Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

5 Kondisi Ini Butuh Operasi Rekonstruksi Kaki

5 Kondisi Ini Butuh Operasi Rekonstruksi Kaki
Rekonstruksi kaki merupakan operasi yang dilakukan untuk memperbaiki struktur dan mengembalikan fungsi kaki yang terganggu akibat cedera atau penyakit tertentu. Biasanya, pilihan melakukan rekonstruksi kaki setelah melalui perawatan non-invasif namun tidak efektif, operasi sebelumnya yang gagal, atau menderita sakit hebat karena kelainan kaki yang dialami. Idealnya, tindakan rekonstruksi kaki bertujuan meningkatkan penampilan dan fungsi kaki, agar pasien dapat mempertahankan kualitas hidup mereka. Berikut 5 kondisi yang butuh dilakukan rekonstruksi kaki.
 
  • Bunion.
Bunion merupakan tonjolan tulang yang berkembang di sendi jempol pada bagian dalam kaki. Istilah lain untuk kasus ini adalah Hallux valgus. Tekanan pada sendi jempol kaki akan menyebabkan jempol kaki condong ke arah jari kedua. Lama-kelamaan, struktur tulang yang normal berubah dan terbentuklah bunion. Selain itu, penderita akan mengalami kesakitan saat memakai sepatu atau berjalan.
 
Umumnya, kasus bunion lebih sering terjadi pada wanita, karena penggunaan sepatu ketat dan sempit yang menekan jari-jari kaki, sehingga memicu bunion berkembang. Dalam banyak kasus, bunion bisa disembuhkan dengan menggunakan sepatu yang lebih lebar, agar jari-jari kaki memperoleh ruang yang memadai, serta perawatan sederhana untuk mengurangi tekanan pada jempol kaki. Namun, untuk kasus yang sudah tidak bisa ditangani lagi dengan perawatan non-invasif, rekonstruksi kaki bisa dilakukan untuk memperbaiki struktur kaki tersebut.
 
  • Kaki rata(flat foot).
Adanya kelainan pada bentuk kaki juga mengharuskan seseorang melakukan rekonstruksi kaki, seperti flat foot atau kaki rata. Kaki rata adalah kondisi di mana penderita tidak memiliki lengkungan pada telapak kakinya, baik itu salah satu atau kedua kaki. Penyebab kaki rata adalah faktor genetik, kerusakan tendon, dan koalisi tarsal, yaitu bersatunya tulang-tulang kaki secara abnormal yang menyebabkan kaki menjadi kaku atau datar. Kaki rata bisa disembuhkan dengan fisioterapi dan obat-obatan. Namun, jika penyebab kaki rata adalah tendon yang rusak atau kelainan tulang, maka dokter akan menyarankan dilakukan tindakan rekonstruksi kaki untuk memperbaiki struktur telapak kaki tersebut.
 
  • Plantar fasciitis.
Plantar fasciitismerupakan keluhan yang terjadi pada bagian plantar fascia, yaitu jaringan yang menghubungkan tumit dengan jari-jari kaki. Plantar fascia berfungsi untuk meredam getaran, mendukung lengkungan pada telapak kaki, dan membantu berjalan. Kondisi plantar fasciitis akan membuat penderitanya merasakan nyeri hebat di bagian tumit, terutama saat berjalan. Penyebab pastinya masih belum diketahui, namun diduga dipengaruhi oleh faktor usia, olahraga berat, profesi tertentu yang mengharuskan berdiri lama, dan jenis sepatu yang sering digunakan. Penyembuhan kondisi ini berfokus pada meredakan nyeri tumit dengan pemberian obat-obatan dan fisioterapi untuk meregangkan dan menguatkan otot pergelangan kaki dan tumit. Tindakan rekonstruksi kaki dengan melepaskan jaringan plantar fascia akan dipilih jika cara sebelumnya tidak mampu menghilangkan nyeri hebat di tumit. Risiko yang mungkin dialami adalah otot telapak kaki jadi lemah.
 
  • Achilles tendinitis.
Tendon achillesmerupakan sebuah pita kuat dari jaringan fibrosa yang menghubungkan otot betis ke tumit. Otot-otot inilah yang membantu kita saat melakukan kegiatan melompat, berlari, dan berdiri di atas jari kaki saat berjalan. Oleh sebab itu, tendon ini dijuluki dengan tendon terkuat dan terbesar di dalam tubuh. Meskipun begitu, tendon ini rentan terhadap  cedera, karena pasokan darah yang kurang dan tingginya tekanan yang diberikan. Achilles tendinitis adalah iritasi atau peradangan tendon achilles. Biasanya, sering dialami oleh para atletik. Jika cedera terjadi secara berulang, rasa nyeri tidak kunjung hilang, tendon robek, atau ligamen lepas, pembedahan dengan rekonstruksi kaki akan menjadi pilihan pengobatan.
 
  • Fraktur atau patah tulang.
Patah tulang atau fraktur pada bagian kaki dapat mengakibatkan penderitanya sulit menanggung beban, sehingga tidak bisa berjalan. Biasanya, patah tulang diakibatkan oleh kecelakaan atau trauma. Gejalanya meliputi nyeri, bengkak, terasa empuk saat disentuh, dan kelainan bentuk pada bagian yang patah. Bila fraktur tidak berpindah posisi dan hasil rontgen menunjukkan posisi kaki masih stabil, maka dilakukan pengobatan imobilisasi dengan bantuan gips hingga tulang sembuh. Namun, operasi rekonstruksi kaki harus dilakukan jika patah tulang berpindah ke posisi lain atau kondisi kaki dan pergelangan kaki tidak stabil. 
 
Selain dari 5 kondisi di atas, ada beberapa gangguan lain yang juga sering terjadi, yaitu rasa sakit saat berjalan di atas permukaan, kesulitan menggunakan sepatu, infeksi dan tumor pada kaki, serta penyakit metabolik seperti diabetes. Jika memang kondisi kaki semakin parah dan rasa sakit yang dialami tidak kunjung hilang, maka rekonstruksi kaki akan menjadi pilihan terbaik. Selalu diskusi dan konsultasikan dengan dokter sebelum Anda memutuskan pengobatan yang akan diambil.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 10 Juli 20 - 09:36 WIB
Dibaca sebanyak : 160 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback