula oosit sekunder. Selanjutnya oosit sekunder akan kembali mengalami meiosis, disebut sebagai meiosis kedua. Hasil dari proses ini adalah ootid dan badan polar kedua. Ootid inilah yang nantinya akan berkembang menjadi ovum atau sel telur.
 
Proses pelepasan sel telur atau ovum
Pada prosesnya, sel telur atau ovum akan mengalami tahap pematangan hingga siap dibuahi oleh inti sel sperma. Jika sel telur sudah matang, tubuh wanita akan bersiap mengeluarkan atau melepaskan sel telur tersebut. Proses pelepasan sel telur ini yang dikenal dengan peristiwa ovulasi.
Proses tersebut normalnya terjadi setiap bulan. Dan biasanya hanya ada satu sel telur atau ovum yang matang.
Sebelum dilepaskan ke dalam rahim, sel telur akan dilapisi oleh lendir. Di saat bersamaan, rahim pun mempersiapkan diri dengan menebalkan bagian dindingnya. Tahap ini disebut dengan periovulatory.
Tubuh wanita memiliki saluran yang menghubungkan ovarium atau indung telur dengan rahim, yaitu tuba falopi. Setelah periovulatory, tubuh akan mengeluarkan enzim tertentu yang memudahkan sel telur bergerak melewati tuba falopi. Telur yang matang akan melewati tuba falopi hingga mencapai rahim.
Pada tahap ini, jika ada sel sperma, maka akan terjadi pembuahan. Pertemuan sel telur dan sel sperma atau pembuahan terjadi di tuba falopi, umumnya berlangsung sekitar 24 sampai 48 jam.
Apabila terjadi pembuahan, dengan bantuan Luteinizing hormone (LH), sel telur akan ditanam di dinding rahim. Sebaliknya, bila tidak terjadi pembuahan, sel telur dan dinding rahim yang sudah menebal akan luruh.
Karena dinding rahim dipenuhi dengan pembuluh darah, maka ketika luruh akan keluar darah melalui vagina. Proses inilah yang dikenal dengan datang bulan atau menstruasi.
 
Hormon yang memengaruhi proses pembentukan sel telur
Seperti disebutkan sebelumnya, proses penanaman sel telur pada dinding rahim dibantu oleh LH. Sebetulnya, hormon ini tak hanya memegang peran dalam proses tersebut. Dan bukan hanya LH yang memegang peranan dalam proses pembentukan sel telur dan reproduksi wanita.
Berikut ini beberapa hormon penting dalam tubuh wanita.
- Luteinizing hormone (LH), berperan dalam merangsang pelepasan sel telur serta mengatur siklus menstruasi.
- Hormon estrogen, hormon ini memegang peranan dalam perkembangan reproduksi.
- Hormon progesteron, penebalan dinding rahim dipengaruhi oleh hormon progesteron, tujuannya agar rahim siap menerima sel telur yang telah dibuahi.
- Follicle stimulating hormone (FSH), saat sel telur telah siap untuk dibuahi, FSH akan merangsang terjadinya ovulasi.
Memahami proses pembentukan sel telur serta proses setelahnya akan sangat berguna bagi Anda, bukan hanya untuk menjelaskan kepada putra atau putri Anda ketika mereka bertanya, melainkan juga untuk memahami kondisi kesehatan Anda.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 27 Maret 20 - 11:41 WIB
Dalam Kategori : SEL TELUR
Dibaca sebanyak : 36 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback