Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

Allopurinol Untuk Pasien Asam Urat, Adakah Efek Sampingnya?

Allopurinol Untuk Pasien Asam Urat, Adakah Efek Sampingnya?
Obat allopurinol dapat digunakan untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah yang disebabkan oleh penyakit asam urat (gout). Obat ini akan bekerja menghambat zat xanthine oxidase sehingga kadar asam urat dalam darah dapat turun. Kondisi kesehatan lain juga dapat diatasi dengan allopurinol seperti pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan batu ginjal. Meski efektif untuk mencegah maupun mengobati asam urat, obat allopurinol juga memberikan efek samping bagi Anda yang mengonsumsinya. Apa saja efek samping dari mengonsumsi allopurinol?
 
Peringatan sebelum mengonsumsi allopurinol
Anda perlu memperhatikan beberapa hal ini sebelum mengonsumsi allopurinol.
  • Hindari mengemudi dan mengoperasikan alat berat ketika mengonsumsi allopurinol sebab terdapat efek samping berupa mengantuk.
  • Hindari mengonsumsi alkohol selama dalam masa pengobatanmenggunakan allopurinol sebab dapat meningkatkan efek samping rasa kantuk yang dirasakan.
  • Penggunaan obat ini akan menyebabkan serangan gout lebih sering terjadi terutama pada minggu pertama pengobatan.
  • Sampaikan pada dokter apabila Anda menjalani program puasa atau diet tertentu.
  • Sampaikan pada dokter apabila Anda menderita penyakit jantung kongestif, hipertensi, kelenjar tiroid, diabetes, gangguan hati, dan gangguan ginjal.
  • Hubungi dokter jika setelah pengobatan 6 minggu kondisi tidak membaik.
  • Segera hentikan penggunaan obat dan kunjungi dokter jika terjadi reaksi alergi.
 
Interaksi allopurinol dengan obat lain
Penggunaan allopurinol bersamaan dengan obat tertentu bisa memunculkan interaksi. Berikut ini merupakan beberapa interaksi yang mungkin terjadi.
  • Meningkatkan efek antikoagulan dari antagonis Vitamin K apabila allopurinol dikonsumsi bersamaan dengan warfarin.
  • Menghilangkan efek terapi obat apabila allopurinol dikonsumsi bersamaan dengan tegafur.
  • Meningkatkan alergi atau hipersensivitas terhadap obat jika allopurinol dikonsumsi bersamaan dengan diuretik thiazide.
  • Meningkatkan konsentrasi serum obat apabila allopurinol dikonsumsi bersamaan dengan merkaptopurin, doksofilin, siklosporin, derivat teofilin, dan didanosin.
  • Meningkatkan konsentrasi serum dari metabolisme aktif obat apabila allopurinol dikonsumsi bersamaan dengan azatrioprine.
 
Dosis yang tepat diperlukan
Konsumsi obat allopurinol sebaiknya dilakukan setelah makan atau sesuai dengan anjuran dokter. Obat allopurinol memiliki sediaan dalam bentuk tablet dan kapsul. Respon pasien terhadap pengobatan, usia, riwayat kesehatan, serta tingkat keparahan turut menentukan dosis yang paling tepat untuk diberikan. Berikut ini merupakan dosis penggunaan allopurinol yang aman.
  1. Dosis pada dewasa
Berikut ini merupakan dosis pemberian allopurinol pada orang dewasa sesuai dengan kegunaannya:
  • Untuk mengatasi asam urat atau gout dosisnya adalah 100-600mg sebanyak 1-2 kali setiap harinya. Dosis pemberian maksimal adalah 900mg/hari.
  • Untuk mengatasi batu ginjal dosisnya adalah 200-300mg/hari.
  • Untuk kemoterapi dosisnya adalah 600-800mg/hari sebanyak 1-2 kali setiap hari selama 2-3 hari sebelum menjalani kemoterapi.
  • Dosis pada anak-anak
Berikut ini merupakan dosis pemberian allopurinol pada anak-anak sesuai dengan kegunaannya:
  • Untuk kemoterapi dosisinya adalah 150-300mg/hari dengan dosis maksimal sebanyak 400mg/hari.
  • Untuk mengatasi hiperurisemia akibat kanker dosisnya adalah 20mg/kg setiap hari dengan dosis maksimal 400mg/hari.
 
Efek samping allopurinol
Penggunaan allopurinol bisa menimbulkan efek samping. Segera hubungi dokter untuk mendapat penanganan jika efek samping yang terjadi semakin parah dan tidak kunjung mereda dalam beberapa hari. Meski demikian, tidak semua orang akan merasakan efek samping tersebut tergantung pada kondisi tubuh seseorang. Beberapa efek samping yang umumnya dirasakan karena konsumsi allopurinol yaitu:
  • Mual
  • Diare
  • Mengantuk
  • Nyeri sendi
  • Sakit perut
  • Demam
  • Ruam pada kulit
  • Asimtomatik peningkatan uji fungsi hati
  • Gatal pada kulit
 
Penyimpanan allopurinol tidaklah sulit dan cenderung mirip dengan obat pada umumnya. Simpan di suhu ruangan. Hindari tempat lembap atau cahaya matahari langsung. Anda juga perlu menjauhkan allopurinol dari jangkauan anak-anak serta hewan peliharaan. Jika masa berlaku obat telah habis, maka Anda perlu membuangnya. Selain itu, untuk memastikan pemakaian allopurinol aman, maka sebaiknya Anda mengonsultasikannya terlebih dulu pada dokter. Konsultasi dapat dilakukan dengan mudah secara online melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
 



Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Senin, 28 Desember 20 - 13:58 WIB
Dibaca sebanyak : 54 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback