Ni
Blog Universitas Komputer Indonesia

5 Jenis Penyakit yang Terpicu Gejala Ekstrapiramidal

5 Jenis Penyakit yang Terpicu Gejala Ekstrapiramidal
 
 
Beberapa jenis obat antipsikotik yang biasa digunakan untuk meminimalkan gejala gangguan mental dan mengurangi rasa sakit pada pasien penyakit kronis nyatanya memiliki efek buruk bagi saraf motorik. Pasalnya, obat-obat antipsikotik cenderung menghambat dopamin yang membuat kinerja bagian ekstrapiramidal menimbulkan gejala tertentu.
 
Beberapa gejala ekstrapiramidal yang terjadi karena penggunaan obat antipsikotik, seperti tremor dan kontraksi otot. Bahkan pada tahap yang parah, Anda akan kesulitan untuk mengontrol tangan maupun kaki Anda hingga pada titik Anda menjadi sangat sulit untuk bergerak.
 
Pada akhirnya, gejala ekstrapiramidal memicu berbagai penyakit saraf yang patut diwaspadai. Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang terpicu dari adanya gejala ekstrapiramidal yang tidak seharusnya.
 
1. Parkinson
Parkinson merupakan penyakit akibat adanya kelainan sistem saraf progresif yang memengaruhi motorik tubuh. Gejala awal umumnya diabaikan karena hanya berupa tremor kecil di salah satu tangan hingga bicara yang menjadi cadel. Namun, penyakit ini tergolong berbahaya. Kemampuan motorik tubuh lama-kelamaan akan menghilang bahkan penderitanya akan kesulitan dalam menelan makanan sehingga kerap berujung pada kondisi fatal.
 
Hingga saat ini, belum ada obat yang diklaim mampu mengobati parkinson. Dokter umumnya hanya mampu memberikan obat untuk memperlambat laju gejala penyakit saraf ini. Namun, pemberian obat untuk parkinson akan sangat memengaruhi ingatan penderita sehingga pasien parkinson juga sering mengalami demensia.
 
2. Akathisia
Jangan remehkan rasa gelisah yang berlebihan sebab bisa jadi Anda mengalami akathisia. Ini merupakan jenis penyakit yang membuat penderitanya selalu merasa ingin bergerak. Keinginan tersebut bahkan sulit dikendalikan. Tidak hanya memengaruhi gerak, penderita akathisia juga cenderung menjadi pemarah dan tidak bisa mengendalikan emosi.
 
Dalam sebuah penelitian, didapati bahwa orang yang mengonsumsi obat antipsikotik cenderung memiliki risiko terkena akathisia sebesar 75 persen. Efek samping berupa rasa gelisah ini akan mulai dirasakan beberapa minggu setelah pengonsumsian obat antipsikotik dimulai. 
 
3. Distonia
Gejala ekstrapiramidal juga dapat memicu penyakit distonia. Penyakit ini ditandai dengan kontraksi atau gerakan otot yang tidak bisa dikendalikan bahkan kerap menimbulkan rasa sakit tidak tertahan. Gerakan otot pada penderita distonia bisa sampai tahap berputar sehingga membuat postur tubuh Anda berubah.
 
Ketika mengalami distonia, artinya Anda harus menghadapinya seumur hidup. Dokter hanya mampu memberikan terapi untuk mengurangi gejala penyakit akibat gejala ekstrapiramidal ini. Terapi yang diberikan umumnya ada dua, yaitu pemberian obat pengendur otot serta suntikan obat toksin botulinum ke otot yang terkena gejala di mana pemberiannya harus rutin tiap tiga bulan.
 
4. Sindrom Neuroleptik Maligna
Sindrom neuroleptik maligna akibat penggunaan obat antipsikotik cukup jarang dijumpai. Hanya sekitar 1 hingga 2 dari setiap 10.000 orang yang menggunakan obat antipsikotik yang mendapatkannya.Anda bisa dikatakan terkena sindrom ini apabila mengalami demam dan kekakuan otot.
 
Sampai pada fase lanjut, Anda juga akan kerap merasa kebingungan dan mungkin mengalami kejang sebagai bentuk tidak terkontrolnya saraf motorik karena gejala ekstrapiramidal. Namun, sindrok neuroleptik tergolong penyakit yang bisa diobati. Bahkan jika Anda melakukan penanganan sedari awal, dokter bisa memastikan sindrom ini sembuh dan tidak berbekas.
 
5. Tardive Dyskinesia
Gejala ekstrapiramidal yang memicu penyakit ini dimulai dari adanya gerakan wajah yang tidak disadari. Beberapa gejala dari tardive dyskinesia adalah sering menggembungkan pipi, meringis, sampai pada gerakan memutar lidah.
 
Dalam tahap yang lebih parah, tardive dyskinesia dapat membuat penderitanya mengalami perubahan cara berjalan. Penderita penyakit ini juga akan seperti mudah kaget dan tersentak. Sebagian besar kasus terjadi setelah seseorang mengonsumsi obat antipsikotik selama beberapa tahun.
 
Jadi, jangan remehkan gejala ekstraparamidal yang Anda alami. Walaupun saat ini terkesan sepele, gejala tersebut bisa semakin parah dan memicu berbagai penyakit yang bahkan harus diidap seumur hidup.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 04 September 20 - 10:02 WIB
Dalam Kategori : GEJALA EKSTRAPIRAMIDAL
Dibaca sebanyak : 68 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback