Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Apa Itu Cuci Darah dan Bagaimana Prosesnya?

Apa Itu Cuci Darah dan Bagaimana Prosesnya?
 
Terapi penggantian ginjal atau biasa disebut dengan dialisis, merupakan perawatan penunjang hidup yang ditawarkan ketika ginjal terlalu rusak untuk dapat bekerja dengan baik. Orang-orang dengan ginjal yang rusak atau gagal ginjal memiliki masalah dalam membuang limbah dan air yang tidak diinginkan dari darah. Dialisa merupakan cara buatan untuk meniru proses ini, dengan mengganti cara kerja alami ginjal. Salah satu tipe dialisis yang sering dilakukan adalah hemodialisis, atau dikenal dengan sebutan cuci darah. Dalam hemodialisis, darah bersirkulasi di luar tubuh memasukki sebuah mesin dengan filter/penyaring khusus. Darah akan keluar dari dalam tubuh pasien melalui tabung fleksibel yang disebut sebagai kateter yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah.
 
Sama halnya dengan ginjal, prosedur cuci darah akan membuat filter atau penyaring untuk membersihkan produk-produk limbah dari darah. Darah yang telah disaring kemudian akan dikembalikan ke dalam tubuh pasien melalui kateter lain. Sistem cuci darah ini bekerja layaknya ginjal artifisial. Para pasien yang akan melakukan hemodialisa memerlukan operasi untuk memperbesar pembuluh darah, biasanya di lengan. Memperbesar pembulih darah akan membantu memasukkan kateter menjadi lebih mudah. Cuci darah biasanya dilakukan 3 jali dalam satu minggu, dalam waktu 3 hingga 4 jam sehari, tergantung seberapa baik ginjal pasien tersebut dapat bekerja, dan seberapa berat cairan yang didapatkan antar perawatan. Hemodialisa bisa dilakukan di pusat dialisa tertentu di sebuah rumah sakit atau bahkan di rumah. Bagi pasien yang akan melakukan dialisa di rumah, pemberi perawatan harus benar-benar tahu apa yang akan mereka lakukan. Apabila seseorang tidak merasa percaya diri dalam melakukan dialisa di rumah, mereka harus mendatangi rumah sakit untuk melakukan prosedur tersebut. Hemodialisa rumah cocok dilakukan oleh mereka yang berada dalam kondisi stabil saat dialisa, tidak memiliki penyakit lain yang akan membuat hemodialisa rumah menjadi sebuah kegiatan yang berbahaya, memiliki pembuluh darah yang cocok untuk memasukkan kateter, dan memiliki perawat pribadi yang mau membantu proses hemodialisa. Lingkungan rumah juga harus cocok untuk meletakkan peralatan hemodialisa.
 
Efek samping
Bagi orang-orang yang membutuhkan dialisa ginjal mungkin akan merasakan efek samping tertentu seperti keram otot, kulit yang gatal (biasanya akan terasa lebih buruk sebelim atau setelah prosedur dilakukan), tekanan darah rendah (terutama bagi mereka yang memiliki gangguan kesehatan diabetes), sulit tidur (akibat kulit yang terasa gatal, kaki yang gelisah, adanya jeda saat bernapas atau biasa disebut dengan apnea. Pasien juga akan memiliki risiko kelebihan caiaran, sehingga pasien yang melakukan cuci darah harus minum cairan dengan takaran yang telah ditentukan setiap harinya. Infeksi juga dapat terjadi pada daerah masuknya dialisa. Selain itu, fluktuasi perasaan dan depresi biasa terjadi bagi mereka yang melakukan cuci darah.
Penyakit ginjal merupakan penyakit yang serius. Pada orang-orang yang memiliki penyakit gagal ginjal yang kronis, ginjal mungkin tidak akan bisa sembuh. Akan tetapi, dengan melakukan cuci darah harapan hidup mereka yang memiliki gagal ginjal dapat naik hingga 20 tahun ke atas. Mengingat penyakit gagal ginjal kronis terjadi secara perlahan dan bertahap, Anda harus mengetahui tanda-tanda atau gejala gagal ginjal agar bisa mendapatkan perawatan dengan segera. Beberapa tanda-tanda tersebut seperti lelah, meningkatnya keinginan untuk buang air, kulit yang gatal, disfungsi ereksi, mual, sesak napas, darah pada urin, dan protein pada urin.


Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Kamis, 13 Februari 20 - 09:46 WIB
Dalam Kategori : CUCI DARAH, HIDUP SEHAT, GAGAL GINJAL
Dibaca sebanyak : 39 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback