Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

6 Jenis Obat Cacing, Ada Piperazine hingga Albendazole

6 Jenis Obat Cacing, Ada Piperazine hingga Albendazole
 
Cacingan adalah masalah yang dapat dihadapi oleh dewasa maupun anak-anak. Untuk membasmi cacing-cacing dalam tubuh ini, perlu menggunakan obat cacing yang sesuai dengan kondisi seseorang. Seperti obat piperazine hingga obat Albendazol.
Sebenarnya ada beberapa jenis pilihan obat anthelmintics atau obat infeksi cacing ini. Tentu saja penggunaannya harus sesuai dengan indikasi yang dirasakan.
Obat cacing mudah ditemukan di apotek, mulai dari bentuk tablet hingga bentuk cair berupa sirup.
Obat cacing harus dikonsumsi oleh mereka yang mengalami cacingan. Ada berbagai macam spesies cacing yang dapat emnginfeksi manusia, seperti cacing gelang, cacing cambuk, hingga cacing tambang.
Cacing ini di dalam tubuh manusia akan mengambil nutrisi dari makanan yang ada di dalam tubuh, termasuk darah. Itulah kenapa orang yang cacingan bisa terkena anemia dalam durasi yang panjang.
Penderita juga bisa mengalami kekurangan gizi karena diserap orang cacing. Tak jarang dijumpai, orang yang cacingan memiliki tubuh kurus dan mudah lelah. Terlebih jika cacingan dialami oleh anak-anak, maka akan mengganggu proses tumbuh kembangnya.
Berbagai Jenis Obat Cacing yang Tersedia
Beda jenis obat cacing, beda pula cara kerja dan jenis cacing yang efektif dibunuh. Berikut daftar jenis obat anthelmintics yang terbukti efektif yang bisa dijadikan pilihan.
  • Piperazine
Obat cacing piperazine ini efektif untuk mengatasi infeksi cacing kremi dan cacing tambang. Cara kerja obat piperazine ini adalah dengan melumpuhkan cacing tersebut di dalam tubuh, lalu akan dikeluarkan bersamaan dengan kotoran. Obat piperazine ini bisa dikonsumsi ketika setelah makan maupun saat perut kosong atau sebelum makan.
Obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, menyusui, orang yang memiliki gangguan fungsi hati, epilepsi, serta memiliki gangguan fungsi ginjal. Piperazine juga tidak disarankan jika dikonsumsi bersama obat pirantel pamoat, bupropion, klorpromazin, tramadol, dan juga obat pencahar yang memiliki kandungan sodium bifosfat.
Penting juga untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Beberapa efek samping yang mungkin dirasakan karena konsumsi obat ini berupa masalah pencernaan, pusing, dan urtikaria.
  • Mebendazole
Obat mebendazole efektif untuk membunuh cacing kremi, cacing cambuk, cacing tambang, dan cacing gelang. Cara kerja obat yang satu ini adalah dengan membuat cacing mati kelaparan karena menghambat penyerapan nutrisi cacing.
Obat ini sebaiknya dikonsumsi bersama makanan, khususnya makanan yang tinggi lemak. Konsumsi obat mebendazole ini juga boleh dihancurkan dan dicampur dengan makanan. Meskipun boleh juga dikonsumsi ketika perut kosong.
Obat cacing ini juga tidak disarankan untuk wanita hamil dan menyusui. Tidak disarankan pula dikonsumsi bersamaan dengan fenitoin, metronidazole, simetidin, dan karbamazepin.
Efek samping yang mungkin dialami adalah berupa diare, sakit perut, kejang, dan ruam. Meskipun efek samping tersebut jarang terjadi.
  • Pirantel Pamoat
Obat cacing jenis pirantel pamoat ini efektif membasmi infeksi cacing gelang, cacing tambang, serta cacing kremi. Obat ini sayangnya tidak efektif untuk melumpuhkan cacing cambuk.
Obat pirantel ini membunuh cacing yang kemudian akan terbawa oleh kotoran. Obat ini termasuk obat cacing yang paling banyak digunakan saat ini.
Sama seperti jenis yang lainnya, obat ini juga tidak disarankan dikonsumsi oleh ibu hamil, anak berusia kurang dari 2 tahun, serta orang yang memiliki gangguan fungsi hati. Adapun efek samping dari obat ini bisa berupa mual, hilangnya nafsu makan, kejang perut, muntah, rasa ngantuk, diare, pusing, sakit kepala, dan kemerahan pada kulit.
Cara konsumsi pirantel pamoat ini bisa dengan dikunyah jika jika berbentuk tablet. Boleh dikonsumsi ketika perut masih kosong atau setelah makan. Namun, jngan mengonsumsinya bersamaan dengan piperazine.
  • Levamisole
Obat cacing levamisol ini efektif untuk membasmi infeksi akibat cacing gelang, tapi tidak efektif untuk cacing tambang dan cacing cambuk. Cara kerjanya juga hampir mirip, yaitu dengan melumpuhkan cacing dalam usus dan mengeluarkannya melalui kotoran. Untuk meminimalisir efek samping mual dan nyeri perut, sebaiknya dikonsumsi bersama dengan air putih ketika sedang makan.
Jika Anda memiliki gangguan berupa perdarahan, gagal ginjal berat, serta rheumatoid arthritis, maka perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
  • Praziquantel
Obat praziquantel efektif untuk membunuh cacing hati dan cacing skistosoma. Cara kerjanya adalah dengan melumpuhkan dan melepaskan isapan cacing. Konsumsi obat ini harus bersamaan dengan makanan dan obatnya ditelan dalam bentuk utuh. Tidak boleh dikunyah maupun dihancurkan.
Jika anak tidak bisa menelan obat ini, maka boleh dihancurkan dan dicampur dengan makanan atau minuman. Namun, harus segera dikonsumsi sebelum satu jam setelah dicampurkan.
  • Albendazole
Albendazole efektif untuk membunuh cacing pita pada babi, cacing tambang, cacing gelang, cacing kremi, dan cacing cambuk. Cara kerjanya adalah dengan menghambat penyerapan nutrisi cacing sehingga membuat cacing mati kelaparan. Obat ini harus dikonsumsi saat makan, khususnya makanan yang tinggi lemak sehingga penyerapan obat akan lebih baik.
Beberapa obat cacing seperti piperazine, mebendazole, hingga pirantel pamoat bisa didapatkan di apotek karena dijual bebas terbatas. Namun, bagi ibu hamil, menyusui, atau anak berusia kurang dari 2 tahun sebaiknya perlu konsultasi dokter terlebih dahulu. Bacalah aturan pakai dan informasi pada label dengan teliti dan seksama sebelum mengonsumsinya.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Kamis, 17 Desember 20 - 13:59 WIB
Dibaca sebanyak : 81 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback