Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Apa Itu Voyeurisme?

Apa Itu Voyeurisme?
 
 
Voyeurisme merupakan tindakan yang dilakukan dengan memandang orang tanpa busana. Tidak seperti ekshibisionisme, voyeurisme hanya sekedar melihat orang yang tidak mengenakan pakaian, sedangkan ekshibisionisme merupakan tindakan yang dilakukan dengan menunjukkan tubuhnya tanpa memakai pakaian apapun.
 
Apa Itu Voyeurisme?
 
Orang yang melakukan tindakan voyeurisme disebut sebagai voyeur atau peeping Tom. Voyeur mencari tempat untuk memandang orang tersebut, namun di tempat yang tidak diketahui orang lain. Salah satu cara agar orang tersebut dapat melihat orang tanpa busana adalah melalui cermin dua arah. Pada dasarnya, cermin tersebut digunakan ketika menginterogasi saksi atau tersangka ketika mereka terjerat dalam suatu kasus.
 
Voyeurisme tentunya melibatkan fantasi, karena orang yang melakukan tindakan tersebut, membuat dia berpikir bahwa dia sedang berhubungan secara seksual dengan orang yang dia lihat. Hal tersebut juga perlu diwaspadai karena orang yang melakukan tindakan voyeurisme akan menguntungkan dirinya sendiri tanpa diketahui oleh orang yang dia lihat. Dengan kata lain, hal tersebut hanya terjadi di pikiran pelaku.
 
Meskipun demikian, pada kasus yang lebih kronis, voyeurisme dianggap sebagai gangguan penyimpangan seksual atau parafilia. Jika pelaku berimajinasi secara berlebihan terkait dengan hal tersebut, mereka bisa merasa stres.
 
Apakah Voyeurisme Merupakan Tindakan Kriminal?
 
Sebagian orang berpikir bahwa voyeurisme merupakan tindakan kriminal, namun tidak demikian. Orang-orang yang melakukan tindakan voyeurisme, tanpa diketahui oleh orang yang dia lihat, adalah hal yang aman untuk dilakukan, asalkan mereka tidak melanggar privasi.
 
Meskipun demikian, ada beberapa indikator yang menunjukkan bahwa orang-orang yang melakukan tindakan voyeurisme bisa mengalami kelainan. Berikut adalah kelainan yang bisa dialami pelaku:
  • Melanggar privasi seseorang di tempat terbatas seperti kamar mandi.
  • Melihat, mengambil foto, atau merekam korban, terutama yang berhubungan seks, tanpa mendapatkan izin.
  • Merasa tertekan jika tidak melakukan voyeurisme dalam waktu yang lama.
  • Tidak punya imajinasi tanpa melihat korban.
  • Tidak dapat menahan keinginan untuk memuaskan hasrat voyeurisme, bahkan jika hal tersebut dapat membahayakan diri pelaku.
Meskipun voyeurisme merupakan tindakan yang perlu diwaspadai oleh sebagian orang, voyeurisme adalah hal yang wajar untuk dilakukan, karena mereka mengagumi tubuh orang tersebut. Tidak hanya itu, manusia memiliki kemampuan visual yang bagus sehingga mereka dapat melihat tubuh orang yang dikagumi secara mendetail.
 
Batasan Tentang Voyeurisme
 
Jika manusia ingin melakukan tindakan voyeurisme, berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan agar tidak merugikan pihak lain:
  • Imajinasi
Ada berbagai cara untuk memperoleh imajinasi, terutama jika hal tersebut melibatkan hal yang menggoda seperti seks. Memperoleh imajinasi yang berkaitan dengan seks tentunya perlu dilakukan dengan aman. Salah satu cara yang dapat dilakukan voyeur adalah membaca novel erotis. Membaca buku seperti ini juga dapat membantu mereka membayangkan dirinya berhubungan secara seksual.
  • Role-play
Role-play adalah cara lain yang dapat dilakukan jika pasangan Anda setuju untuk berhubungan secara seksual. Meskipun demikian, Anda perlu pahami batasan tentang apa yang sebaiknya dilakukan dan apa yang sebaiknya tidak diperbolehkan.
  • Pornografi
Sudah tidak asing lagi bahwa pornografi sering terjadi di mana saja, termasuk Indonesia. Banyak orang yang terjerat kasus pornografi karena setidaknya ada satu pihak yang tidak setuju atas perbuatan yang dilakukan. Oleh karena itu, jika Anda melakukan hal yang berkaitan dengan pornografi, Anda perlu tanggung jawab atas hal yang direncanakan.
 
Cara Mengatasi Masalah Karena Voyeurisme
 
Jika voyeurisme sudah menjadi kecanduan dan Anda ingin memperbaiki masalah tersebut, Anda sebaiknya temui psikolog. Psikolog dapat membantu Anda mengatasi masalah yang berkaitan dengan perilaku manusia. Proses untuk menghilangkan masalah tersebut membutuhkan waktu, namun jika dilakukan secara konsisten, maka kebiasaan voyeurisme akan hilang.
 
Kesimpulan
 
Voyeurisme merupakan tanggung jawab seseorang dimana tindakan tersebut perlu dilakukan dengan hati-hati. Jika Anda melakukan voyeurisme dan diketahui oleh orang yang tidak menyukai hal tersebut, maka ada kemungkinan bahwa Anda akan dilaporkan ke polisi karena dianggap menguntit. Anda juga bisa dijerat hukum atas pelecehan seksual.


Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 21 Agustus 20 - 09:57 WIB
Dibaca sebanyak : 140 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback