Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Apa Itu Batuk Rejan? Berikut Penjelasannya

Apa Itu Batuk Rejan? Berikut Penjelasannya

Saat kamu terlalu banyak mengonsumsi es, itu dapat memicu batuk. Jika batuk dari hal itu masih bisa disembuhkan dengan mudah. Namun, ada jenis batuk yang terjadi karena infeksi bakteri pada paru-paru dan saluran pernapasan yang mudah sekali menular. Batuk itu disebut dengan batuk rejan. Umumnya, pengidap batuk rejan adalah anak-anak. Namun, orang dewasa juga juga berisiko mengalami batuk rejan. Perlu diingat bahwa apabila terjadi pada anak-anak dan lansia, batuk rejan dapat berakibat fatal, terutama pada bayi yang belum cukup umur untuk mendapatkan vaksin pertusis.

Batuk rejan ditandai dengan batuk keras yang terjadi secara terus-menerus yang biasanya diawali dengan tarikan napas panjang lewat mulut. Batuk rejan biasanya juga berlangsung selama tiga bulan, sehingga sering disebut juga sebagai batuk seratus hari.

Bila tidak ditangani dengan baik, pengidap batuk rejan bisa kekurangan oksigen dalam darah. Selain itu, batuk ini juga bisa menyebabkan komplikasi seperti pneumonia. Dalam beberapa kasus, pengidap batuk rejan bahkan bisa tidak sengaja melukai tulang rusuk mereka karena batuk terlalu keras.

Perlu diperhatikan bahwa batuk rejan dapat menular dengan cepat, sehingga kamu butuh vaksin pertusis untuk mencegah terkena batuk rejan.

Adapun orang-orang yang rawan tertular batuk rejan adalah:

- Ibu hamil saat trimester terakhir kehamilan.
- Bayi baru lahir.
- Bayi yang berusia di bawah 1 tahun dan belum mendapatkan vaksinasi DPT secara lengkap.
- Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.
- Orang yang mengidap penyakit kronis seperti asma atau gagal jantung.
- Anak-anak berusia di bawah 10 tahun yang belum divaksin DPT.

Penyebab

Penyebab batuk rejan adalah bakteri bernama bordetella pertussis yang bisa menyebar melalui udara. Bakteri ini menyerang dinding trakea dan bronkus (percabangan trakea yang menuju ke paru-paru kanan dan kiri). Terjadinya pembengkakan saluran udara adalah salah satu cara tubuh bereaksi terhadap infeksi oleh bakteri. Saluran udara yang membengkak bisa membuat pengidap harus menarik napas dengan kuat melalui mulut karena kesulitan bernapas. Hasil tarikan napas yang kuat inilah yang memunculkan bunyi dengungan yang panjang.

Saat bakteri menginfeksi dinding saluran udara, maka tubuh akan memproduksi lendir kental. Inilah mengapa tubuh akan merangsang pengidap untuk mengeluarkan lendir kental tersebut dengan cara batuk.

Pengobatan

Perlu diingat untuk tidak sembarangan mengonsumsi obat batuk yang dijual bebas di pasaran. Pasalnya, obat yang dijual di pasaran belum tentu bisa meredakan gejala batuk rejan dengan baik.

Pada bayi dan anak-anak yang mengalami batuk rejan, mereka biasanya akan ditempatkan di ruang isolasi untuk menghindari penyebaran infeksi. Pengobatan utama yang diberikan adalah antibiotik untuk melawan bakteri penyebab infeksi. Pemberian obat akan dilakukan dokter untuk mengatasi peradangan pada saluran napas. Obat tersebut dapat diberikan melalui infus atau langsung. Sungkup oksigen juga dapat diberikan untuk membantu pernapasan.

Bayi dan anak-anak dengan batuk rejan yang cukup parah biasanya berisiko mengalami kerusakan paru-paru. Oleh karena itu, penanganan khusus di rumah sakit akan berkonsentrasi pada pemakaian alat bantu pernapasan (ventilasi) dan pemberian obat-obatan untuk mengendalikan tekanan darah mereka dengan obat-obatan.

Pada keadaan yang lebih parah, dapat dilakukan Oksigenasi Membran Ekstrakorporeal (ECMO yaitu extracorporeal membrane oxygenation), yaitu ketika oksigen akan langsung dialirkan ke tubuh tanpa melewati paru-paru. Prosedur ini akan diberikan jika teknik yang lain tidak berhasil dan paru-paru sudah mengalami kerusakan cukup parah.

Demikian penjelasan singkat mengenai batuk rejan.


 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 02 Juni 20 - 14:04 WIB
Dalam Kategori : BATUK REJAN, PENYAKIT PERNAPASAN
Dibaca sebanyak : 134 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback