Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

7 Penyebab Hematuria yang Perlu Anda Ketahui

7 Penyebab Hematuria yang Perlu Anda Ketahui
Pernahkah Anda merasa ada yang aneh dengan urine Anda? Warna urine menjadi merah kecokelatan misalnya. Hal itu bisa merupakan tanda ada darah yang keluar bersama urine atau hematuria.
 
Orang yang mengalami hematuria kadang tidak merasakan apa-apa. Sebab pada beberapa kasus memang tidak terasa sakit sama sekali. Hanya terjadi perubahan warna saja pada urine. Kecuali bila darah yang keluar bersama urine berupa gumpalan darah beku, Anda akan merasa sakit.
 
Ketika mengalami hal tersebut, mungkin hal itu akan terasa sangat mengkhawatirkan. Betul hematuria perlu diwaspadai. Namun, adanya darah dalam urine tidak selalu berarti Anda menderita penyakit berbahaya. Sangat tergantung pada penyebab terjadinya.
 
Apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya hematuria? Berikut ini ulasannya.
 
1. Adanya infeksi
Kurangnya konsumsi air putih atau kurang baiknya kebersihan dan sanitasi dapat memicu terjadinya infeksi. Baik infeksi pada saluran kencing, maupun pada ginjal atau pyelonefritis. Pada level tertentu, infeksi ini bisa menyebabkan terjadinya hematuria atau kencing darah.
 
2. Batu ginjal atau batu kandung kemih
Mineral-mineral yang terdapat dalam urine dapat membentuk kristal pada dinding ginjal atau kandung kemih. Bila dibiarkan terus menerus, kristal tersebut akan menjadi batu yang keras dalam ginjal atau kandung kemih. Biasanya hal ini terjadi pada urine yang pekat atau dengan kata lain ketika Anda kurang sekali mengonsumsi air putih dan banya mengonsumsi makanan yang banyak mengandung garam.
Gejala batu ginjal atau kandung kemih hanya akan terasa apabila terjadi sumbatan. Upaya mengeluarkan batu melalui kencing akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Teksturnya yang keras dan mungkin tajam akan menggesek dinding ginjal atau saluran kemih. Pada kondisi demikian, terjadilah perdarahan pada urine atau hematuria.
 
3. Pembesaran kelenjar prostat
Pembesaran kelenjar prostat dapat menekan saluran kemih, akibatnya aliran urine terhambat. Sehingga Anda menjadi sulit untuk buang air kecil, namun selalu ada perasaan ingin buang air kecil. Pembesaran kelenjar prostat ini menyebabkan tekanan pembuluh darah di sekitar kandung kemih meningkat, menimbulkan terjadinya perdarahan pada urine.
 
4. Penyakit ginjal
Salah satu penyakit ginjal yang mengakibatkan hematuria adalah glomerulonefritis. Peradangan pada glomerulus yang fungsinya untuk menyaring urine. Penyakit ini bisa terjadi akibat penyakit sistemik lain, seperti diabetes.
 
Selain glomerulonefritis, kanker ginjal dan cedera ginjal akibat pukulan atau olahraga juga dapat menimbulkan hematuria.
 
5. Olahraga berat
Sebetulnya olahraga sendiri tidak akan menyebabkan hematuria. Akan tetapi, trauma pada kandung kemih saat berolahraga atau terjadi pemecahan sel darah akibat latihan aerobik berkepanjangan dapat memicu hematuria. Berolahraga tanpa dibarengi asupan air putih yang cukup sehingga terjadi dehidrasi juga dapat memicu hematuria.
 
Perdarahan pada urine umumnya terjadi pada pelari. Meskipun siapa pun dapat mengalami hematuria bila berolahraga terlalu intens. Perdarahan yang terjadi setelah olahraga biasanya kasat mata atau jenis gross hematuria. Sebab ada juga kondisi di mana terjadi perdarahan pada urine, namun tidak terlihat. Baru akan diketahui terjadi perdarahan apabila dilakukan pemeriksaan mikroskopik di laboratorium. Kondisi ini dikenal sebagai hematuria mikroskopik.
 
Bila Anda mengalami kencing darah pasca berolahraga, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.
 
6. Efek samping obat
Ada beberapa jenis obat yang diketahui dapat memicu hematuria, di antaranya obat anti kanker, antibiotik penicilline, serta obat-obat pengencer darah seperti heparin dan warfarin.
 
7. Sickle Cell Anemia
Anemia sel sabit atau Sickle Cell Anemia dapat menyebabkan gross anemia.
 
Dari paparan tersebut diketahui bahwa beberapa kasus hematuria disebabkan oleh penyakit yang serius. Maka, sebaiknya Anda tidak mengabaikan kondisi tersebut bila mengalaminya. Berkonsultasilah dengan dokter, bahkan bila tidak terlihat ada darah di dalam urine, tetapi Anda mengalami sulit buang air kecil, buang air kecil terasa nyeri, atau sakit perut pada area ginjal.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Senin, 20 Januari 20 - 10:55 WIB
Dalam Kategori : HEMATURIA
Dibaca sebanyak : 77 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback